Crypto

Hard Disk Isi Bitcoin Rp 5 Triliun Terbuang, Pria Ini Geledah TPA Selama 8 Tahun

Mata uang digital paling populer yakni Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada tahun 2021 yang lalu, yaitu pada bulan April yang berada pada kisaran harga US$ 63.500 dan pada bulan November yang menyentuh harga di level US$ 68.622. Bahkan dapat dikatakan nilai Bitcoin pada tahun 2021 silam melonjak sekitar 70%. Namun, bukan berarti Bitcoin hanya mengalami kenaikan harga yang fantastis. Pada sekitar 20 Juli 2021 misalnya, Bitcoin sempat anjlok dan menyentuh titik rendah di level 29.807.

Di Indonesia sendiri mata uang kripto (cryptocurrency) tetap diakui sebagai aset digital melalui peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) nomor 5 tahun 2019. Bahkan dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang, jumlah investor aset kripto di Indonesia diprediksi akan mencapai 40-50 juta orang. Ini artinya, diperlukan edukasi serius kepada masyarakat harus dilakukan demi mengantisipasi penambahan jumlah investor kripto.

Seperti yang diketahui, selalu ada cerita-cerita menarik tentang investasi mata uang kripto khususnya Bitcoin. Seperti yang terjadi pada seorang pria bernama James Howell ini. Selama delapan tahun, James berusaha untuk mencari hard disk berisi 7.500 Bitcoin di tumpukan sampah seluas lapangan sepak bola di tempat pembuangan sampah di Newport, Wales.

Hard Disk Isi Bitcoin Rp 5 Triliun Terbuang, Pria Ini Geledah TPA Selama 8 Tahun

Hard Disk Isi Bitcoin Rp 5 Triliun Terbuang, Pria Ini Geledah TPA Selama 8 Tahun

Semua bermula di tahun 2013 ketika ia baru saja sadar telah membuang hard disk berisi Bitcoin yang saat itu bernilai US$ 665.000 atau sekitar Rp 9,6 miliar. Saat ini, nilainya lebih dari Rp 5 triliun. Begitu sadar, James mulai mencari hard disk tersebut dan terus mencari sejak saat itu. Selama delapan tahun terakhir, ia telah mengeruk gundukan sampah untuk memburu uangnya yang hilang dalam tumpukan sampah tersebut.

Dalam sebuah wawancara bersama Guradian pada 2013 silam, James mengatakan, “Saya berbicara dengan salah satu orang di sana, menjelaskan situasinya. Dan dia benar-benar membawa saya keluar dengan truknya ke tempat-tempat pembuangan sampah, parit yang sedang mereka kerjakan”.

Bahkan untuk mendukung usaha pencariannya tersebut, James merekrut penduduk kota setempat untuk bergabung mencari hard disk yang ia buang dengan janji jutaan dollar jika berhasil ditemukan. Hal ini dilakukan karena ia mengaku sempat berada di titik benar-benar ingin menyerah dan menangis, tapi ia terus berupaya menemukan hard disk miliknya tersebut.

Namun, kemungkinan menemukan hard disk tersebut adalah sangat kecil. Pasalnya, usaha James tersebut mendapat penolakan anggota dewan Newport bagi sukarelawan yang ingin memasuki kawasan TPA itu. Sebagai tambahan informasi, Bitcoin tidak dapat dilacak dan pemiliknya tidak bisa mencadangkan wallet. Artinya, ini menjadi sesuatu yang buruk bagi mereka yang kehilangan hard drive kripto miliknya, atau mereka yang lupa soal kata sandi dompet digitalnya.

Lita Alisyahbana
Latest posts by Lita Alisyahbana (see all)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top