Finansial

Ini Alasan Pemerintah Belum Turunkan Harga BBM

Pemerintah memutuskan harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan Mei tahun ini masih sama dengan April. Keputusan untuk menjaga harga BBM tidak berubah ini karena harga minyak dunia dan kurs dianggap masih tidak stabil serta dapat turun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan alasan pemerintah belum menurunkan harga BBM, meski harga minyak dunia kini terus turun. Salah satu alasannya adalah perkiraan bahwa harga minyak yang akan rebound pada akhir tahun 2020.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih memantau perkembangan minyak dunia. Arifin menambahkan, bahwa pemerintah tahun ini juga telah menurunkan harga BBM sebanyak dua kali. Bila harga BBM kembali diturunkan di masa pandemi virus corona ini, maka berimbas terhadap keuangan Pertamina yang dia akui sedang goyah.

Kata Arifin, harga BBM di Indonesia sudah turun lebih dulu sebelum pandemi merebak. Pada Januari 2020, ada penurunan harga berkisar Rp 300-Rp 1.750 per liter untuk bensin RON 92,95,98 dan Solar CN 48,51. Februari pun ada penurunan lagi di kisaran Rp 50-300 per liter untuk RON 92,95 dan 98.

Ini Alasan Pemerintah Belum Turunkan Harga BBM

Ini Alasan Pemerintah Belum Turunkan Harga BBM

Pada Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI hari Senin (4/5/2020) kemarin, Arifin menjelaskan, “Pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang belum stabil atau memiliki volatilitas cukup tinggi. Kami terus mencermati perkembangan harga minyak pada bulan Mei dan Juni 2020 ini”.

Ia juga menyatakan, bahwa pertimbangan lain harga BBM tetap adalah masih menunggu dari pemotongan produksi yang telah disepakati oleh OPEC+, yakni para anggota OPEC dan non-OPEC.

Dalam pertemuan bulan lalu, OPEC+ sepakat untuk melakukan pemotongan produksi secara bertahap dan periodik, yakni 9,7 juta barel per hari (bph) pada Mei hingga Juni 2020, sebesar 7,7 juta bph pada Juli hingga Desember 2020, 5,8 juta bph pada Januari hingga April 2020.

Kementerian ESDM juga mencatat, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan, yakni sekitar 26,4 persen pada bulan April 2020, dibandingkan kondisi sebelum pandemi virus corona yaitu bulan Januari hingga Februari 2020.

Arifin pun meminta pengertiannya kepada masyarakat dan juga para legislator terkait Pertamina yang enggan belum menurunkan harga BBM.

“Kami memohon pengertiannya karena penyerapan ini sangat terbatas dan Pertamina harus tetap memproduksi. Nantinya akan ada kiat-kiat agar Pertamina bisa memberikan subsidi harga untuk yang membutuhkan.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top