Forex

Bagaimana Bertrading Forex dengan Indikator Stochastic RSI?

Bagaimana Bertrading Forex dengan Indikator Stochastic RSI?

Bagaimana Bertrading Forex dengan Indikator Stochastic RSI?

Trading forex adalah salah satu cara yang paling populer untuk berinvestasi dan mencari keuntungan dalam pasar keuangan global. Namun, trading forex bisa menjadi aktivitas yang sangat kompleks dan berisiko tinggi jika tidak dijalankan dengan hati-hati. Untuk membantu trader mengambil keputusan yang lebih baik, indikator teknis seperti Stochastic RSI (Relative Strength Index) dapat menjadi alat yang sangat berguna.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa itu indikator Stochastic RSI dan bagaimana menggunakannya dalam trading forex. Apa dan bagaimana penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya!

Apa itu Indikator Stochastic RSI?

Pengertian

Indikator Stochastic RSI adalah perkembangan dari dua indikator teknis yang sangat umum digunakan dalam analisis teknis, yaitu Stochastic Oscillator dan Relative Strength Index (RSI). Ini adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren dan zona overbought (terlalu tinggi) serta oversold (terlalu rendah) dalam pasar.

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui bahwa indikator ini dikembangkan oleh Tushar S. Chande dan Stanley Kroll dalam bukunya The New Technical Trader yang dipublikasikan pada 1994. Saat itu, sudah ada indikator teknikal yang menunjukkan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold), namun mereka tetap mengembangkan Stochastic RSI untuk memperbaiki sensitivitas dan menciptakan sinyal yang lebih banyak daripada indikator teknikal pada umumnya.

Baca Juga: Panduan Buy dan Sell Menggunakan Indikator Relative Strength Index

Rumus

Diketahui, indikator Stochastic RSI adalah alat yang berguna dalam analisis teknis forex, dan ini adalah indikator yang menggabungkan elemen-elemen dari Stochastic Oscillator dan Relative Strength Index (RSI). Rumus indikator Stochastic RSI adalah sebagai berikut:

1. Hitung RSI:

Hitung nilai RSI biasa dengan menggunakan data harga penutupan periode yang telah ditentukan (biasanya 14 periode). Rumus RSI biasa adalah:
RSI = 100 – [100 / (1 + RS)]
RS (Relative Strength) = (Rata-rata kenaikan harga / Rata-rata penurunan harga)

2. Hitung Stochastic RSI:

1. Kemudian, gunakan nilai RSI yang telah dihitung untuk menghitung Stochastic RSI. Biasanya, digunakan dua garis, yaitu %K dan %D.

2. %K adalah nilai RSI terbaru dikurangi dengan RSI terendah dalam periode tertentu (misalnya, 14 periode) dibagi dengan selisih antara RSI tertinggi dan RSI terendah dalam periode yang sama, lalu dikalikan 100.

3. %K = [(RSI – RSI Terendah) / (RSI Tertinggi – RSI Terendah)] * 100

4. %D adalah rata-rata pergerakan sederhana dari %K dalam periode tertentu (biasanya 3 periode).

Dengan menggunakan rumus tersebut, Anda akan mendapatkan nilai Stochastic RSI yang berfluktuasi antara 0 hingga 100. Nilai %K berada di atas %D menunjukkan potensi tren naik, sementara jika %K berada di bawah %D, itu menunjukkan potensi tren turun. Juga, ketika nilai Stochastic RSI berada di atas 80, itu menandakan zona overbought, dan ketika nilainya di bawah 20, itu menandakan zona oversold.

Ini adalah rumus dasar indikator Stochastic RSI dalam forex. Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar platform trading menyediakan indikator ini secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu menghitungnya secara manual. Anda hanya perlu memasukkan parameter seperti periode yang diinginkan, dan platform akan menghitungnya untuk Anda.

Bagaimana Stochastic RSI Berbeda dari RSI Biasa?

Stochastic RSI memiliki perbedaan utama dengan RSI biasa. RSI biasa mengukur kekuatan relatif suatu aset, sedangkan Stochastic RSI memberikan informasi tambahan tentang keadaan overbought dan oversold. Ini membuatnya lebih cocok untuk pengambilan keputusan dalam trading forex, di mana volatilitas dapat tinggi.

