Finansial

Lebanon Demo Rusuh Akibat Mata Uang Melemah

Pada hari Kamis (11/6/2020) malam waktu setempat, ratusan warga Lebanon turun ke jalan-jalan di Beirut dan kota-kota besar sebagai bentuk protes yang dipicu oleh pelemahan cepat nilai tukar mata uang pound Lebanon. Pandemi virus corona tidak membuat mereka takut untuk berunjuk rasa dengan membakar ban dan memutus akses jalan.

Mengutip dari Reuters pada Jumat (12/6/2020) kemarin, pound Lebanon melemah ke 5.000 terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis dan telah kehilangan 70 persen nilainya sejak bulan Oktober tahun lalu, ketika Lebanon turun ke krisis keuangan yang dianggap sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas nasional sejak perang saudara pada tahun 1975 hingga 1990.

Krisis moneter di Lebanon ini terjadi karena mengakarnya praktek korupsi dan juga soal pemborosan. Hal ini memicu timbulnya beberapa masalah ekonomi, yaitu harga makanan yang melonjak, meningkatnya pengangguran, dan juga nilai tukar mata uang yang tidak bisa dikontrol. Kerusuhan ini terjadi di saat pemerintah setempat tengah mengadakan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional mengenai program reformasi yang diharapkan dapat untuk menyelamatkan kondisi ekonomi negara tersebut.

Lebanon Demo Rusuh Akibat Mata Uang Melemah

Lebanon Demo Rusuh Akibat Mata Uang Melemah

Pengunjuk rasa di kota terbesar kedua di Lebanon, Tripoli, membakar sebuah gedung dengan melemparkan bom berisi bensin. Situasi ini akhirnya memicu pasukan keamanan untuk menembakkan gas air mata. Tidak hanya berbuat anarkis, warga Lebanon juga meneriakkan perlawanan terhadap elite politik. Kerusuhan ini adalah paling luas sejak lockdown yang diberlakukan pada pertengahan bulan ketiga yang lalu akibat virus corona. Akibat kejadian ini, Hassan Diab -Perdana Menteri Lebanon-, menyerukan pertemuan kabinet darurat pada Jumat untuk membahas situasi moneter.

Dilaporkan oleh Reuters, Sabtu (13/6/2020), pelemahan nilai tukar pound Lebanon sempat berhenti pada Jumat siang, setelah pemerintah mengumumkan bank sentral bakal menyuntikkan dolar AS ke pasar Senin (15/6/2020)

Sebelumnya, menjelang akhir bulan April yang lalu protes kecil juga pecah di beberapa kota di Lebanon dengan alasan yang sama, yaitu memburuknya kondisi ekonomi. Gelombang kerusuhan datang setelah penurunan nilai mata uang pound yang telah mengancam akan menaikkan harga lebih lanjut di negara yang bergantung pada impor.

Saat terjadi kerusuhan di bulan April itu, Arab News melaporkan bahwa pound Lebanon jatuh ke level 4.500 terhadap dolar AS di pasar gelap. Bank yang telah mengunci penabung menarik dolar AS dari rekening mereka dalam upaya mempertahankan mata uang kartal yang langka, telah menjadi target demonstran saat itu, dengan bagian depan bank dan ATM dibakar atau di rusak di beberapa wilayah kota.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top