Crypto

Danai Makmek, Tewas Karena Alat Penambangan Bitcoin

Danai Makmek, seorang penambang Bitcoin di Thailand ditemukan meninggal. Ia diduga tersengat listrik usai mencoba menyalakan perangkat buatannya, demi mendapatkan lebih banyak mata uang digital kripto tersebut.

Kisah nahas itu dimulai pada hari Selasa (20/7/2021) lalu, ketika ia dan saudaranya Apiwat Makmek, disebut mendapati alat tambang mereka padam dan hard disk yang digunakan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Seperti yang diketahui, seringkali para penambang Bitcoin menambahkan hard drive untuk meningkatkan kinerja komputernya, yang ditunjang dengan kipas angin agar mesinnya dingin.

Danai kemudian meminta bantuan ke Apiwat, agar memperbaiki rig yang rusak, karena khawatir dia akan kehilangan waktu penambangan yang berharga. Apiwat mengatakan dia berjanji untuk pergi bersama Danai ke teknisi pada keesokan harinya guna memperbaiki sistem.

Namun, karena dilanda rasa khawatir tentang pendapatannya yang akan hilang, Danai memutuskan untuk mencoba dan memperbaiki mesin itu sendiri. Namun yang terjadi, ia akhirnya tewas setelah komputer penambangan Bitcoin miliknya meledak dan aliran listrik menyetrumnya.

Menurut pengakuan Apiwat, Danai tergeletak di samping komputernya. Paramedis pun dipanggil, tapi mereka gagal menyelamatkannya.

Danai Makmek, Tewas Karena Alat Penambangan Bitcoin

Danai Makmek, Tewas Karena Alat Penambangan Bitcoin

“Saya memperingatkan dia tapi dia tidak bisa menunggu. Saya pikir dia panik dan terjaga sepanjang malam untuk memperbaikinya,” kata Apiwat kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Sementara itu, Kolonel Kepolisian Santi Shoosheud mengatakan tidak ada tanda-tanda masuk paksa di kamar pria itu. Selain itu, tidak ada luka yang mencurigakan.

“Kami yakin dia berusaha memperbaiki mesin yang rusak sendiri dan tersengat listrik,” kata Shoosheud.

Tragedi yang dialami oleh Danai tersebut diyakini sebagai korban tewas pertama akibat penambangan mata uang kripto. Hal ini dipicu oleh sejumlah besar listrik yang dibutuhkan untuk menambang telah mengakibatkan kecelakaan.

Sebelumnya, kejadian fatal terkait penambangan kripto juga sempat terjadi pada bulan Februari 2018 silam. Saat itu, satu blok apartemen di dekat kota Vladivostok di Rusia mengalami kebakaran hebat. Hal itu dipicu oleh seorang penduduk yang menyambungkan komputernya ke pasokan listrik utama gedung untuk menambang Bitcoin.

Mengutip dari BBC International hari Kamis (11/2/2021), dilaporkan bahwa berdasarkan hasil riset Universitas Cambridge, Inggris, konsumsi listrik Bitcoin dalam setahun lebih tinggi dari seluruh Argentina.

Tambahan informasi, untuk menghasilkan Bitcoin dilakukan aksi mining atau penambangan dengan melibatkan komputer khusus dan nyatanya kegiatan itu membutuhkan konsumsi daya listrik yang besar. Tak jarang komputer harus bekerja 24 jam selama tujuh hari.

Bahkan, belum lama ini Kepolisian Kota Miri, Serawak, Malaysia menghancurkan sebanyak 1.069 alat mining Bitcoin. Mengutip dari CNBC Internasional hari Minggu (20/7/2021), Asisten Komisaris Polisi Hakemal Hawari menjelaskan bahwa tindakan keras itu dilakukan setelah penambang diduga mencuri listrik senilai US$ 2 juta (Rp 29 miliar) yang disedot dari saluran listrik Sarawak Energy.

Incoming search terms:

  • danai makmek
William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top