Forex

Panduan Bertrading dengan Indikator Relative Strength Index (RSI)

Seperti yang telah diketahui, analisis teknis merupakan sebuah metode yang digunakan untuk memprediksi soal pergerakan harga dan tren pasar di masa depan, yang menggunakan atau mempelajari grafik pasar di masa lalu dan membandingkannya dengan grafik yang ada pada saat ini.

Selain itu, analisis teknis juga dapat digunakan untuk mempelajari mengenai pola dari perilaku pasar yang telah lama diakui sebagai faktor yang signifikan dalam hal pergerakan harga.

Dalam berbagai jenis pola yang dapat terbentuk pada pasar, selalu ada kemungkinan yang menunjukkan bahwa pola tersebut dapat bergerak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Pada artikel kali ini, mari kita membahas mengenai salah satu indikator forex yang berhubungan dengan kondisi pasar, yakni Relative Strength Index (RSI).

Pengertian RSI:

RSI adalah indikator momentum yang sangat populer yang telah ditampilkan dalam sejumlah artikel, wawancara, dan buku selama bertahun-tahun. RSI sendiri merupakan indikator yang dirancang oleh seorang analis teknikal bernama J. Welles Wilder dalam bukunya yang berjudul ‘New Concepts in Technical Trading Systems’.

Indikator RSI memiliki kegunaan hampir sama dengan indikator Stochastic yaitu menunjukkan kondisi pasar yang sedang overbought atau oversold. RSI memiliki satu garis yang membantu untuk menentukan kekuatan dari tren yang sedang berlangsung pada suatu instrument trading (sekuritas) dan juga kemungkinan titik reversalnya.

RSI membandingkan nilai absolut dari pertumbuhan harga pasangan mata uang yang sedang diperdagangkan selama periode waktu tertentu dengan level jatuhnya pada periode waktu yang sama.

Panduan Bertrading dengan Indikator Relative Strength Index (RSI)

Panduan Bertrading dengan Indikator Relative Strength Index (RSI)

Cara Penggunaan RSI:

Dalam menggunakan pada Meta Trader 4 sangatlah mudah, Anda sebagai trader hanya perlu memahami pergerakan harga yang tercantum di dalam indikator RSI. Setelah mengaplikasikan di dalam chart, periode yang digunakan dalam indikator RSI ini biasanya menggunakan periode 14, yang disarankan juga oleh Wilder di dalam bukunya.

Dalam menganalisa indikator RSI di dalam chart Meta Trader 4, yaitu RSI berosilasi antara nol dan 100. Menurut Wilder, RSI dianggap overbought ketika di atas 70 dan oversold ketika di bawah 30.

RSI tidak seagresif Stochastic. RSI termasuk indikator yang jarang memunculkan sinyal buy atau sell. Oleh sebab itu RSI mungkin tidak cocok bagi trader yang agresif, yaitu trader yang ingin melakukan transaksi sebanyak dan sesering mungkin.

Sinyal trading utama dari indikator RSI adalah divergen (perbedaan perilaku harga pasangan mata uang dan pembacaan indikator). Jika harga membuat dua high yang naik dan RSI menunjukkan dua high yang menurun di saat yang bersamaan, maka hal ini mengindikasikan pelemahan tren bullish, yang bisa berujung pada reversal tren saat ini atau potensi gerakan koreksi ke arah yang berlawanan. Hal sebaliknya juga berlaku pada tren bearish.

Kelebihan RSI:

1. Pada pergerakan harga yang sedang sideways, bisa menunjukkan keadaan overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).
2. Pada pergerakan harga yang sedang trending (baik uptrend maupun downtrend), bisa menunjukkan keadaan terjadinya divergensi, baik divergensi bullish maupun divergensi bearish.

Kekurangan RSI:

1. Responsnya lambat karena nilai RSI dihitung setelah harga muncul.

Tips Menggunakan Indikator RSI:

1. Pada kondisi trend yang sedang kuat, abaikan overbought dan oversold indikator RSI.
2. Perhatikanlah level 50 pada indikator RSI (center line).
3. Penggunaan parameter indikator RSI perlu disesuaikan dengan time frame trading.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top