Forex

Mental Adalah Modal Utama Dalam Trading Forex

Setiap trader, baik yang sudah sukses sekali pun, pernah mengalami kerugian dari trading yang dilakukannya. Akan datang masanya di mana trader berpengalaman pun gagal untuk memprediksi arah pergerakan mata uang di pasar forex.

Bedanya trader berpengalaman dengan trader pemula adalah di kondisi mentalnya. Trader pemula biasanya akan langsung menyerah setelah mereka gagal, namun trader yang berpengalaman akan melakukan review untuk melihat di manakah ia melakukan kesalahan dan kemudian mencoba lagi tanpa mengulangi kesalahan tersebut.

Terkadang seorang trader sudah tidak tahan dan akhirnya menyerah karena terus merasakan kerugian, hal itu bukan karena uangnya yang sudah habis melainkan semangatnya yang sudah tidak ada lagi. Inilah yang membuat para trader berhenti “modal psikolog” mereka sudah abis.

Kekuatan psikologis pada seorang trader bisa dilihat lewat kemampuannya bertahan secara mental, tentu saja dari sekian banyak dampak psikologis yang biasa dialami dengan menjadi trader. Simpelnya, kualitas mental seorang trader akan terlihat dari bagaimana ia bereaksi ketika mengalami kerugian atau memperoleh keuntungan, apakah ada efek buruk atau tidak.

Mental Adalah Modal Penting Dalam Trading Forex

Mental Adalah Modal Penting Dalam Trading Forex

Jika anda kurang berhati-hati saat mengalami kerugian dan memperoleh keuntungan, maka akan memberikan dampak buruk bagi kualitas trading anda seterusnya.

Di sisi lain, mental trader yang berturut-turut dihempas kerugian juga bisa runtuh. Bisa saja ia kemudian akan kehilangan kepercayaan diri dan menolak untuk mengevaluasi strategi trading yang ia pergunakan karena ia yakin bahwa strategi tersebut tak berguna.

Sebagai trader, anda tidak hanya berkewajiban untuk memperbesar uang modal tetapi juga memperkuat mental Anda. Anda harus mempelajari bagaimana cara memperkuat mental melalui pengalaman trading, entah itu manis atau pahit, loss or profit.

Ketika Anda mengalami kerugian, sebesar apa pun, jangan sampai kerugian itu mempengaruhi mental anda ketika melakukan transaksi selanjutnya.

Anda harus benar-benar bisa melihat bahwa masing-masing transaksi itu adalah transaksi yang berbeda. Jika tidak, anda akan selamanya dihantui kerugian yang sesungguhnya telah berlalu itu.

Sebaliknya ketika Anda baru saja mengecap keuntungan, penting bagi Anda untuk tetap memperlakukan transaksi yang selanjutnya sebagai transaksi yang memungkinkan terjadinya kerugian. Maka tidak ada alasan untuk merasa jumawa dan mengabaikan setiap resiko yang mungkin bisa muncul.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top