Finansial

Menggiurkan! Harga Emas Akan Tembus Rp 2 Juta/Gram

Level tertinggi harga emas adalah US$ 1.920/troy ons, yang dicapai pada tanggal 6 September 2011. Jika dihitung, itu sudah satu dekade yang lalu. Meski setelahnya harga emas merosot, hingga mengalami fase konsolidasi, tapi hingga pada akhirnya emas kembali mulai naik sejak pertengahan tahun lalu.

Kini meski dunia tengah dilanda pandemi virus corona, harga emas global justru diprediksi akan menguat. Sebelumnya harga emas global diproyeksi berada di level US$ 2.000/troy ons.

Pada akhir bulan Maret, analis dari WingCapital Investment memprediksi harga emas akan tembus US$ 3.000/troy ons. Ketika itu level tersebut dinilai sebagai level yang luar biasa. Bank of America (BofA) juga memprediksi emas akan ke US$ 3.000/troy ons dalam 18 bulan ke depan.

Angka ini memang terlihat luar biasa, tetapi jangan kaget jika harga emas diramal akan bisa naik menjadi lebih tinggi lagi. Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, bahkan memprediksi dalam jangka panjang harga emas akan di atas US$ 4.000/troy ons atau sekitar Rp 2 juta/gram (Kurs: Rp 15.500/dolar)

Dalam penjelasannya, Hensen mengatakan, “Dari perspektif investasi emas, ini bukan mengenai apa yang terjadi hari ini, besok, atau bulan depan, tetapi apa yang akan terjadi dalam 6 sampai 12 bulan ke depan atau lebih dari itu”.

Dalam prediksinya, Hensen mengatakan bahwa di akhir tahun 2020 ini harga emas berada di US$ 1.800/troy ons, kemudian akan naik dan mencetak harga rekor tertinggi di tahun depan, dan dalam jangka panjang berada di atas US$ 4.000/troy ons.

Menggiurkan! Harga Emas Tembus Rp 2 Juta/Gram

Menggiurkan! Harga Emas Tembus Rp 2 Juta/Gram

Jika melihat pada perdagangan sesi Eropa di hari Kamis (23/4/2020) kemarin, harga emas dunia berada di atas US$ 1.700/troy ons. Sepanjang tahun ini hingga pertengahan minggu lalu, harga emas sudah mencatat penguatan nyaris 13 persen. Hal tersebut menjadikan emas sebagai salah satu aset yang paling hoki di tahun ini meski pandemi virus corona mengancam perekonomian global menuju resesi yang dalam.

Mewabahnya virus corona membuat banyak orang memilih untuk berinvestasi yang aman. Emas dianggap menjadi pilihan saat pasar keuangan dunia mengalami tekanan akibat dari virus berbahaya tersebut.

Pada beberapa pekan lalu Dana Moneter Internasional (IMF) merilis sebuah laporan yang memprediksi bahwa output perekonomian global akan mengalami kontraksi sebesar 3 persen di tahun ini.

Dalam kondisi ini, emas yang dianggap sebagai aset lindung nilai (hedge) akan laris manis diboyong oleh pembelinya. Oleh sebab itu, harga emas diprediksi akan terus mencetak rekor tertinggi baru.

Benny Faizal
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Goldman Sachs: Harga Emas Bisa Tembus di Atas US$ 2.000

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top