Trading

Trader Saham Bunuh Diri Usai Saldo Negatif Rp 10 M

Seorang trader di Ilinois Amerika Serikat berusia 20 tahun bunuh diri setelah merasa kaget dan kebingungan saat melihat saldo negatif sebesar US$ 730.165, atau senilai Rp 10,22 miliar (jika dihitung dengan kurs Rp 14.000) pada akun trading Robinhood miliknya. Angka pada saldo negatif tersebut dikira sebagai jumlah utang.

Trader bernama Alexander Kearns, seorang mahasiswa University of Nebraska, Amerika Serikat, menulis pesan dalam sebuah catatan mengenai kematiannya. Pesan ini ditemukan oleh orang tuanya pada meja komputer milik Kearns pada 12 Juni 2020 lalu.

Tak ayal, tragedi ini menjadi perbincangan, mengingat potensi bahaya ledakan perdagangan saham bebas pada kaum milenial yang diinspirasi oleh Robinhood. Aplikasi ini telah memberikan kemudahan akses trading instrumen keuangan kepada para investor muda, padahal instrumen seperti ini biasa digunakan oleh para investor berpengalaman.

Robinhood, aplikasi perdagangan gratis yang Kearns gunakan telah populer bagi investor pemula untuk masuk ke pasar saham. Pengguna aplikasi ini telah tumbuh dari 1 juta pengguna pada 2016, menjadi 10 juta pada awal tahun ini, dengan pengikut setia di media sosial.

Investasi saham belakangan terus populer di kalangan milenial. Kearns mendaftar pada sekuritas yang fokus menggarap segmen milenial. Robinhood menawarkan trading tanpa biaya, user interface aplikasi yang mudah, dan memberikan beberapa lot saham gratis kepada pengguna baru.

Sepanjang kuartal I-2020, Robinhood merekrut 3 juta pengguna baru. Saat harga saham berjatuhan akibat pandemi virus corona, Kearns mulai bereksperimen dengan marjin. Dalam catatan tragis terakhirnya, Kearns tampak marah karena dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang dia lakukan.

Dari catatan tersebut juga diketahui, bahwa Kearns merasa tampak putus asa melihat saldo akunnya minus sangat dalam. Dia merasa tidak pernah memberikan izin untuk menggunakan fasilitas margin. Dia juga terkejut melihat akun dengan modal yang sedikit bisa menciptakan kerugian yang sangat besar.

Trader Saham Bunuh Diri Usai Saldo Negatif Rp 10 M

Trader Saham Bunuh Diri Usai Saldo Negatif Rp 10 M

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Robinhood mengatakan mereka sangat sedih mendengar berita mengerikan ini dan mengulurkan tangan untuk berbagi belasungkawa dengan keluarga. Juru bicara itu mengkonfirmasi bahwa Kearns memang memiliki akun di Robinhood tetapi tidak akan memberikan rincian tambahan.

Keluarga Kearns sendiri menyatakan bahwa anak laki-lakinya ini disesatkan oleh sistem antarmuka pada aplikasi Robinhood. Kearns merasa berutang hingga Rp 10 miliar, padahal sebenarnya tidak demikian.

Salah seorang kerabat Kearns, Bill Brewster, mengatakan akan melakukan apa pun untuk menarik perhatian dunia pada apa yang dia lihat sebagai penyimpangan serius dalam pengawasan aplikasi Robinhood, yang menurutnya memungkinkan tragedi bunuh diri pada kerabatnya ini terjadi.

Bill beralasan bahwa Robinhood secara bersamaan mendorong produknya ke pedagang muda tanpa menempatkan pengamanan atau informasi yang jelas untuk mencegah kebingungan pada penggunanya.

Robinhood sendiri sudah mengumumkan serangkaian perubahan pada penawaran opsi dan antarmuka pengguna secara langsung dalam menanggapi insiden tersebut. Pihak aplikator berjanji untuk membuat lebih banyak informasi tentang bagaimana strategi perdagangan yang canggih ini bekerja.

Robinhood juga akan meluncurkan perbaikan pada antarmuka penggunanya, termasuk cara daya beli ditampilkan. Mereka mengatakan akan ada perbaikan pada pesan dalam aplikasi dan email yang dikirimkan kepada pelanggan tentang opsi transaksi serta perubahan pada halaman riwayat dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami mekanisme aplikasi.

Tidak hanya itu, mereka juga sedang mempertimbangkan kriteria tambahan, utamanya pendidikan, untuk pelanggan yang mau mendaftar. Startup ini juga menambahkan sumber daya pendidikan tambahan di pusat bantuannya dan berencana untuk menyewa spesialis pendidikan pilihan.

*DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi siapapun untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top