Finansial

JP Morgan Bayar Denda Rp 13 T Karena Terlibat Manipulasi Perdagangan

Terlibat atas dugaan manipulasi perdagangan berjangka terkait logam mulia dan obligasi, JP Morgan Chase sepakat untuk membayar denda. Denda yang dimaksud sebesar US$ 920 juta. Angka ini jika dikalkulasi dengan Rupiah (kurs Rp 14.900) maka ditemukan besaran jumlah Rp 13,7 triliun.

Regulator keuangan AS dan Departemen Keuangan AS mengatakan, para trader di JP Morgan menggunakan taktik yang dikenal sebagai ‘spoofing’ selama delapan tahun. Spoofing adalah ketika pedagang mengirimkan sinyal perdagangan ke pasar, tanpa niat membeli atau menjual pada harga tersebut, melainkan hanya untuk menggerakkan pasar ke satu arah atau lainnya.

Dalam kasus pasar surat utang AS, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengatakan, trader JP Morgan mengirimkan dua perdagangan yang ingin mereka tindaklanjuti sebagai perdagangan palsu. Tujuannya, menggunakan spoof untuk mendorong pasar ke arah tertentu.

Melansir dari CNN hari Rabu (30/9/2020) ini, James McDonald -Direktur Penegakan Divisi CFTC- mengatakan, “Tindakan ini mengirimkan pesan penting bahwa jika anda terlibat dalam praktik perdagangan yang manipulatif dan menipu, anda akan ditangkap, dihukum, dan dipaksa untuk menyerahkan keuntungan haram anda”.

Komentar juga datang dari Heath Tarbet -Ketua CFTC- yang mengatakan, “Spoofing adalah murni ilegal dan sederhana”.

JP Morgan Bayar Denda Rp 13 T Karena Terlibat Manipulasi Perdagangan

JP Morgan Bayar Denda Rp 13 T Karena Terlibat Manipulasi Perdagangan

Heath juga menjelaskan, “Tindakan penegakan aturan ini menunjukkan komitmen CFTC untuk bersikap keras terhadap mereka yang dengan sengaja melanggar aturan kami, tidak peduli siapa mereka. Upaya untuk memanipulasi pasar kami tidak akan ditoleransi”.

Direktur Divisi Penegakan SEC juga berkomentar. Ia mengatakan, “JP Morgan Securities merusak integritas pasar kami dengan skema ini”.

Dalam rilis yang terpisah, Komisi Sekuritas dan Bursa menyebutkan, bahwa setelah trader menerima harga yang menguntungkan untuk pesanan yang sah, maka perdagangan yang palsu segera dibatalkan.

Sementara itu, Daniel Pindo -Co President JP Morgan- menyatakan, “Perilaku individu yang dirujuk dalam resolusi hari ini tidak dapat diterima dan mereka tidak lagi bersama perusahaan”.

Secara lebih rinci, JP Morgan akan membayar denda 436,4 juta dolar AS, restitusi 311,7 juta dolar AS dan pembayaran lebih dari 172 juta dolar AS untuk mengganti kerugian investor, menurut CFTC, seperti dilansir di The Guardian, Selasa. Ini menjadi settlement terbesar yang pernah dilakukan regulator derivatif.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top