Finansial

DPR Usul Pemerintah dan BI Cetak Uang Rp 600 T Untuk Selamatkan Ekonomi

Untuk tujuan menyelamatkan ekonomi Indonesia dari dampak yang ditimbulkan oleh wabah virus corona, Badan Anggaran DPR RI mengusulkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun.

MH Said Abdullah -Ketua Badan Anggaran- mengatakan, bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah sebagai usaha penanganan untuk mengatasi virus corona, baik penanganan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, maupun akibat yang timbul dari dampaknya terhadap ekonomi.

Dalam keterangan tertulis, Said menyatakan, “Namun melihat besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan, Badan Anggaran DPR RI memperkirakan skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah tampaknya kurang mencukupi”.

Ia menjelaskan bahwa ada hal yang berdasar pada dua hal. Yang pertama adalah ancaman terhadap keringnya likuiditas perbankan sebagai akibat menurunnya kegiatan ekonomi, sehingga menurunnya kemampuan debitur membayar kredit.

Yang kedua, membesarnya kebutuhan pembiayaan APBN yang tidak mudah ditopang dari pembiayaan utang melalui skema global bond, maupun pinjaman internasional melalui berbagai lembaga keuangan.

Dengan dasar dari dua hal tersebut, Badan Anggaran DPR RI merekomendasikan kepada Bank Indonesia dan pemerintah beberapa hal. Salah satunya adalah mencetak uang dengan jumlah Rp 400 – 600 triliun.

DPR Usul Pemerintah dan BI Cetak Uang Rp 600 T Untuk Selamatkan Ekonomi

DPR Usul Pemerintah dan BI Cetak Uang Rp 600 T Untuk Selamatkan Ekonomi

Menanggapi hal ini, Perry Warjiyo -Gubernur BI- menjelaskan, bahwa pencetakan uang berarti bank sentral menambah uang yang beredar. Jika tidak mampu akibat kelebihan likuiditas, maka likuiditas tersebut tidak bisa diserap kembali.

Perry mengungkapkan, pada periode 1998 angka inflasi mencapai 67 persen akibat pencetakan uang. Hal ini berbeda dengan operasi moneter dan penambahan likuiditas di perbankan.

Usulan mengenai pencetakan uang hingga Rp 600 triliun oleh Badan Anggaran DPR RI ini sebelumnya pernah ditanyakan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun, menurut mantan direktur pelaksana bank dunia tersebut, akan ada potensi inflasi tinggi yang mengikuti usulan cetak uang tersebut jika prosesnya tidak dilakukan dengan cermat.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi akan terjadi inflasi tinggi yang melanda Indonesia akibat pencetakan uang ratusan triliun itu.

Ia menyayangkan usulan DPR ini yang diberikan tanpa kajian secara menyeluruh. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah dihadapi dengan prediksi krisis pangan, jangan lagi ditambah dengan potensi inflasi yang tinggi.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top