Forex

Panduan Singkat Bertrading Forex dengan Candlestick Shooting Star

Dalam dunia trading forex, analisis teknikal memungkinkan Anda sebagai trader untuk membuat prediksi berdasarkan data historis dari pergerakan harga. Secara fungsi, analisis teknikal dapat membantu Anda dalam memahami level pembukaan trading (dari level mana harga akan berubah selama pergerakannya). Bagaimana cara terbaik untuk mengamati kenaikan dan penurunannya? Ya, betul, dengan menggunakan grafik.

Dalam grafik pada trading forex, candlestick Jepang adalah teknik pembuatan grafik yang populer digunakan oleh banyak trader, tidak terkecuali candlestick Shooting Star. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai pola candestick Shooting Star dan tentang penggunaannya untuk trading forex. Untuk itu, simak artikel ini hingga tuntas!

Candlestick Shooting Star

Shooting Star adalah mode pembalikan bearish. Ketika harga didorong ke atas tetapi segera jatuh kembali, garis bayangan atas yang panjang akan terbentuk pada grafik, sehingga akan terbentuk Shooting Star. Garis bayangan atas setidaknya harus sepanjang setengah candlestick. Selain itu, harga penutupan harus mendekati bagian bawah lilin. Hal ini menciptakan struktur bearish keseluruhan karena harga tidak dapat dipertahankan pada level tinggi.

Shooting Star atau yang disebut dengan bintang jatuh, adalah satu diantara candle pattern yang dipercaya sanggup dalam memprediksi pasar beserta harga yang sedang berjalan. Pada intinya candlestick ini memberi kisah atau skema analitis kondisi bearish yang awalnya terjadi pembalikan keadaan bullish menjadi bearish. Dinamakan bintang jatuh karena candlestick ini mirip bentuk bintang yang jatuh karena bermula tren harga ada di atas tetapi terjun menjadi pembalikan ke harga turun dan melewati harga di saat pembukaan trend.

Panduan Singkat Bertrading Forex dengan Candlestick Shooting Star

Panduan Singkat Bertrading Forex dengan Candlestick Shooting Star

Formasi Shooting Star adalah pola pembalikan turun yang hanya terdiri dari satu candlestick. Pola terbentuk ketika harga terdorong naik dan segera ditolak turun sehingga meninggalkan sumbu panjang ke atas. Panjang sumbu setidaknya setengah dari total panjang candlestick Shooting Star. Secara singkat, Shooting Star dijelaskan sebagai salah satu sinyal bearish dan mengindikasikan penurunan harga lebih lanjut. Ketika hendak membuka transaksi, sebaiknya menunggu konfirmasi pembalikan tren (candle bearish berikutnya).

Ciri Candlestick Shooting Star:

1. Sinyal ini terdiri atas satu candle yang bisa Anda lihat pasca-tren bullish yang panjang.
2. Candle bisa memiliki warna yang berbeda, tetapi sinyal bearish akan lebih kuat dibandingkan bullish.
3. Bentuk body candle mirip persegi.
4. Upper shadow candle minimal 2 kali lebih besar dari body. Upside shadow bisa sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Jenis candle ini (dengan satu long shadow) juga bisa disebut dengan pin bar.

Kelebihan Candlestick Shooting Star:

1. Mudah dikenali
2. Dapat diandalkan secara wajar jika semua kriteria terpenuhi
3. Cocok untuk tetapi tidak terbatas pada trader pemula

Kekurangan Candlestick Shooting Star:

1. Candlestick Shooting Star tidak selalu menentukan perdagangan pendek.
2. Konfirmasi diperlukan -justifikasi teknikal/fundamental lebih lanjut
3. Tidak menutup kemungkinan jika terbentuk candle ini bisa jadi trend melanjutkan pergerakannya lebih tinggi atau lebih rendah (tergantung trend yang sedang terjadi).

Itulah pembahasan singkat mengenai candlestcik Shooting Star yang terdapat pada dunia trading forex. Diharapkan, setelah membaca ulasan ini, wawasan Anda mengenai dunia trading menjadi bertambah luas.

Salam sukses!

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top