Forex

Mengenal Indikator Keltner Channel pada Trading Forex

Trading forex memang dikenal sebagai salah satu jenis investasi yang memiliki banyak sekali indikator. Indikator yang terdapat pada trading forex sendiri memiliki fungsi untuk membaca arah harga pada pasar. Indikator pada forex adalah termasuk dalam analisa teknikal. Secara kegunaan, analisa teknikal ini bisa membantu untuk mengetahui dan mempelajari karakter pergerakan harga.

Selain analisa teknikal, forex juga memiliki analisa fundamental. Perbedaan antara analisa teknikal dan analisa fundamental terletak pada subjek-nya. Jika pada analisa teknikal menitik beratkan pada indikator dan sinyal, dan secara khusus membutuhkan grafik. Sementara pada analisis fundamental, yaitu membicarakan perihal faktor-faktor mendasar yang memengaruhi situasi perekonomian.

Seperti yang diketahui, tanpa adanya analisa, trading hanya akan menjadi seperti ajang perjudian. Dimana trader hanya akan berusaha menebak-nebak mengenai langkah-langkah selanjutnya dan bergantung pada keberuntungan untuk mendapatkan keuntungan. Kali ini, mari kita membahas salah satu indikator yang terdapat pada analisa teknikal yaitu, indikator Keltner Channel. Untuk lebih jelasnya mengenai indikator ini, silahkan membaca artikel ini hingga tuntas.

Apa itu indikator Kelter Channel?

Keltner Channel adalah indikator teknis yang dapat diterapkan pada grafik harga forex atau jenis grafik harga lainnya. Keltner Channel sangat mirip dengan Bollinger Bands, jadi jika Anda memahami apa itu Bollinger Bands dan cara penghitungannya, tidak sulit bagi Anda untuk memahami Keltner Channel. Meski indikator ini kurang dikenal tetapi layak mendapatkan apresiasi yang lebih luas daripada yang didapatnya. Sebab, Kelter Channel dapat digunakan untuk secara efektif mengidentifikasi kondisi pasar yang sedang tren atau mulai serta poin yang baik untuk entry trading.

Untuk informasi, Keltner Channel merupakan indikator analisis teknis klasik yang dikembangkan oleh Chester W. Keltner pada tahun 1960 dan pertama kali dikenalkan dalam bukunya yang berjudul “How to Make Money in Commodities“. Kemudian Linda Bradford Raschke menerbitkan perubahan untuk Keltner Channel dengan memberikan lebih banyak analisa data. Indikator Keltner Channel sendiri merupakan kombinasi antara dua indikator teknikal, yaitu Moving Average dan Average True Range (ATR).

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Keltner Channel sangat mirip dengan Bollinger Bands. Meski begitu, antar keduannya memiliki perbedaan. Yakni, bahwa pita atas dan bawah Bollinger Bands digambar oleh pengukuran deviasi standar dari rata-rata pergerakan pusat sebagai lawan dari ATR Keltner Channel, dan garis tengah Bollinger Pita menggunakan simple moving average (SMA) sedangkan garis tengah dari Keltner Channel menggunakan exponential moving average (EMA).

Mengenal Indikator Keltner Channel pada Trading Forex

Mengenal Indikator Keltner Channel pada Trading Forex

Rumus Menghitung Menggunakan Indikator Keltner Channel

Sebelum melakukan aktivitas trading memakai Keltner channel, sangat penting bagi trader untuk memahami lebih dulu mengenai apa itu Keltner channel. Dengan mengetahui bagaimana Keltner Channel terbentuk, Anda sebagai trader akan lebih mampu dalam melihat mana kelemahan dan kekuatan dari indikator ini. Termasuk juga cara menghitungnya.

Adapun rumus untuk menghitung Keltner Channel adalah sebagai berikut:

Garis Atas = EMA + (ATR x jumlah aset)
Garis Tengah = EMA
Garis Bawah = EMA – (ATR x jumlah aset)

Adapun cara membaca volatilitas melalui indikator Keltner Channel cukup mudah. Jika harga menembus grafik harga ke atas atau ke bawah kedua pita Keltner Channel, maka dapat dipastikan volatilitas tinggi sedang terjadi. Apabila harga menembus grafik atas, maka ada potensi tren bullish. Sebaliknya tren bearish akan terjadi jika harga menembus ke bawah kedua pita Keltner Channel.

Menggunakan Indikator Keltner Channel pada Trading Forex

Dalam trading tren dengan Keltner Channel, langkah pertama adalah menggunakan indikator untuk menentukan apakah tren saat ini ada, dan ke arah mana. Ini dapat dipastikan dengan mudah: apakah channel-nya miring ke atas, miring ke bawah, atau tidak keduanya. Jika ada kemiringan, hal itu menandakan adanya suatu trend, dan arah trend tersebut. Semakin lama indikator tersebut miring ke arah yang sama, semakin kuat trennya, dan semakin curam kemiringannya, semakin kuat trennya.

Keltner Channel sangat berguna karena mampu membuat tren terlihat lebih jelas lagi. Saat satu aset mengalami tren naik, umumnya akan menyentuh garis paling atas, atau sangat dekat. Bahkan untuk beberapa kondisi, tren kenaikan akan menembus garis paling atas dari Keltner Channel.

Keltner Channel harus diatur supaya bisa menampilkan informasi valid dari market. Dengan kata lain, jika harga terus naik tapi tak menyentuh garis paling atas, maka channel yang dibuat berarti terlalu lebar. Lalu jika harga terus naik tapi sesekali menyentuh garis paling bawah, berarti channel terlalu sempit.

Itulah ulasan mengenai indikator Kelter Channel yang terdapat pada trading forex. Sebagai tambahan, indikator Kelter Channel memang memiliki kelebihan yakni indikator tersebut menawarkan kemudahan dalam membaca tren secara jelas. Meski begitu, seperti indikator umumnya, Keltner Channel pun tak luput dari kekurangan. Yakni, kurang efektif untuk menentukan saat-saat posisi penutupan, sehingga direkomendasikan bahwa para trader menggunakan indikator tersebut sebagai standar posisi buka.

Semoga bermanfaat!

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top