Finansial

Kena PHK Imbas Corona? Daftar Saja ke Disnakertrans Agar Dapat Insentif

Dampak virus corona di Indonesia terus berpengaruh terhadap ekonomi negara agraris ini. Perusahaan di beberapa sektor terkena dampak negatif sehingga diantaranya ada yang berhenti produksi, memotong gaji, hingga paling buruk adalah PHK massal. Pemerintah pusat dan daerah sedang memutar otak untuk menangani dua masalah: wabah virus dan dampaknya terhadap ekonomi.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta sedang mendata pekerja yang dirumahkan tanpa menerima upah (unpaid leave) karena pemutusan hubungan kerja.

Pekerja yang terkena imbas pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat virus corona, bisa mendaftarkan diri melalui link: bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19 atau bisa juga dengan mengirim e-mail ke disnakertrans@jakarta.go.id dan mengunduh formulir di bit.ly/formulirkartuprakerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, bahwa data para pekerja yang dihimpun dinasnya kemudian akan diserahkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Sementara itu, pihak pemerintah Indonesia menyatakan akan mempercepat penyaluran Kartu Pra Kerja meski wabah Covid-19 masih menjadi ancaman. Usaha ini dilakukan untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena PHK dan bagi para pekerja harian yang penghasilannya terdampak oleh pandemi wabah penyakit ini.

 Kena PHK Imbas Corona? Daftar Saja ke Disnakertrans Agar Dapat Insentif


Kena PHK Imbas Corona? Daftar Saja ke Disnakertrans Agar Dapat Insentif

Airlangga Hartanto -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian- mengungkapkan, nantinya peserta program Kartu Pra Kerja akan mendapat insentif dan bantuan pelatihan totalnya Rp 3.550.000.

Total angka pada insentif Kartu Pra Kerja yang akan didapat oleh peserta meliputi biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, lalu insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Setiap peserta program Kartu Pra Kerja hanya dapat mengikuti program sebanyak satu kali. Insentif ini akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan.

Untuk Kartu Pra Kerja sendiri baru akan diuji coba terlebih dahulu di 3 daerah yakni Batam, Manado, dan Bali. Pemerintah telah merevisi untuk menambah anggaran program ini yang sebelumnya sebesar Rp 10 triliun diubah menjadi Rp 20 triliun.

Untuk pendaftaran Kartu Pra Kerja akan segera dibuka mulai bulan April ini. Sedangkan pendaftaran yang terkena imbas dampak Covid-19 oleh Dinaskertrans DKI Jakarta paling lambat adalah tanggal 4 April 2020.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top