Forex

3 Indikator Volume Market Forex yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

3 Indikator Volume Market Forex yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

3 Indikator Volume Market Forex yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

Pada prakteknya, indikator Volume pada trading forex dapat memberikan informasi mengenai jumlah kontrak atau lot yang ditradingkan. Dapat dikatakan bahwa salah satu dari beberapa tipe dari indikator yang mendasari nilainya tidak hanya pada harga.

Volume pada trading forex sendiri tentunya tergantung pada periode yang dipilih. Jumlah dari sekuritas yang ditradingkan pada suatu waktu tertentu dapat memberikan sebuah indikasi sebuah tren akan tetap berlangsung atau akan membalik.

Kerap kali, banyak trader forex yang menganggap bahwa keberadaan indikator Volume adalah sesuatu yang asing. Bahkan ada pula trader yang tidak tahu sama sekali cara menggunakan indikator Volume itu sendiri. Lantas, bagaimana dengan Anda?

Pada kesempatan kali ini, mari membahas tentang indikator Volume yang terdapat pada trading forex. Sekaligus mengulas 3 indikator Volume market forex yang perlu dan penting untuk Anda ketahui. Untuk lebih lengkapnya, silahkan menyimak ulasannya pada artikel berikut ini!

Baca Juga: Strategi Trading Forex Volume yang Penting untuk Diketahui

Apa Itu Indikator Volume?

Dalam penjelasannya, indikator Volume diterjemahkan sebagai indikator yang digunakan untuk menunjukkan jumlah transaksi yang terjadi dalam suatu aktivitas perdagangan pada suatu sesi. Indikator ini dapat memberikan Anda kemampuan untuk melihat pembelian profesional, penjualan profesional dan tidak ada permintaan. Pada intinya, dengan menggunakan indikator Volume seorang trader dapat merasa semakin yakin untuk mengambil keputusan dalam melakukan order buy atau sell suatu pair.

Secara garis besarnya, bahwa dalam indikator ini, Volume dicatat dalam bentuk batangan-batangan yang dikenal dengan nama Volume Bar. Alat biasanya terpasang pada bagian bawah chart. Volume Bar yang tinggi melambangkan jumlah perdagangan besar pada saat itu, atau bisa pula disebut menujukkan minat partisipasi yang besar. Sedangkan Bar yang pendek mencerminkan jumlah aktivitas yang minim atau kurangnya minat dari pelaku pasar.

Apa Saja 3 Indikator Volume yang Perlu Diketahui?

Setidaknya terdapat 3 indikator Volume yang perlu dan penting untuk Anda ketahui. Berikut jenis dan penjelasan secara lengkapnya!

On Balance Volume

Dijelaskan bahwa indikator On Balance Volume atau yang sering disingkat dengan OBV, adalah teknikal indikator momentum yang menghubungkan volume dengan perubahan harga. Indikator ini diperkenalkan oleh Joseph Granville dan mempopulerkan teknik tersebut pada tahun 1963 dalam bukunya yang berjudul “Granville’s New Key to Stock Market Profits”.

OBV dianggap sebagai indikator yang cukup sederhana. Indikator ini digunakan oleh analis teknis untuk menentukan perubahan aliran volume. Indikator OBV menggunakan total kumulatif volume trading negatif dan positif untuk memperkirakan arah harga.

Baca Juga: 4 Tips Trading Forex Modal Kecil Tapi Untung Besar

Dalam trading forex, indikator OBV umumnya digunakan untuk mengkonfirmasikan pergerakan harga, apakah sedang downtrend ataupun uptrend. Saat harga di pasar naik, maka indikator OBV ini juga akan naik. Begitu pula sebaliknya. Bila harga sedang turun, maka OBV ikut menurun. Idealnya, volume mengonfirmasi tren pasar. Namun, berhubung kondisi pasar tidak selalu ideal, maka ada kemungkinan harga pasar masih tetap meskipun OBV naik.

