Finansial

Digugat Nasabah Karena Deposito Hangus, Bagaimana Penjelasan BCA?

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengatakan bahwa mengenai masalah deposito nasabah yang hangus adalah tidak benar.

Klaim penegasan itu adalah soal menyusul gugatan perdata nomor 353/Pdt.G/2020/PN.SBY dari Anna Suryati, Tan Herman Sutanto, Tan Johan Sutanto dan Vonny Susanty.

Empat orang penggugat itu diketahui menggugat BCA di Pengadilan Negeri Surabaya terkait dengan masalah pencairan atas 9 bilyet deposito dari empat orang tersebut di BCA.

Pada siaran pers hari Senin (26/10/2020) kemarin, Hera F Haryn selaku Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA mengatakan, “Kami ingin meluruskan bahwa deposito yang telah dicairkan oleh nasabah tanpa membawa bilyet deposito tidak dapat dibayarkan kembali kendati nasabah membawa bilyet deposito lama yang berhasil ditemukan kembali”.

Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar karena deposito tersebut telah lama dicairkan.

Bukti mengenai pencairan deposito pun sudah disampaikan pada agenda pembuktian dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Surabaya yang saat ini kasusnya masih tengah berjalan.

Hera menjelaskan, “Dapat kami sampaikan bahwa dalam menjalankan operasional perbankan, BCA senantiasa mengikuti prosedur yang ditetapkan otoritas terkait sesuai dengan regulasi perbankan yang berlaku di Indonesia”

Digugat Nasabah Karena Deposito Hangus, Bagaimana Penjelasan BCA?

Digugat Nasabah Karena Deposito Hangus, Bagaimana Penjelasan BCA?

Hera juga menekankan dan menghimbau kepada masyarakat untuk menghormati proses pengadilan.

Ia menyampaikan, “Kami menghimbau kepada setiap pihak untuk menghormati proses pengadilan yang sedang berlangsung”.

Mengutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Surabaya, gugatan tersebut teregistrasi tanggal 3 April 2020. Penggungat menggugat BCA. Turut tergugat pula Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional IV di gedung BI lantai IV, dan kantor BI Regional II Provinsi Jawa Timur.

Pada 4 November mendatang, sidang masih dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari para penggugat.

Diberitakan sebelumnya, seorang nasabah bernama Anna Suryanti membuka sembilan deposito. Enam di antaranya diatasnamakan anaknya, sisanya atas namanya sendiri. Tiga anaknya yang bernama Tan Herman Sutanto, Tan Johan Sutanto dan Vonny Susanty tersebut masing-masing mendapat dua deposito bernilai Rp 4 juta dan Rp 5 juta. Sementara 3 deposito sisanya masing-masing sejumlah Rp 10 juta, Rp 4 juta dan Rp 5 juta.

Lantas Anna berencana untuk mencairkan tiga depositonya di bank swasta nasional yang diinvestasikannya di 32 tahun silam.

Namun saat hendak dicairkan, simpanan deposito miliknya sejak 1988 lalu itu dinyatakan hangus. Alhasil, uang Rp 5,4 miliar hilang. Dari penjelaskan pihak bank, diketahui bahwa deposito Anna dinyatakan sudah hangus dan datanya sudah hilang.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top