Finansial

Akibat Corona, Indonesia Terancam Dilanda Gelombang PHK

Wabah virus corona tidak hanya mengancam kesehatan, tapi juga menyimpan dampak yang mengerikan bagi perekonomian secara domestik maupun global. Di Indonesia sendiri bahkan bisa menimbulkan peluang gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, wabah ini dipercaya memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kondisi saat ini jauh lebih berbahaya bagi perekonomian dibandingkan krisis 2008.

Krisis 2008 saat itu berawal pada tahun 2007, ketika persediaan rumah di Amerika Serikat (AS) untuk masyarakat menengah ke bawah melonjak. Namun saat itu banyak dari nasabah perumahan kelas bawah yang tidak mampu membayar utangnya.

Hasilnya institusi keuangan di AS banyak yang tumbang. Pengaruhnya ke banyak negara. Indonesia terkena imbasnya. Rupiah jatuh ke level Rp 8.000 hingga ke level Rp 12.650. Depresiasi rupiah mencapai 34,86%.

Akibat-Corona,-Indonesia-Terancam-Dilanda-Gelombang-PHK

Akibat Corona, Indonesia Terancam Dilanda Gelombang PHK

Mengenai dampak corona pada ekonomi, Sri Mulyani menjelaskan bahwa virus ini memberi dampak langsung pada sektor riil seperti airlines, hotel dan industri manufaktur. Dari ketiga faktor itu, pengaruhnya juga akan berakhir ke sektor keuangan. Karena pembayaran kredit dunia usaha perbankan akan seret dan membuat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) meningkat.

Dengan kondisi seperti ini, ia siap memberikan stimulus fiskal untuk menyelamatkan sektor riil, pada krisis 2008 lalu stimulus fiskalnya bisa mencapai sekitar Rp 70 triliun.

Sementara itu, Mufti Anam -Anggota Komisi VI DPR RI- berpendapat, pemerintah bisa mendorong seluruh BUMN untuk mempercepat dan mengoptimalkan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) demi menggerakkan ekonomi di tengah ancaman perlambatan imbah wabah corona.

Mufti menjelaskan, ancaman virus corona membawa dampak negatif yang tidak ringan di perekonomian. Misalnya masyarakat menjadi takut beraktivitas dan bepergian. Hal ini akan berdampak pada perputaran uang yang minim, sehingga permintaan barang dan jasa bakal melorot.

Ia juga mendukung cara Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus mendorong BUMN bekerja cepat dan inovatif.

Terkait realisasi belanja modal, Mufti mengharapkan BUMN menggandeng para pelaku usaha lokal, termasuk pengusaha muda dan UMKM, sebagaimana arahan Presiden Jokowi.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top