Finansial

Alert! Beberapa Negara Amankan Diri dari Ancaman Krisis Pangan

Kekhawatiran mengenai potensi ancaman tentang ketahan pangan jadi perhatian dunia. Bahkan beberapa negara sudah melakukan kebijakan larangan ekspor untuk pangan, apalagi Food and Agriculture Organization (FAO) sudah memberi peringatan soal ini. Kondisi pandemi virus Covid-19 semakin mendorong negara-negara memilih untuk mengutamakan pasokan pangan di dalam negeri.

Dalam laporan Why export restrictions should not be a response to Covid-19: Learning lessons from experience with rice in Asia and the Pacific, FAO menjelaskan soal beberapa kebijakan yang sudah diambil oleh negara-negara yang mencoba mengamankan pasokan pangannya di tengah pandemi virus corona.

Badan pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menekankan bahwa kebijakan semacam ini memicu kepanikan, situasi ini dapat dilihat dari pengalaman krisis harga pangan yang terjadi pada tahun 2007-2008 yang lalu, dimana pembatasan soal perdagangan ekspor pangan memicu kenaikan harga.

Negara eskportir beras terbesar ketiga dunia, yakni Vietnam, pada akhir bulan Maret lalu sempat menghentikan kontrak-kontrak untuk ekspor beras. Setelahnya, pada bulan ke empat di tahun ini, kebijakan tersebut dilonggarkan dengan menerapkan aturan kuota ekspor beras. Dan pada akhirnya aturan soal larangan ekspor tersebut dihapus.

Di saat yang sama, Kamboja juga sempat melakukan larangan ekspor beras, selain itu Kamboja juga menyatakan larangan untuk ekspor beras non-wangi, yang dimana jenis beras ini jumlahnya tidak besar dari total ekpor beras negara tersebut, namun aturan ini berakhir pada pencabutan. Tidak hanya Vietnam dan Kamboja, Myanmar juga melakukan hal sama sejak awal bulan April yang lalu, bahkan memberlakukan kuota ekspor sampai dengan bulan Oktober 2020 selagi menunggu panen raya di negara itu.

India, Thailand dan Pakistan adalah negara-negara penghasil beras lainnya yang merupakan eksportir beras terbesar secara berurutan pertama, kedua dan keempat di dunia, dalam catatan FAO negara-negara tersebut belum melakukan larangan mengenai ekspor beras.

Alert! Beberapa Negara Amankan Diri dari Ancaman Krisis Pangan

Alert! Beberapa Negara Amankan Diri dari Ancaman Krisis Pangan

Di dalam negeri, Indonesia, beberapa kebijakan-kebijakan dari negara-negara lain tersebut sudah coba diantisipasi. Budi Waseso -Direktur Utama Perum Bulog- sempat menjelaskan bahwa sejumlah negara sudah mendeteksi adanya kemarau panjang yang akan mengganggu produksi pangan.

Dalam penjelasannya, Buwas -sapaan akrab Budi Waseso- mengatakan, “Ada beberapa negara yang mereka mengutamakan untuk dalam negerinya, untuk masalah pangan. Sehingga mereka tidak akan menjual keluar. Nah ini tentunya juga menjadi antisipasi kita”.

Sebelumnya, PBB sudah memperingatkan mengenai hal ini. Lembaga dunia itu mengatakan bahwa pandemi virus corona yang masih terjadi dan melanda hampir di seluruh negara di dunia, akan mengakibatkan terjadinya bencana kelaparan dan krisis global.

Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), David Beasley, memprediksi bahwa skenario terburuk yang terjadi dari bencana kelaparan ini adalah akan melanda sedikitnya tiga lusin negara. Ia menyebutkan, bahwa konflik, resesi ekonomi, penurunan bantuan dan jatuhnya harga minyak dunia sebagai faktor yang mungkin menyebabkan krisis pangan dan membutuhkan tindakan yang cepat untuk mencegah bencana ini.

Sementara itu, sebelumnya Airlangga Hartarto -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian- mengatakan United States Department of Agriculture (USDA) memproyeksikan produksi padi secara global sepanjang 2019-2020 mencapai 493,8 juta ton atau lebih rendah dari realisasi produksi padi secara global pada 2018-2019 yang mencapai 496,5 ton.

Airlangga menambahkan, negara pengekspor beras seperti Thailand dan Vietnam juga akan memasuki musim kering. Pemerintah kini sedang mempercepat proses produksi padi hingga penyiapan lahan baru di Kalimantan untuk produksi beras.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top