Finansial

Masih Marak Pompom Saham, BEI Beri Himbauan

Untuk diketahui, terkait fenomena pompom saham masih kerap terjadi seiring dengan jumlah kenaikan investor pemula saat pandemi Covid-19. Fenomena itu membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau agar investor berhati-hati saat memasuki pasar. Sebagai informasi, pompom saham sendiri merujuk pada istilah untuk menghasut agar orang membeli suatu saham. Biasanya, oknum menggunakan cara dengan memberikan kesan bagus untuk perusahaan tersebut.

Saham pompom juga sama dengan saham gorengan, yakni saham lapis tiga (third layer). Saham pompom itu dinaikkan dengan cepat oleh bandar saham sehingga saham perusahaan tersebut ‘terlihat‘ baik. Mereka adalah oknum yang tidak mengajak orang secara langsung, tetapi mereka membentuk opini publik yang secara tidak langsung bisa terbujuk membeli saham tertentu.

Kata dasar dari pompom saham ini adalah ‘pump‘ atau memompa. Jika suatu benda dipompa secara terus menerus maka akan semakin besar dalam waktu cepat. Karena itulah pompom saham dipompa agar harga semakin tinggi dalam waktu singkat oleh bandar saham.

Terkait hal ini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Sihar Manullang mengingatkan, para investor pemula sebaiknya memperkaya pengetahuan dan literasi tentang pasar modal terlebih dahulu.

Masih Marak Pompom Saham, BEI Beri Himbauan

Masih Marak Pompom Saham, BEI Beri Himbauan

Dalam siaran pers-nya hari Selasa (29/6/2021), Kristian mengatakan, “Investasi sebaiknya dibekali dengan pengetahuan serta informasi, dan tidak dilakukan hanya karena ikut-ikutan orang lain. Kami mengajak seluruh masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal, khususnya saham, agar belajar terlebih dahulu”.

Ia juga berharap kepada investor pemula untuk mencari informasi mengenai saham yang akan dibelinya. Informasi yang paling penting terdapat dapat laporan keuangan perusahaan tercatat. Informasi lainnya soal perusahaan juga bisa diakses dalam keterbukaan informasi BEI. Dua hal ini sudah tersedia dalam website IDX/BEI.

Selain itu, Kristian juga menambahkan bahwa terdapat beberapa kebijakan bursa efek yang dapat diakses untuk membantu investor pemula. Yakni, pengumuman Unusual Market Activity (UMA), Notasi Khusus, dan pengumuman suspensi saham. Selain itu, ada tindakan pengawasan dengan menerapkan immediate action sejak tahun 2020.

Tidak hanya itu saja, Kristian bahkan menganjurkan bagi investor pemula untuk mengikuti beragam program edukasi soal saham. Di BEI, ada program edukasi yang bekerja sama dengan sekuritas anggota bursa, salah satunya Sekolah Pasar Modal.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top