Forex

3 Teknik Naked Trading Mudah Bagi Trader Pemula

Dalam trading forex, indikator pada analisa teknikal digunakan oleh trader dengan tujuan yakni memprediksi pergerakan harga. Hal ini dilakukan agar trader lebih mudah dalam melakukan position sesuai sinyal indikator dengan keuntungan yang diperoleh. Meskipun begitu, indikator juga sering mengalami keterlambatan atau lagging yang membuat trading tidak maksimal. Indikator yang lagging akan membuat prediksi terhadap pergerakan harga akan terganggu.

Hal inilah yang membuat trader kadang kesulitan dalam memperoleh profit maksimal saat trading. Untuk itulah, strategi naked trading muncul untuk menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Seperti yang diketahui, sebenarnya semakin sering seseorang melakukan trading dengan berbagai teknik maka semakin mudah seseorang mendapatkan teknik yang cocok. Meski begitu, strategi naked trading atau strategi forex tanpa indikator yang bekerja secara konsisten layak untuk dicoba.

Bukan menjadi sebuah rahasia, jika ada banyak sekali trader yang telah menikmati profit dari penerapan strategi naked trading tersebut. Namun, kerap kali trader-trader pemula yang lain belum cukup merasa berani untuk mencoba strategi tersebut. Pasalnya, sebagian besar trader pemula yang enggan mencoba strategi ini beralasan, misalnya telah nyaman dengan indikator andalannya atau enggan untuk mempelajari teori price action.

Namun, pada artikel kali ini kami akan mengajak Anda (khususnya trader pemula), untuk mempelajari mengenai teknik naked trading yang mudah. Untuk itu, penting bagi Anda menyimak artikel ini hingga tuntas. Namun, sebelum membahas lebih dalam mengenai teknik naked trading yang mudah tersebut, tidak ada salahnya jika Anda memahami lebih dulu mengenai strategi naked trading itu sendiri.

Apa itu Strategi Naked Trading?

Dalam pengertian secara singkat, istilah naked trading pada forex diartikan sebagai trading tanpa memakai indikator apapun kecuali chart. Disadari ataupun tidak, seorang trader yang telah memiliki pengalaman di dunia trading forex, sedikit banyak tentu pernah memakai strategi naked trading ini. Dalam prakteknya, strategi naked trading ini bisa dipelajari secara otodidak alias mandiri ataupun dengan berguru pada trader lain.

Jika Anda membaca penjelasan singkat pada uraian di atas, barangkali Anda akan mengganggap bahwa naked trading hampir mirip dengan bertrading berdasarkan spekulasi. Namun, penting untuk diketahui bahwa strategi bukanlah soal spekulasi. Tetapi strategi ini dapat dipelajari sehingga dapat membantu Anda dalam meraih profit yang diinginkan.

Naked trading bukanlah cara trading yang asing di dunia forex. Bahkan beberapa trader yang profesional dalam teknikal memilih menggunakan naked trading daripada mengaplikasikan indikator, karena indikator mempunyai kelemahan dan tidak akan bisa memprediksi semua kondisi market dengan benar. Seperti yang diketahui, indikator pada trading forex hanya bisa diandalkan pada waktu-waktu tertentu saja.

Setelah membaca penjelasan di atas, lalu bagaimana teknik naked trading yang mudah bagi trader pemula. Berikut adalah penjabarannya!

3 Teknik Naked Trading Mudah Bagi Trader Pemula

3 Teknik Naked Trading Mudah Bagi Trader Pemula

3 Teknik Naked Trading Mudah Bagi Trader Pemula

1. Breakout Candle Doji Star

Seperti yang diketahui, candlestick memiliki sejumlah variasi pola dan beberapa jenis. Meski membaca pola candlestick ini terlihat rumit, namun cara membacanya juga tak terlalu sulit untuk dipelajari, termasuk pola candle Doji.

Doji dapat diartikan sebagai formasi candlestick yang menandakan kebingungan pasar antara bullish dan bearish. Sebuah Doji cukup sering ditemukan di bagian bawah dan atas tren dan dengan demikian dianggap sebagai tanda kemungkinan pembalikan arah harga, namun Doji dapat dilihat sebagai pola kelanjutan tren juga.

Doji bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi ini sering terlihat pada chart trading, tergantung pada time frame apa yang trader gunakan. Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau 5-menit.

