Forex

Apa Itu Hammer dan Hanging Man pada Trading Forex?

Bagi para trader pengguna indikator teknik candlestick, tentu istilah pola Hammer dan Hanging Man bukan menjadi sesuatu yang asing. Namun, bagi trader pemula, tentu 2 istilah tersebut menjadi sebuah hal yang rumit.

Dalam penjelasan sederhananya, diberi nama Hammer karena bentuknya seperti palu, dan diberi nama Hanging Man karena bentuknya seperti orang menggantung dengan dua tangan di atas dan kaki menjuntai ke bawah.

Dua istilah tersebut termasuk dalam pola pembalikan arah (reversal pattern), yang sekaligus pembalikan trend. Bisa pembalikan trend untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Hal ini tergantung pada timeframe dari chart yang menjadi acuan.

Pengertian:

Hammer

Adalah jenis pola candlestick reversal ke arah bullish, yang terdiri dari hanya satu candle. Ditemukan pada saat pasar forex dalam keadaan tren turun. Candle tampak seperti palu/Hammer, karena memiliki garis panjang lebih rendah dan tubuh candle yang pendek di bagian atas candle dengan sedikit atau tanpa garis di atas.

Agar candle menjadi Hammer yang valid sebagian besar trader mengatakan, bahwa garis lebih rendah harus dua kali lebih besar dari ukuran bagian tubuh candle, dan tubuh candle harus berada di ujung atas dari range perdagangan. Merupakan Signal adanya pembalikan trend/reversal naik saat trend sedang turun.

Apa Itu Hammer dan Hanging Man pada Trading Forex?

Apa Itu Hammer dan Hanging Man pada Trading Forex?

Hanging Man

Berbentuk hampir sama seperti Hammer, namun Hanging Man merupakan indikasi reversal ke arah bearish. Ditemukan pada saat pasar forex sedang tren naik, merupakan Signal adanya pembalikan trend/reversal turun saat trend sedang naik.

Hanging Man bisa ditemukan setelah pada akhir tren bullish, dan biasanya menandakan puncak dalam uptrend yang akan disusul oleh jatuhnya harga. Seller mulai mendapatkan ‘energi’ untuk mendorong harga jatuh. Meski setelahnya harga bisa rebound sebelum penutupan candle, tetapi pola Hanging Man ini harus ditanggapi sebagai peringatan serius.

Ciri-ciri

Hammer

1. Panjang ekor bawah (lower shadow) minimal 2 (dua) kali lipat dari tubuh (body candle).
2. Body candle lebih dominan berada di atas dibanding ekor. Warna candle tidak begitu penting, namun warna putih akan mempunyai implikasi yang lebih bagus.
3. Tidak ada kepala (upper shadow) di atas body akan lebih bagus, kalaupun ada, sangat-sangat kecil sekali.
4. Perlu konfirmasi kenaikan (positif) pada candle hari berikutnya.

Hanging Man

1. Panjang ekor bawah (lower shadow) minimal 2 (dua) kali lipat dari tubuh (body candle).
2. Body candle lebih dominan berada di atas dibanding ekor. Warna candle tidak begitu penting, namun warna hitam akan mempunyai implikasi yang lebih bagus.
3. Tidak ada kepala (upper shadow) di atas body akan lebih bagus, kalaupun ada, sangat-sangat kecil sekali.
4. Pada hari berikutnya perlu konfirmasi candle hitam, atau lebih bagus lagi apabila terjadi gap down dengan harga penutupan yang lebih rendah.

Bagi trader, dapat memanfaatkan pola Hammer dan Hanging Man sebagai acuan untuk masuk ke pasar. Pentingnya Hammer dan Hanging Man adalah pada letaknya. Saat muncul di pasar yang sedang konsolidasi, Hammer dan Hanging Man ini tidak memiliki arti yang penting. Namun saat muncul di pasar yang sedang trend, keduanya menunjukkan potensi terjadi reversal.

Tetapi, seperti yang diketahui, sama seperti candlestick lainnya, dalam trading menggunakan dua indikator yakni Hammer dan Hanging Man, tetap memerlukan alat technical analysis yang lain guna memperkuat probabilitas dari Hammer dan Hangin Man itu sendiri.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top