Tujuan Penggunaan

Tujuan penggunaan Stochastic RSI dalam trading forex adalah untuk membantu trader mengidentifikasi peluang trading yang lebih baik. Dengan memahami apakah suatu aset telah mencapai overbought atau oversold, trader dapat menghindari masuk pasar pada waktu yang tidak tepat dan mengambil posisi yang lebih bijak.

Cara Menggunakan Indikator Stochastic RSI

Pengaturan Awal

Pengaturan standar indikator Stochastic RSI melibatkan dua garis, yaitu %K dan %D. %K mengukur kecepatan perubahan harga, sedangkan %D adalah rata-rata bergerak dari %K. Pengaturan umum yang digunakan adalah periode 14.

Interpretasi Sinyal

1. Overbought dan Oversold Conditions: Ketika garis Stochastic RSI naik di atas level 80, itu menandakan bahwa aset mungkin telah mencapai zona overbought, yang berarti harga mungkin akan segera turun. Sebaliknya, ketika garis Stochastic RSI turun di bawah level 20, itu menandakan bahwa aset mungkin telah mencapai zona oversold, yang berarti harga mungkin akan segera naik.

2. Divergensi: Divergensi terjadi ketika harga aset dan Stochastic RSI bergerak dalam arah yang berlawanan. Ini bisa menjadi indikasi bahwa tren harga akan segera berbalik.

Baca Juga: Bagaimana Cara Identifikasi Overbought dan Oversold Dengan Indikator RSI?

Strategi Trading dengan Indikator Stochastic RSI

Strategi Trading Jangka Pendek

Untuk trading jangka pendek, Anda dapat menggunakan indikator ini untuk mencari peluang quick scalp. Misalnya, jika Stochastic RSI menunjukkan bahwa aset telah mencapai zona oversold, Anda dapat mempertimbangkan untuk memasuki posisi buy dan menjual saat harga mencapai zona overbought.

Strategi Trading Jangka Menengah

Untuk trading jangka menengah, Anda dapat menggunakan indikator sebagai salah satu faktor dalam analisis teknis Anda. Misalnya, Anda dapat mencari konfirmasi dari indikator lain sebelum mengambil keputusan trading.

Strategi Trading Jangka Panjang

Pada trading jangka panjang, indikator ini dapat membantu Anda mengidentifikasi level-entry yang baik. Anda mungkin ingin memasuki pasar saat aset telah mencapai zona oversold dan trennya juga mengindikasikan kenaikan yang kuat.

Pengelolaan Risiko

Penting untuk selalu memiliki rencana pengelolaan risiko yang baik saat trading forex. Gunakan stop loss dan take profit untuk melindungi modal Anda. Selain itu, jangan terlalu bergantung pada indikator ini, dan gunakanlah indikator lain dan analisis fundamental untuk memperkuat keputusan trading Anda.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan

1. Memungkinkan trader untuk mengidentifikasi peluang trading yang lebih baik.
2. Dapat digunakan dalam berbagai kerangka waktu.
3. Membantu menghindari perdagangan yang gegabah.

Kerugian

1. Tidak selalu memberikan sinyal yang akurat.
2. Dapat memberikan sinyal palsu dalam situasi pasar yang sangat volatile.
3. Tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya alat untuk pengambilan keputusan trading.

Tips untuk Meminimalkan Kerugian dan Meningkatkan Keuntungan

1. Gunakan indikator ini sebagai alat konfirmasi, bukan satu-satunya alat pengambilan keputusan.
2. Kombinasikan analisis teknis dengan analisis fundamental.
3. Selalu kelola risiko Anda dengan bijak.

Kesimpulan

Dan pada kesimpulannya, indikator Stochastic RSI adalah alat yang berguna dalam trading forex, tetapi bukan satu-satunya faktor yang harus Anda pertimbangkan. Dalam trading, risiko selalu ada, dan penting untuk memiliki rencana pengelolaan risiko yang baik. Selalu lakukan analisis teknis dan fundamental dengan cermat, dan gunakan Stochastic RSI sebagai alat konfirmasi untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dalam trading forex.

Teruslah belajar dan berlatih, dan selalu ingat bahwa tidak ada jaminan keuntungan dalam trading forex. Trading adalah seni yang membutuhkan waktu dan dedikasi untuk menguasainya. Semoga artikel ini telah memberikan wawasan yang berguna untuk meningkatkan keberhasilan Anda dalam trading forex.

Baca Juga: 3 Kehebatan Penggunaan Indikator RSI

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top