Finansial

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Di Masa Pandemi

Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak Corona mulai muncul dan berkembang sejak Desember 2019 silam, sudah banyak mengakibatkan perbedaan tatanan dunia. Baik dalam dunia kesehatan, ekonomi, pendidikan, hiburan hingga politik dan pemerintahan. Namun sebenarnya bagaimana proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ada di dunia dan khususnya Indonesia di tengah-tengah pandemi saat ini?

Jelas sekali ada banyak hal yang berubah di dalam musibah dan wabah pandemi sekarang ini dari sektor ekonomi yang seolah lumpuh dan merosot. Kemerosotan inilah yang kemudian banyak menuai kesengsaraan berbagai kepala keluarga di dunia dan khususnya Indonesia.

Namun sebenarnya bagaimana gambaran proyeksi ekonomi dunia di masa pandemi saat ini?

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Di Masa Pandemi

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Di Masa Pandemi

1. Banyak Perusahaan Melakukan Penurunan Jumlah Produksi Barang

Jelas proyeksi pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah pandemic ini diberbagai perusahaan adalah nampaknya penurunan jumlah produksi barang yang ada. Hal ini menjadi tanda perusahaan tetap menjaga kegiatan produksi dengan strategi baru agar tidak melahirkan kerugian. 

Tentu saja ditengah pandemic sekarang ini tingkat pembelian konsumen terhadap suatu barang akan mengalami penurunan bukan? Hal inilah yang kemudian dipandang dan disikapi oleh banyak perusahaan dengan mengubah pola produksi yang ada sebelumnya. 

Meski menurunkan jumlah produksi, namun geliat kerja yang ada ini menandakan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan ditengah pandemic. Perusahaan banyak melakukan serangkaian tahapan kinerja baru untuk tetap membuat roda pergerakan kerja berjalan meski  harus terkesan begitu lambat.

2. Terjadinya Pemangkasan Pekerja

Salah satu proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia nampak dan ditandai dengan adanya pemangkasan jumlah pekerja berbagai perusahaan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tetap menjaga roda perusahaan berjalan ditengah wabah yang ada. Pemangkasan pekerja ini membawa dampak negatif juga bagi pekerja yang dirumahkan, namun inilah proyeksi kerja yang ada saat ini.

3. Melakukan Penerapan Kerja WFH

Hal yang paling dasar, nampak dan banyak diproyeksikan oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia adalah dengan menerapkan WFH. Dimana bekerja dari rumah sendiri dilakukan untuk tetap membuat geliat perusahaan tetap berjalan dan bisa menjaga pekerja dari wabah Corona. Strategi WFH sendiri sudah banyak diterapkan sejak April 2020 silam dan masih diterapkan di beberapa sektor kerja hingga kini.

4. Berupaya Mengubah Sistem Kerja dan Pemasaran yang Ada

Tidak hanya dengan melakukan pemangkasan pekerja atau WFH, tentu saja masih ada banyak cara yang dibuat oleh pelaku bisnis. Salah satunya adalah dengan berupaya mengubah sistem kerja dan pemasaran produk yang ada dengan lebih memanfaatkan jejaring sosial. Misalnya saja, biasanya kegiatan jual beli dilakukan secara offline, maka kini banyak perusahaan yang mengubahnya dengan fokus pada penjualan online saja.

5. Mulai Nampaknya Geliat Pertumbuhan Menghadapi Krisis yang Ada

Meski pemangkasan pekerja, turunnya produksi barang, tutupnya banyak perusahaan, tempat hiburan dan banyak store yang ada. Namun saat ini sendiri geliat pertumbuhan ekonomi sudah banyak dirasakan dan nampak di berbagai dunia termasuk Indonesia. 

Hal ini ditandai dengan mulai banyaknya perusahaan dan lembaga pemerintahan yang mengharuskan pekerjanya kembali bekerja langsung di kantor. Kemudian banyaknya store sandang, pangan dan papan yang juga mulai membuka penjualan seperti biasanya dengan protokol kesehatan. 

Bahkan beberapa tempat hiburan di berbagai negara mulai dibuka, seperti pusat perbelanjaan atau bahkan tempat hiburan lainnya. Hal ini jelas menjadi proyeksi pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi bukan? meski jalannya masih lambat namun dipastikan akan segera mapan kembali.

Jadi ditengah pandemi sekarang ini, tentu saja perkembangan ekonomi yang terjadi mengakibatkan banyak  penurunan dan perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh sebab itu untuk menyikapi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang mulai bergerak meski masih lambat, maka perlu sekali untuk mempersiapkan diri. Seperti memperhatikan modal investasi, besaran tabungan yang dimiliki, pengalokasian pinjaman hingga pengeluaran harian agar bisa senantiasa melewati masa sulit ini.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top