Finansial

Uang Tunai Mulai Dibatasi Untuk Cegah Penyebaran Corona

Ada kekhawatiran dari lembaga di seluruh dunia mengenai uang tunai bisa menjadi media penularan wabah corona. Asumsi ini muncul karena uang tunai adalah alat pembayaran yang paling banyak disentuh orang secara bergiliran.

Dalam sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan di New York City, para peneliti menemukan banyak mikroorganisme yang hidup di permukaan uang tunai, mulai dari bakteri mulut, bakteri vagina, hingga virus mirip flu.

Dugaan tentang virus corona benar-benar bisa tertular lewat uang tunai belum ada kesimpulan yang pasti. Tapi China sudah menjadi masyarakat non-tunai dan wabah corona tetap menyebar di sana.

Berdasarkan data pada kuartal kedua 2019, menurut eMarketer, hampir 50% populasi China menggunakan pembayaran mobile untuk melakukan pembelian. Platform pembayaran kode QR, semacam WeChat dan AliPay, telah terbukti berhasil sebagai penyedia solusi pembayaran mobile dan tanpa kontak.

Sebuah laporan media China mengatakan, pemerintahnya telah memberi tahu kreditor untuk mendesinfeksi dan menyimpan uang kertas di tempat kering selama tujuh hari sebagai upaya untuk melawan penyebaran corona.

Seorang pejabat dari People’s Bank of China mengatakan, bahwa pada bulan lalu China menggandakan pembayaran secara mobile untuk menghindari kontak manusia yang tidak perlu.

Uang Tunai Mulai Dibatasi Untuk Cegah Penyebaran Corona

Uang Tunai Mulai Dibatasi Untuk Cegah Penyebaran Corona

Bank Sentral Korea Selatan bahkan mengkarantina uang kertas selama dua minggu untuk menghapus jejak virus corona. Uang-uang kertas itu dibersihkan melalui proses pencucian di suhu yang sangat panas sebelum diedarkan. Bahkan sebagian uang tunai dibakar untuk membendung wabah tersebut.

Untuk mencegah semakin menyebarnya Covid-19, beberapa negara tertentu mulai membatasi penggunaan uang tunai. Alternatif lain pembayaran yang ditingkatkan adalah dengan transaksi elektronik dan berbasis kartu.

Kekhawatiran terhadap penyebaran corona melalui uang tunai muncul ketika orang yang terinfeksi virus ini dalam skala global mendekati angka 100.000, dan sebagian besar di China. Kondisi tersebut mendorong pembayaran secara mobile.

Museum Louvre di Paris sudah melarang uang tunai untuk meminimalisir penyebaran corona. Dengan alasan untuk membuat staf merasa lebih nyaman saat bekerja adalah dengan menerima pembayaran melalui kartu kredit.

Apple Pay, Samsung Pay dan Google Pay adalah pilihan pembayaran seluler dan tanpa kontak. Di mana konsumen bisa menggunakan smartphone atau jam tangan pintar untuk membayar di toko, hingga kartu kredit dengan chip NFC.

Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk mencuci tangan setelah memegang uang, terutama sebelum makan. Dianjurkan juga untuk membersihkan ponsel dan kartu kredit untuk meningkatkan perlindungan diri terhadap virus corona.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top