Finansial

Ramal Harga Emas, Goldman Sachs: Bisa Tembus di Atas US$ 2.000

Angka penciptaan lapangan kerja baru di Amerika Serikat (AS) pada bulan Mei meningkat 2,5 juta, dan melampaui ekspektasi dari para ekonom yang memperkirakan angka lapangan kerja masih akan terpangkas sebanyak 8 juta.

Kondisi ini membuat harga emas tergelincir pada pekan lalu hingga mencapai di bawah US$ 1.700 per troy ons. Namun harga emas tidak pernah jauh dari kisaran level tersebut, karena logam mulia itu memang diperdagangkan di rentang yang sempit.

Bank investasi global Goldman Sachs memberikan outlook bullish untuk logam mulia emas. Kondisi sekarang ini mendukung harga emas untuk terbang lebih tinggi.

Rilisan data tenaga kerja AS yang meningkat dan mengejutkan itu memang membuat emas sedikit anjlok, namun setelahnya harga emas alami rebound kembali. Hingga Jeffrey Currie -ekonom Goldman Sachs- melihat bahwa koreksi tersebut sebagai “jeda yang menyegarkan”. Lebih lanjut, Goldman Sachs melihat prospek emas untuk jangka panjang masih menarik.

Menurut Goldman Sachs terdapat beberapa faktor lain yang mendorong harga emas lebih tinggi, antara lain adalah kebijakan moneter dan fiskal yang super ekspansif dibarengi dengan kuatnya sentimen konsumen. Kondisi ini akan mendorong laju inflasi yang lebih kencang.

Ramal Harga Emas, Goldman Sachs: Bisa Tembus di Atas US$ 2.000

Ramal Harga Emas, Goldman Sachs: Bisa Tembus di Atas US$ 2.000

Sebelumnya, pada akhir bulan Maret yang lalu, analis dari Wing Capital Investment bahkan memprediksi harga emas akan tembus US$ 3.000 per troy ons. Ketika itu level tersebut dinilai sebagai level yang luar biasa. Bank of America (BofA) juga memprediksi emas akan ke US$ 3.000 per troy ons dalam 18 bulan ke depan.

Mewabahnya virus corona membuat banyak orang memilih untuk berinvestasi yang aman. Emas dianggap menjadi pilihan saat pasar keuangan dunia mengalami tekanan akibat dari virus penyakit tersebut.

Emas sebagai aset lindung nilai (hedge) menjadi diburu ketika ada ancaman inflasi dan depresiasi nilai tukar. Akibatnya harganya bisa melambung tinggi. Target inflasi yang lebih tinggi membuat Golman Sachs menilai bahwa harga emas bisa tembus di atas US$ 2.000 per troy ons.

Pasar kini kembali menyorot tentang Jerome Powell dan komite pengambil kebijakan (FOMC) The Fed. Berdasarkan piranti FedWatch CME Group, 85 persen pelaku pasar melihat adanya peluang suku bunga di tahan di kisaran sekarang 0 – 0,25 persen.

Mengenai dari pertemuan The Fed itu yang lebih ditunggu adalah tentang proyeksi ekonomi ke depan, seperti proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi hingga prospek lapangan kerja di negara Paman Sam.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top