Finansial

Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Inilah Rincian dan Alasannya

Presiden Joko Widodo kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Padahal di akhir tahun lalu, Jokowi juga sempat menaikkan tarif tersebut dengan mengeluarkan Pepres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Namun, Makamah Agung membatalkan kenaikan tersebut.

Mengenai kenaikan kali ini tertuang dalam Pepres Nomor 64 Tahun 2020 tentang perubahan Kedua atas Pepres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Pada hari Selasa (5/5/2020) yang lalu beleid tersebut ditandatangani oleh Jokowi. Kenaikan iuran bagi peserta mandiri segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) diatur dalam Pasal 34.

Berikut adalah rinciannya:

Iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000

Iuran peserta mandiri kelas II menjadi Rp 100.000, dari saat ini sebesar Rp 51.000

Iuran peserta mandiri kelas III juga mengalami kenaikan menjadi Rp 42.000 dari yang mulanya Rp 25.500. Tetapi, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap pada angka Rp 25.500.

Meski demikian, di tahun depan subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah ini berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga yang harus dibayarkan oleh peserta adalah Rp 35.000.

Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Inilah Rincian dan Alasannya

Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Inilah Rincian dan Alasannya

Kembali naiknya iuran BPJS Kesehatan ini, memunculkan komentar dari Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Dauly. Ia menilai Presiden Joko Widodo tidak memiliki empati kepada rakyatnya sendiri di tengah kondisi pandemi virus corona. Menaikkan iuran BPJS Kesehatan menurutnya sangatlah tidak tepat dilakukan Jokowi.

Saleh juga mengutip pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Negara harus memberikan jaminan bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Airlangga Hartarto -Menteri Koordinator bidang Perekonomian- mengungkapkan alasan pemerintah mengambil keputusan mengenai hal ini. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan BPJS Kesehatan itu sendiri.

Dalam konferensi pers virtual hari Rabu (13/5/2020) kemarin, Airlangga mengatakan, “Terkait dengan BPJS sesuai dengan apa yang sudah diterbitkan. Nah tentunya ini adalah untuk menjaga keberlanjutan dari BPJS Kesehatan”.

Ia juga menambahkan, bahwa iuran untuk kelas I dan II memang merupakan iuran yang tidak disubsidi pemerintah. Iuran kelas I dan II memang ditujukan untuk menjaga keuangan BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk kelas III baru akan naik tahun 2021. Menurutnya untuk kelas ini pemerintah masih memberikan subsidi.

“Ada iuran yang disubsidi pemerintah nah ini yang tetap diberikan subsidi. Sedangkan yang lain menjadi iuran yang diharapkan bisa menjalankan keberlanjutan dari pada operasi BPJS Kesehatan”, jelasnya.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top