Crypto

Bappebti Ungkap Mata Uang Kripto Shiba Inu Ilegal

Seperti yang diketahui, mata uang kripto Shiba Inu tengah menarik perhatian dari banyak investor. Hal ini dipicu oleh harganya yang dalam waktu sepekan terakhir kemarin mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Namun, dibalik hingar bingar terkait dengan mata uang kripto Shiba Inu tersebut, tersiar kabar bahwa Shiba Inu belum dapat diperdagangkan di Indonesia. Ini artinya mata uang kripto tersebut masih dianggap ilegal.

Hal ini dijelaskan oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengatakan bahwa Shiba Inu masih menjadi aset kripto yang ilegal untuk diperdagangkan di Indonesia.

Mengutip CNNIndonesia.com pada hari Jumat(12/11/2021) lalu, Indrasari Wisnu Wardhana selaku Kepala Bappebti mengatakan, “Belum mendapat persetujuan Bappebti”.

Dalam penjelasannya, Wisnu mengatakan bahwa seluruh aset kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia tertuang dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

“Saat ini kami menggunakan white list, jadi yang boleh diperdagangkan yang ada dalam peraturan, di luar itu artinya belum boleh diperdagangkan di Indonesia”, jelasnya.

Bappebti Ungkap Mata Uang Kritpo Shiba Inu Ilegal

Bappebti Ungkap Mata Uang Kritpo Shiba Inu Ilegal

Sementara, jika pedagang pasar fisik aset kripto ingin memperdagangkan aset kripto baru, maka harus mengajukan terlebih dahulu ke Bappebti. Setelah itu, Bappebti akan melakukan analisa sebelum menyetujui pengajuan tersebut.

“Kalau ada aset kripto baru yang diperdagangkan pedagang harus diajukan ke Bappebti untuk dilakukan analisa dan kajian lebih dulu”, katanya lagi.

Namun terkait dengan hal ini, pihak Indodax mengajukan izin perdagangan Shiba Inu kepada Bappebti.

CEO Indodax yakni Oscar Darwaman pada hari Jumat (12/11/2021), mengatakan, “Iya sudah (mengajukan izin)”. Kendati begitu, belum ada informasi soal kelanjutan pengajuan izin tersebut, seperti kapan diajukan dan berapa lama waktu pengurusan izinnya

Indodax mengajukan izin perdagangan Shiba Inu karena kripto tersebut belum masuk dalam daftar 229 aset kripto yang sudah boleh diperdagangkan di Indonesia.

Untuk informasi, cryptocurrency ternyata bukan hanya Bitcoin, Ethereum atau bahkan Dogecoin. Namun ada banyak jenis lain, salah satunya yakni Shiba Inu. Aset kripto yang memiliki logo berupa gambar anjing tersebut, sengaja diciptakan sama dengan Dogecoin.

Koin Shiba Inu diciptakan pada Agustus 2020. Namun, hanya sedikit informasi mengenai penciptanya, yang memiliki nama samaran Ryoshi. Ryoshi sejak awal memperkenalkan Shiba Inu dengan sebutan “Dogecoin Killer“.

Menurutnya, perbedaan Dogecoin dan Shiba Inu yang paling mencolok yakni teknologi SHIB yang cenderung lebih digerakkan oleh komunitas. Sejak awal, Ryoshi pun telah mengumumkan nilai dari Shiba Inu yang jauh lebih kecil ketimbang Dogecoin.

“Kami memiliki kemampuan untuk melampaui nilai dari Dogecoin secara eksponensial, tanpa harus melampaui batasan 0,01 dollar AS,” tulis Ryoshi dalam woofpaper SHIB, atau dokumen perkenalan yang dibuat oleh pencipta aset kripto yang biasa disebut dengan white paper.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trading Saham di EXNESS
To Top