Finansial

Polisi Buru Aset Kacab Maybank di Luar Negeri

Aset milik tersangka Kepala Cabang (Kacab) Maybank Cipulir, Albert di luar negeri tengah diburu oleh Bareskrim Polri. Seperti yang diketahui, Albert menjadi tersangka dalam kasus pengelapan dana nasabah Maybank.

Brigjen Polisi Helmy Santika selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) mengatakan bahwa pihaknya kini tengah menelusuri jejak aset milik tersangka Albert terkait perkara tindak pidana penggelapan dan penipuan terhadap dana nasabah Maybank.

Hingga saat ini, menurut Helmy, tim penyidik Bareskim Polri baru menyita sejumlah aset milik tersangka di antaranya adalah sebidang tanah, mobil dan juga uang tunai senilai Rp 13 juta.

Dalam keterangannya hari Senin (23/11/2020) ini, Helmy mengatakan, “Jadi telah disita dua unit tanah dan bangunan di daerah Serpong dan Parung Panjang, 1 unit mobil Nissan dan uang Rp 13 juta dari Tony yang teria uang dari tersangka A”.

Helmi juga memastikan bahwa pihaknya akan menelusuri aliran uang dari tersangka Albert ke siapapun baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ia menjelaskan, “Kami masih mendalami ke siapa saja aliran dana itu masuk, baik di dalam maupun luar negeri”.

Atas perbuatannya tersangka AT disangkakan Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) UU No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 UU No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pencucian Uang.

Polisi Buru Aset Kacab Maybank di Luar Negeri

Polisi Buru Aset Kacab Maybank di Luar Negeri

Sekadar untuk mengingat, kasus ini bermula dari dugaan pembobolan uang nasabah Maybank atas nama Winda ‘Earl‘ Lunardi dan ibunya senilai Rp 22 miliar.

Awal mulanya Winda membuka rekening di Maybank Indonesia pada 2014 lalu merupakan rekening koran atau tabungan untuk masa depan dan tidak pernah diotak-atik.

Dia memastikan segala transaksi ataupun aktivitas yang terjadi dalam rekening itu, tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuannya. Kalaupun memang ditemukan ada transaksi, menurut Winda, hal itu merupakan penyalahgunaan pihak lain yang tidak dia ketahui.

Pihak Maybank pun menggunakan jasa Hotman Paris sebagai kuasa hukumnya dalam kasus ini.

Dalam sebuah forum diskusi di salah satu tv swasta pada hari Selasa (10/11/2020) lalu, Hotman Paris menjelaskan bahwa terkait hilangnya dana milik atlet e-Sprot, Winda Lunardi dan ibunya Floleta senilai miliaran tersebut disebabkan karena adanya praktik fraud dari tersangka A.

Hotman menyampaikan mengenai adanya transaksi yang dilakukan oleh tersangka A, Kepala Cabang (Kacab) Maybank Cipulir untuk investasi di forex (foreign exchange).

Hotman mengatakan, “Diakui bahwa ada pimpinan cabang yang melakukan praktik perbankan dalam perbankan, yaitu memakai uang nasabah untuk berbisnis dan dia tidak kabur, dia pakai uang nasabah. Sebagian uang tersebut dipakai untuk bermain forex”.

Lita Alisyahbana
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Maybank Baru Siap Ganti Rp 16,8 M Dana Winda Lunardi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top