Finansial

Dugaan Motif Bisnis Soal DPR Usulkan Cetak Uang Rp 600 T

Dahlan Iskan -mantan menteri BUMN- mengupas mengenai alasan DPR yang terutama fraksi Gokkar soal usulan mencetak uang sebesar Rp 400 – 600 triliun kepada Bank Indonesia (BI) sebagai langkah untuk menyelamatkan ekonomi dari imbas virus corona.

Dalam tulisannya yang berjudul Uang Besar, Dahlan mengungkapkan alasan fraksi Golkar yang sudah dalam keputusan bulat tentang usulan cetak uang ke BI tersebut. Alasan itu diungkapkan oleh Misbakhun, bahwa partainya itu punya kepedulian besar agar ekonomi Indonesia kembali pulih akibat gempuran dari virus corona.

Tentang pembahasan mengenai usulan cetak uang ini dilakukan Dahlan bersama tiga tokoh pada acara webinar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) pada Sabtu (9/5/2020) yang lalu. Tiga tokoh tersebut yaitu, Prof. Dr. Didik J. Rachbini (ekonom Indef), Mukhamad Misbakhun (anggota Komisi XI fraksi Golkar), dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Sutrisno Bachir.

Dalam acara tersebut, adapun pembahasan-pembahasan panas yang ditulis panjang oleh Dahlan Iskan. Dan bisa dibaca pada link berikut ini.

Dalam kesempatan itu, Misbakhun mengatakan, “Golkar sangat peduli bagaimana membangun kembali ekonomi yang hancur ini. Coba, siapa yang tidak setuju cetak uang ini. Tanya mereka, lantas apa jalan keluarnya? Nggak ada kan? Hanya utang kan. Golkar harus cari jalan keluar”.

Menurut anggota Komisi XI fraksi Golkar tersebut, partainya sudah bertekad untuk tetap meneruskan usulan pencetakan uang. Ia pun yakin usulan dari Golkar ini punya posisi yang kuat. Ia juga menambahkan, “Kuat sekali. Apalagi posisi Golkar di pemerintahan sangat kuat. Ketua Umum Golkar, Ir. Airlangga Hartanto kan menjadi Menko Perekonomian”.

Dugaan Motif Bisnis Soal DPR Usulkan Cetak Uang Rp 600 T

Dugaan Motif Bisnis Soal DPR Usulkan Cetak Uang Rp 600 T

Dalam kesempatan yang sama itu, Didik Rachbini terus mengingatkan Misbakhun tentang risiko inflasi tinggi yang akan menghantui usulan cetak uang tersebut. Didik mengingatkan sejarah Indonesia yang sudah pernah merasakan pahitnya krisis ekonomi tahun 1950 akibat dari inflasi tinggi. Ia mengatakan, “Itu pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Syarifuddin Prawinegara dari Partai Masyumi. Inflasi langsung naik 1000%”.

Didik menambahkan, “Saya tidak mengatakan teori yang disampaikan Pak Misbakhun itu salah. Di sini tidak ada salah atau benar. Yang ada adalah risiko-risiko. Mana yang buruk dan mana yang lebih buruk”.

Tapi dalam tulisan itu, Dahlan juga menuliskan bahwa Sutrisno mengingatkan skenario bisnis dibalik usulan cetak uang itu menurut keterangan Dahlan.

“Sutrisno Bachir kelihatannya cocok dengan ide cetak uang itu. Mungkin karena ia juga pengusaha sukses. Hanya ia mengingatkan jangan-jangan ada skenario bisnis di balik cetak uang itu”, tulis mantan dirut PLN itu.

Dahlan menambahkan, Sutrisno menyinggung soal program Kartu Prakerja yang dinilainya juga sangat diperjuangkan Golkar agar terlaksana. Sutrisno menjelaskan, “Motornya semua ini kan Golkar. Kita semua tahu bagaimana Golkar. Coba yang di balik Kartu Prakerja itu siapa?”

Sebelumnya, usulan ini juga pernah ditanyakan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Tetapi mantan redaktur pelaksana bank dunia tersebut mengatakan, bahwa akan ada potensi inflasi yang tinggi jika prosesnya tidak dilakukan dengan cermat.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top