Finansial

Penyebab Laju Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2020 Melambat

Laju pertumbuhan ekonomi di dunia makin merosot di tahun 2020. Organization of Economic Coopertation and Development bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia hanya berkisar pada angka 2,9%. Proyeksi ini sudah ditetapkan jauh hari sebelum memasuki tahun 2020 melihat kondisi ekonomi global yang terguncang.

Ini Penyebab Ekonomi Dunia Anjlok

Melambatnya perekonomian global memberikan dampak besar kepada seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Beberapa waktu lalu, OECD yang dilansir dari berbagai sumber mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi global hanya berkisar di angka 2,9 %. Lalu apa yang menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi dunia anjlok?

Penyebab Laju Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2020 Melambat

Penyebab Laju Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2020 Melambat

1. Perang Dagang

Salah satu penyebab laju pertumbuhan ekonomi dunia anjlok adalah adanya perang dagang. Perang dagang ini melibatkan Arab Saudi dengan Rusia mengenai harga minyak. Keduanya berlomba memproduksi minyak dalam jumlah besar hingga menyebabkan penurunan harga gas pada harga $30 per barel.

Terhitung dari tahun 2015 lalu, harga komoditas kian menurun dari tahun ke tahun yang menyebabkan pemerintah mengalami kesulitan. Indonesia yang masih menggantungkan diri pada komoditas tentu akan mengalami guncangan ekonomi. Apalagi peran manufaktur terus mengalami penurunan kontribusi yang bahkan tidak mencapai 5%.

Perang dagang Amerika-China pada akhir tahun 2019 lalu juga membuat semua negara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang rendah. Kondisi ini semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia bahkan Indonesia karena hubungan dagangnya yang cukup erat dengan Cina.

Perang dua negara ini memberikan imbas yang besar kepada seluruh negara di dunia. Awalnya perang ini hanya dianggap biasa dan singkat, namun sering berjalannya waktu perang ini semakin pelik. Perang ini bahkan berimbas pada minat investasi pada angka 1%.  Angka ini dinilai paling rendah dari 2017 lalu.

Kedua negara yang bertikai ini bahkan mendapat imbas yang cukup besar. Di China, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 berada di angka 6,1% dari sebelumnya 6,2%. Angka ini diprediksi akan terus menurun untuk tahun 2020, dimana proyeksi awalnya 6% menjadi 5,7% saja.

Sedangkan Amerika Serikat sebagai negara maju juga harus rela menelan pahitnya imbas perang dagang ini. Pertumbuhan ekonomi yang awalnya di proyeksi berada di angka 2,8% harus turun menjadi 2,4% saja.

2. Pandemi COVID-19

Awal tahun 2020, dunia cukup lega dengan adanya perbaikan harga pada CPO dan Nikel. Namun semua itu hanya menjadi angan – angan saat pandemi COVID-19 menampakkan diri. Hal ini bahkan semakin parah saat COVID-19 menyerang dunia, yang menyebabkan sumber pendapatan negara terguncang.

Pandemi COVID-19 yang menghantam dunia membawa dampak yang sangat besar terhadap keseimbangan perekonomian global. Sektor pariwisata hingga manufaktur yang menjadi sumber pendapatan negara harus ikut terguncang. Hal ini menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi semakin anjlok dan di prediksikan berada di angka 2,9 % selama tahun 2020.

Awalnya, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi berada di angka 3,6% namun direvisi menjadi 3% saja. Melihat kondisi yang semakin mencekam di akhir tahun 2019, proyeksi ini kembali diturunkan menjadi 2,9%. Angka yang sangat rendah untuk pertumbuhan ekonomi 5 tahun terakhir.

Pandemi COVID-19 membuat aktivitas ekonomi dunia bahkan Indonesia semakin melemah. Konsumsi rumah tangga yang semakin merosot juga turut menyumbang anjloknya pertumbuhan ekonomi. Meskipun penerimaan gaji tetap berjalan namun daya beli masyarakat menurun akibat tidak tersedianya komoditas dan keterbatasan ruang gerak.

Nah itulah informasi mengenai penyebab melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di dunia yang menjadi pembahasan kali ini. Secara garis besar, melambatnya pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh perang dagang serta pandemic Covid-19. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat dan menjadi sumber pengetahuan tentang perekonomian global saat ini.

Johnson Manik
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top