Sebagai pola tunggal, candle Doji tidak bisa disebut mengindikasikan kenaikan maupun penurunan harga. Dengan kata lain, kita tak dapat memprediksi apakah setelah itu harga akan bullish atau bearish, maupun apakah harga akan melanjutkan tren sebelumnya (trend continuation) ataupun berbalik arah (trend reversal). Untuk memprediksi kemana arah pergerakan berikutnya, trader perlu menunggu hingga terbentuk pola candle lagi yang lebih jelas.

Namun sebenarnya, ada cara trading dengan Doji yang bisa diandalkan. Strategi ini diulas oleh Justin Bennett dari Daily Price Action sebagai metode teknikal yang efektif untuk Naked Trader Level Beginner, yakni:

1. Hanya Doji Star (Indecision Doji) di time frame minimal H4 yang memenuhi kriteria sebagai pemicu sinyal.
2. Amati dengan baik tentang lokasi terbentuknya Doji Star untuk menentukan kualitas sinyalnya.
3. Anda harus menunggu hingga candle berikutnya tertutup.

2. Pola Flag Untuk Mengenali Penerusan Trend

Pola Bendera/Flag dapat digunakan sebagai motif entry untuk kelanjutan dari sebuah tren yang telah ada. Formasi ini biasanya terjadi setelah pergerakan tren yang kuat yang dapat berisi kesenjangan (pergerakan ini dikenal sebagai tiang bendera) di mana bendera mewakili suatu periode singkat akan ketidak pastian.

Motif ini biasanya terbentuk pada titik tengah dari suatu swing penuh yang mengkonsolidasikan pergerakan sebelumnya. Harga diliputi oleh dua garis tren paralel yang terletak berdekatan dan memiliki kemiringan yang berlawanan terhadap pergerakan yang terjadi pada tiangnya.

Untuk memanfaatkan pola ini, ada baiknya Anda menunggu sinyal buy sampai harga terkonfirmasi menembus High sebelumnya. Untuk sinyal sell, sebaiknya tunggu hingga terdapat breakout dari Low terakhir. Sebelum ada candle yang tertutup di luar High atau Low tersebut, pola Flag tidak akan terkonfirmasi dan kemungkinan reversal masih terbuka lebar.

Sebagai tambahan yang penting untuk dicatat adalah, strategi memanfaatkan koreksi sementara agar bisa entry mengikuti trend yang sedang berjalan. Jadi akan sangat berisiko jika Anda tidak memastikan kondisi trending sebelum mengidentifikasi pola Flag.

3. Candle Rejection Untuk Mengenali Reversal

Dalam pengertiannya, reversal dijelaskan sebagai momen yang dapat memberi keuntungan optimal dalam trading forex. Namun, momen ini cukup sulit dibedakan oleh retracement. Reversal adalah perubahan atau pembalikan tren harga karena sudah tidak dapat melanjutkan tren yang sedang terjadi.

Momen reversal berlangsung dalam jangka panjang, bisa berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan. Dengan kata lain, reversal adalah perubahan tren bearish menjadi bullish atau perubahan tren bullish menjadi bearish yang berlangsung lama.

Rejection candles merupakan setup price action yang menunjukkan bahwa harga akan berbalik arah (reversal) dari pergerakan semula. Rejection (penolakan) candle umumnya adalah candlestick yang sempat menembus suatu level atau area namun pergerakannya ditolak oleh pasar sehingga candle ditutup dengan wick atau ekor yang panjang.

Ciri-ciri Rejection Candle:

1. Salah satu sisi memiliki ekor yang panjang, dan sisi lainnya memiliki ekor pendek, atau bahkan tidak memiliki ekor sama sekali.
2. Panjang ekor lebih panjang daripada panjang body saat candle ditutup.

Tidak berbeda jauh dengan Doji Star, Rejection Candle pada naked trading juga memiliki 2 metode penting, yakni:

1. Posisi candle rejection.
2. Support resistance.
3. Dalam kondisi trending, rejection candle hanya untuk ketika pullback.

Itulah pembahasan mengenai 3 teknik naked trading mudah bagi trader pemula. Meski pada penjelasan di atas strategi ini terkesan sulit dilakukan, namun hal yang berbeda akan Anda dapat ketika sudah mempraktekannya. Bukankah, strategi yang baik pada trading forex adalah strategi yang dicoba?

Salam sukses!

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top