
Spotify Mulai Jajaki Uji Fitur Coba Koleksi NFT
Aplikasi Spotify mulai uji fitur koleksi Non Fungible Token atau NFT. Ini artinya, Spotify menyusul rencana yang sama dengan aplikasi sosial media Instagram. Terkait dengan uji coba ini, Spotify menjelaskan bahwa fitur tersebut saat ini hanya tersedia untuk beberapa pengguna Android di Amerika Serikat.
Mengutip The Verge pada hari Selasa (17/5/2022), juru bicara Spotify mengatakan, “Spotify tengah melakukan tes di mana itu akan membantu sekelompok kecil artis dalam mempromosikan penawaran NFT pihak ketiga mereka yang ada melalui profil mereka”.
Seperti yang diketahui, semakin banyak perusahaan berusaha memanfaatkan gelombang NFT meski saat ini trennya mulai mereda. Melansir data dari The Wall Street Journal, penjualan harian NFT anjlok 92% dari 225.000 transaksi pada September 2021 ke hanya 19.000 transaksi pada Mei 2022. Jumlah dompet digital penyimpan NFT yang masih aktif juga berkurang, dari 119.000 pada November 2021 menjadi hanya 14.000 pada akhir April 2022.
Baca Juga: Sejumlah Risiko Dibalik Cuan NFT
Beberapa Aturan Spotify Terkait NFT
Disebutkan bahwa akses NFT ini muncul setelah pengguna memperbarui aplikasi Spotify mereka. Jika galeri NFT diklik, pengguna akan diarahkan ke beragam koleksi NFT yang bisa dijelajahi. Salah satu NFT yang diketuk akan menampilkan versi lebih besar dengan deskripsi singkat. Spotify juga memiliki opsi ‘See More‘ yang mengarahkan pengguna ke halaman NFT di OpenSea apabila mereka mau membelinya.
Namun perlu diingat bahwa Spotify tampaknya tidak mendukung NFT yang berupa video atau GIF, Spotify hanya menampilkan gambar statis NFT di aplikasi, bukan video penuh. Itu juga tidak termasuk suara.
Kita hanya dapat mendengarkan NFT atau melihat apakah itu video atau GIF dengan mengklik ke halamannya di OpenSea. Menurut Music Ally, Spotify tidak akan mengumpulkan komisi untuk setiap penjualan NFT yang dilakukan melalui aplikasi dan hanya menguji integrasi.
Desas-desus tentang Spotify memasuki ruang Web3 muncul pada bulan Maret setelah perusahaan memposting dua daftar pekerjaan terkait dengan teknologi blockchain dan NFT. Seperti yang dicatat oleh Music Ally, beberapa pengguna melaporkan melihat survei muncul di aplikasi Spotify yang menanyakan perasaan mereka tentang NFT.
Baca Juga: Biaya-biaya Lain Dibalik Penjualan NFT
Instagram dan Rencana Ingin Jadi Tempat Jual Beli NFT
Diberitakan sebelumnya, Instagram berencana ingin jadi tempat jual beli NFT. Instagram sendiri telah mulai mengadopsi tren kripto dengan menggandeng kreator NFT di platform mereka. Dalam keterangan resminya, pihak Instagram mengatakan, “Dengan peluang luar biasa dari teknologi blockchain, para kreator dapat memanfaatkan fitur baru untuk memperoleh penghasilan”.
“Mereka bisa mendukung kreator favorit mereka dengan membeli koleksi digital. Baik seni, gambar dan video, musik sebagai token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT)”, tambahnya.
Untuk diketahui, fitur ini nantinya terhubung dengan dompet digital tempat kreator dan kolektor menyimpan NFT mereka. Pada tahap uji coba, dompet digital yang terkoneksi baru MetaMask, Rainbow, dan Trust Wallet. Dompet digital platform lain seperti Coinbase, Dapper, dan Phantom segera menyusul.
Meta menghadirkan NFT dan verifikasinya memanfaatkan data publik yang tersedia di rantai Ethereum dan Polygon. Dalam waktu dekat, Meta juga akan mengintegrasikan Flow dan Solana ke fitur Instagram.
Nantinya NFT yang dipamerkan di Instagram juga secara otomatis memasang tag kreator dan kolektor pemiliknya. Selama setelah privasi di akun Instagram mereka membolehkan. Fitur ini bisa jadi untuk memastikan pencipta atau pemilik NFT mendapatkan atribusi.





