Crypto

Bos Grab Toko Disinyalir Cuci Uang di Cryptocurrency

Pemilik PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra, diringkus oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong yang menyebabkan kerugian konsumen.

Kasus tersebut terkait raibnya uang konsumen saat melakukan pembelian secara daring dengan harga murah pada platform yang disediakan oleh perusahaan itu.

Mengutip CNN Indonesia pada hari Selasa (12/1/2021) kemarin, Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, “Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang melakukan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi eletronik, tindak pidana transfer dana/pencucian uang”.

Seperti yang diketahui, pelaku melancarkan aksi dengan membuat sebuah website bernama GrabToko (www.grabtoko.com) yang menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah. Hal ini mengundang minat banyak orang untuk berbelanja.

Namun, barang yang dipesan tidak kunjung dikirimkan. Total kerugian ditaksir sekitar Rp 17 miliar dari pihak iklan dan pembeli.

Polisi mensinyalir pelaku menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam cryptocurrency atau mata uang digital. Sejak akhir tahun lalu harga mata uang kripto memang terus meningkat secara signifikan.

Bos Grab Toko Disinyalir Cuci Uang di Cryptocurrency

Bos Grab Toko Disinyalir Cuci Uang di Cryptocurrency

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi mengatakan, “Total kerugian ditaksir sekitar Rp 17 miliar dari pihak iklan dan pembeli. Pelaku juga disinyalir menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk cryptocurrency dan hal ini akan ditangani melalui berkas terpisah”.

Slamet Uliandi juga menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu dengan cara meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat website belanja daring.

Website ini juga diketahui menggunakan hosting di luar negeri,” katanya.

Melansir dari CNBC Indonesia hari Selasa (12/1/2021), dalam keterangan tertulisnya, Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri KBP Adex Yudiswan menyampaikan, “Dari informasi pelaku, diketahui ada sejumlah 980 costumer yang memesan barang elektronik dari situs GrabToko, namun hanya 9 customer yang menerima barang pesanan tersebut. Dan 9 barang yang dikirimkan kepada costumer itu ternyata dibeli pelaku di ITC oleh pelaku dengan harga normal”.

Pelaku dijerat dengan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 82 dan/atau pasal 85 undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 (enam) tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top