Untuk informasi, indikator OBV menggunakan pendekatan sederhana untuk menghitung data pada grafik. Jika harga penutupan saat ini di atas harga penutupan sebelumnya, maka volume ditambahkan ke OBV. Selanjutnya jika harga penutupan saat ini sama dengan harga sebelumnya, maka volume-nya tidak berubah. Sedangkan jika harga penutupan saat ini berada di bawah harga sebelumnya, maka harga terakhir dikurangkan dari harga penutupan saat ini.

Money Flow Index

Pada pengertiannya, indikator Money Flow Index, atau yang biasa disebut dengan MFI adalah indikator jenis Oscillator yang hampir mirip dengan indikator Relative Strength Index (RSI). Namun yang membedakan antara indikator ini dengan jenis Oscillator adalah, bahwa MFI memperhitungkan besarnya volume dan menyertakan faktor besaran volume. Maka dapat dikatakan bahwa indikator MFI lebih mencerminkan dinamika pergerakan pasar yang tidak hanya terpatok pada besaran harga saja.

MFI sendiri merupakan instrumen yang lebih cocok untuk trader berpengalaman. Ini mengacu pada jenis Oscilator teknis yang memungkinkan untuk mengevaluasi arus keluar dan masuk uang. Faktanya, ini membantu untuk mengukur pergerakan harga selama periode tertentu. Dalam praktenya, volume itu sendiri tampaknya tidak menjadi tolok ukur utama momentum. Trader harus mengawasi cara pasar bereaksi terhadap pergerakan harga, perubahan, dan Pivot.

Secara penggunaanya dalam trading forex, indikator MFI memiliki fungsi untuk menganalisa pasar dengan teknik analisa teknikal. Yakni sebagai indikasi awal untuk melihat akan terjadinya pembalikkan arah tren atau untuk mengetahui terjadi harga market sudah overbought atau oversold. Overbought artinya titik harga sudah jenuh beli, dan oversold artinya adalah titik harga sudah jenuh jual.

Accumulation/Distribution

Sekadar informasi, bahwa indikator Accumulation/Distribution atau Indikator Akumulasi/Distribusi ditentukan oleh perubahan harga dan volume. Volume bertindak sebagai koefisien pembobotan pada perubahan harga – semakin tinggi koefisien (volume), semakin besar kontribusi perubahan harga (untuk periode waktu ini) akan berada dalam nilai indikator.

Indikator ini termasuk dalam jenis indikator pengukur volume market. Seperti yang diketahui, pada awal penciptaannya, indikator ini digunakan untuk memilih jenis saham. Namun seiring berjalannya waktu, dengan fitur-fitur yang terus ditambahan indikator ini juga digunakan untuk pasar forex.

Baca Juga: 6 Pilihan Alternatif Strategi Trading Forex bagi Pemula

Indikator Accumulation/Distribution adalah peningkatan dan modifikasi dari indikator On Balance Volume (OBV) karena mempertimbangkan harga dan volume. Namun, dibutuhkan hubungan antara harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close), dan kisaran (range) harga menjadi pertimbangan dan bukan hanya harga penutupan (close).

Secara fungsinya, indikator Accumulation/Distribution berguna untuk menentukan tren apa yang sedang mendominasi pasar. Apakah trens sedang naik (membeli) atau turun (menjual) serta mengkonfirmasi perubahan harga dengan cara mengukur masing-masing volume penjualan.

Kesimpulan

Itulah ulasan lengkap terkait dengan jenis indikator Volume market forex yang perlu dan penting untuk Anda ketahui. Apabila Anda tetap melakukan trading dengan strategi indikator volume, sebaiknya Anda memilih broker besar yang sangat likuid. Hal ini karena akurasi Volume pada live account jauh lebih akurat dari demo account.

Selamat mencoba!

William Adhiwangsa
Latest posts by William Adhiwangsa (see all)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement
To Top