Forex

Panduan Memahami Indikator Stochastic Oscillator pada Forex

Seperti yang telah sering kami bahas, bahwa tanpa adanya analisa, trading hanya akan menjadi seperti ajang perjudian. Dimana trader hanya akan berusaha menebak-nebak mengenai langkah-langkah selanjutnya dan bergantung pada keberuntungan untuk mendapatkan keuntungan. Trader pemula khususnya, seringkali merasa gagap dan kebingungan mengenai langkah-langkah menggunakan analisa teknikal karena tidak memahami konsep dasar analisis tersebut.

Seperti yang diketahui, analisa teknikal ini bisa membantu untuk mengetahui dan mempelajari karakter pergerakan harga, sehingga semakin menguasai teknik tersebut maka kita bisa mengetahui peluang yang terdapat dalam sebuah pergerakan harga yang sedang berjalan. Analisa teknikal meliputi bentuk-bentuk pergerakan dari harga untuk menentukan probabilitas entry dan exit yang paling tinggi.

Pada kesempatan kali ini, kami akan kembali mengajak Anda untuk mempelajari sekaligus memahami salah satu indikator analisa teknikal yang terdapat pada trading forex, yakni indikator Stochastic Oscillator. Artikel ini akan membahas mengenai seluk beluk indikator Stochastic Oscilator. Untuk itu, penting bagi Anda menyimak artikel ini hingga tuntas!

Pengertian Indikator Stochastic Oscilator

Secara garis besar, indikator Stochastic Oscillator merupakan penunjuk analisis teknikal yang mencerminkan perubahan dinamik antara harga penutupan bar dan harga ekstrem untuk jangka masa tertentu. Di kalangan trader, Stochastic Oscillator menjadi salah satu indikator yang populer hingga saat ini di kalangan trader termasuk pemula karena mudah dimengerti dan digunakan. Sebagai tambahan informasi, indikator ini dikembangkan oleh George Lane pada tahun 1950 silam.

Dalam fungsinya, indikator Stochastic Oscillator adalah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) pada trading. Melalui level batas atas dan batas bawah sinyal dari indikator Stochastic Oscillator, digunakan untuk melakukan buy saat di level bawah dan sel saat di level atas.

Jika dilihat secara prinsip dasarnya, indikator Stochastic Oscillator adalah bahwa ketika sebuah mata uang berada dalam tren naik, maka harga akan menutup di dekat level harga tertinggi sebelumnya dan jika sebuah mata uang berada dalam tren turun, maka harga akan menutup di dekat level harga terendahnya. Indikator Stochastic sangat sensitif terhadap pergerakan harga di pasar dan lebih sering berayun naik dan turun dibandingkan indikator momentum lainnya.

Panduan Memahami Indikator Stochastic Oscillator pada Forex

Panduan Memahami Indikator Stochastic Oscillator pada Forex

Cara Setting Indikator Stochastic Oscillator

1. Buka platform MetraTrader

Pilih tampilan grafik pasangan mata uang dan timeframe. Indikator Stochastic bisa digunakan pada semua timeframe.

2. Setting Indikator Stochastic Oscillator

Klik “Menu chart/grafik, kemudian “Insert“, pilih “Indicators“, lalu klik “Oscillator“, dan pilih “Stochastic Oscillator“.

3. Mengubah Setting Parameter

Anda dapat mengubah angka parameter indikator Stochastic Oscillator. Parameter standar adalah 5, 3, 3 dan yang sering digunakan untuk Stochastic adalah 14, 3, 3 dan 21, 5, 5. Stochastic sering disebut sebagai fast stochastic jika menggunakan parameter 5, 4. Sedangkan slow stochastic dengan parameter 14, 3, dan full stochastic dengan parameter 14, 3, 3.

Penggunaan Indikator Stochastic Oscillator

Seperti yang telah dijelaskan di awal, kegunaan utama indikator Stochastic adalah untuk mendeteksi kondisi jenuh bеlі (Overbought) dаn jenuh јuаl (Oversold) pada trading. Pada indikator ini, terdapat dua garis dalam Osilator yang disebut sebagai %K dengan warna biru dan garis %D untuk warna merah.

Kesalahan interpretasi terhadap istilah overbought dan oversold adalah salah satu kesalahan dan masalah terbesar dalam trading. Indikator Stochastic tak menunjukkan harga oversold dan overbought, namun menunjukkan momentum. Tak seperti Fibonacci yang hanya bekerja pada posisi downtrend atau uptrend, Stochastic juga dapat bekerja dengan baik dalam keadaan sideway. Sideway adalah kondisi pasar saat sedang datar, dimana terjadi keraguan dalam pasar. Bullish (harga naik) dan bearish (harga turun) sama-sama kuat sehingga menyebabkan kondisi sideway.

Oleh sebab itu diperlukan ketelitian lebih untuk menerjemahkan sinyal buy maupun sell dari Stochastic saat pasar trending. Kemudian menggunakannya sebagai referensi dengan syarat sinyal yang muncul harus searah dengan trend yang berlangsung. Saat downtrend, trader dapat mencari sinyal sell. Sementara itu, pada uptrend trader bisa mencari sinyal buy.

Itulah pembahasan singkat mengenai indikator Stochastic Oscillator yang terdapat pada trading forex. Secara umum, indikator dalam trading forex menggunakan hasil perbandingan rata-rata dari data di rentang waktu tertentu. Sehingga timeframe yang lebih pendek akan riskan terhadap data invalid atau noise saat mengambil kesimpulan.

Sifat sensitif dari indikator Stochastic Oscillator dapat memberikan keuntungan namun juga memberikan sinyal palsu. Oleh sebab itu, Stochastic Oscillator harus dipadukan dengan Osilator lain seperti MACD atau RSI untuk memberikan sinyal yang lebih jelas sehingga kesalahan dalam membaca indikator dapat dihindari.

Salam sukses!

Lita Alisyahbana
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: 4 Indikator Paling Efektif dalam Trading Forex, Apa Saja?

  2. Pingback: Memahami Strategi Forex Stochastic Multi Time Frame

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top