Forex

7 Jebakan dalam Trading Forex yang Perlu Diwaspadai

Dalam aktivitas trading forex, perjalanan seorang trader tidak selalu berjalan dengan mulus. Ada kalanya seorang trader membuat sebuah kesalahan. Namun bukan berarti kesalahan adalah sesuatu yang buruk. Pada trading forex, kesalahan merupakan salah satu proses pembelajaran yang dapat diambil sebagai hikmah. Semakin lama seorang trader terjun di dunia trading forex, maka ia juga akan dituntut memiliki pengalaman yang mumpuni. Ini artinya, seorang trader juga dituntut untuk lebih banyak belajar. Pada titik ini, semakin banyak belajar bukan berarti harus semakin banyak membuat kesalahan.

Meski pada prakteknya masih banyak trader yang terjebak pada kesalahan-kesalahan yang dibuatnya. Namun, pada artikel ini kami akan membahas mengenai 7 jebakan dalam trading forex yang perlu diwaspadai. Sehingga dengan membaca artikel ini, diharapkan Anda dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin Anda lakukan dengan tanpa sadar. Untuk itu, simak penjelasan 7 jebakan dalam trading forex yang perlu diwaspadai dalam artikel berikut!

Meremehkan Trading Plan

Tidak seluruh trader memiliki trading plan ketika melakukan jual beli saham ataupun valuta asing. Sebagian besar dari para trader tersebut biasanya hanya asal-asalan membeli atau menjual berdasarkan feeling. Selain itu dapat ditebak bahwa mereka tidak termasuk di antara 5% trader yang sukses.

Seperti yang diketahui, trader yang sukses seringkali membuat sistem trading agar terstruktur dan terencana. Hal ini tentunya berlaku bagi seluruh trader, baik itu trading forex, saham, emas, dan lain sebagainya. Memiliki tujuan yang ditetapkan di awal dan mengetahui kapan harus keluar dari perdagangan membentuk bagian penting dari trading forex sukses. Trading plan atau rencana trading adalah salah satu komponen esensial dalam trading forex dan komoditi. Dengan trading plan, Anda dapat trading dengan lebih terarah, punya target, dan lebih disiplin.

Abai pada pengendalian risiko

Sebagaimana yang diketahui, trading forex merupakan salah satu investasi yang mengandung potensi risiko cukup tinggi. Meski risiko pada forex tidak bisa dihilangkan, namun bukan berarti hal tersebut tak bisa dikendalikan. Ketika memulai trading, banyak orang berfokus pada bagaimana menghasilkan profit maksimal dari pasar. Sayangnya, tidak banyak yang mempelajari manajemen risiko atau risk management.

Banyak trader khususnya pemula yang belum memahami pentingnya konsep manajemen risiko dalam trading forex. Padahal, para trader profesional sudah mengatakan bahwa manajemen risiko merupakan salah satu kunci utama kesuksesan mereka. Pentingnya manajemen risiko dalam trading forex banyak digunakan untuk menuju jalan sukses. Usaha antisipasi kerugian dalam bermain forex perlu direncanakan dengan persiapan yang matang.

7 Jebakan dalam Trading Forex yang Perlu Diwaspadai

7 Jebakan dalam Trading Forex yang Perlu Diwaspadai

Tidak Menggunakan Stop Loss

Fitur Stop Loss merupakan salah satu menu yang disediakan untuk membantu para trader dalam mengelola bisnis trading forex. Fitur ini memang sangat membantu, terutama dalam meminimalisir kerugian jika nilai tukar mata uang yang dipilih melewati batas harga terendah.

Membatasi risiko sangat krusial dan harus dimiliki oleh trader yang tak ingin modal trading mereka habis dalam sekali trading saja. Seperti yang telah diketahui, ada sebuah fakta yang tak terhindarkan dalam trading forex, yaitu harga pasar forex memang sulit diprediksi. Oleh karena itu, alat manajemen risiko seperti stop loss sangat penting untuk digunakan.

Trading Berdasar FOMO

Untuk informasi, FOMO adalah singkatan dari Fear Missing Out, dan memiliki pengertian sebagai rasa takut seorang trader jika ketinggalan mendapatkan profit. Secara singkatnya, FOMO pada trading forex dapat diartikan sebagai aktivitas bertrading hanya karena ikut-ikutan. Trader yang mengalami fenomena FOMO seringkali diliputi perasaan selalu merasa cemas yang berlebihan.

Dapat dikatakan bahwa FOMO memiliki sisi bahaya bagi trader. Untuk diketahui, FOMO dapat menimbulkan sejumlah konsukuensi yang serius bagi diri trader. Karena fenomena FOMO akan terus menggerus kemampuan Anda dalam mengambil keputusan yang benar. Misalnya, hanya dikarenakan takut tidak kebagian profit, trader cepat-cepat dalam membuka posisi meskipun tren harga terlanjur menguat atau bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Meremehkan Margin

Istilah margin pada trading forex secara sederhana dapat diartikan sebagai modal trading yang digunakan dalam setiap transaksi/pembukaan entry. Margin bisa juga diartikan sebagai dana yang Anda jaminkan untuk pembukaan transaksi dalam jumlah lot tertentu. Semakin besar lot yang Anda gunakan, maka semakin besar pula margin yang diperlukan. Sebaliknya, semakin kecil lot yang Anda gunakan, maka semakin kecil pula margin yang diperlukan.

Namun, dalam trading forex juga ada istilah free margin. Meskipun memiliki kata yang hampir mirip, tetapi dalam prakteknya ada perbedaan yang cukup signifikan antara margin dan free margin. Free margin pada trading forex diartikan sebagai dana yang tidak digunakan dalam bertransaksi (dana yang belum terpotong margin).

Bertrading dengan Emosi

Untuk diketahui, kesulitan dalam mengatur psikologi membuat trader akan merasa terus gagal ke depannya. Akibatnya, hal ini bukannya mendapatkan keuntungan, namun justru akan mendapatkan kerugian. Setelah itu, yang terjadi adalah dalam diri trader akan dipenuhi rasa panik yang berlebihan, khawatir yang berkecamuk, dan berpikiran negatif.

Mengetahui bagaimana mengendalikan emosi saat trading dapat membuktikan perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. Kondisi mental Anda memiliki dampak signifikan pada keputusan yang Anda buat, terutama jika Anda baru dalam trading, dan menjaga sikap tenang penting untuk perdagangan yang konsisten.

Mengabaikan Money Management

Ada satu catatan penting pada trading forex, yakni strategi sebagus apapun tidak akan berguna jika Anda sebagai trader tidak menerapkan money management yang baik. Untuk itu, pemahaman yang baik mengenai money management menjadi sesuatu hal yang penting untuk mengontrol kondisi keuangan pada waktu mendapat ancaman dan mampu meraih kesuksesan saat mendapat peluang.

Dalam pengertiannya, istilah money management pada trading forex dijelaskan sebagai tata kelola dana dalam akun trading yang Anda lakukan. Hal tersebut mencakup tentang berapa besar lot di setiap posisi trading, berapa jarak antara harga entry (open position) dengan stop loss (SL) dan target profit yang Anda pilih, serta berapa jumlah maksimal posisi trading yang akan Anda buka dalam satu waktu bersamaan.

Itulah pembahasan mengenai 7 jebakan dalam trading forex yang perlu diwaspadai. Hal-hal yang telah dibahas di atas perlu menjadi perhatian bagi Anda sebagai trader forex. Pasalnya, 7 hal tersebut kerap kali dilupakan oleh banyak trader, sehingga menjebak mereka dalam kegagalan yang tak pernah terpikirkan.

Salam sukses!

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top