Crypto

Kripto Ripple, Mata Uang Digital yang Menguntungkan!

Kripto Ripple, Mata Uang Digital yang Menguntungkan!

Kripto Ripple, Mata Uang Digital yang Menguntungkan!

Ada banyak macam jenis mata uang kripto, namun yang paling populer tentu saja adalah Bitcoin. Namun tahukah Anda bahwa kripto Ripple merupakan mata uang digital yang disinyalir lebih menguntungkan? Sekadar informasi saja, Ripple atau XRP pada bulan Maret 2021 saja, cryptocurrency ini berada di peringkat keempat. Posisinya di belakang Bitcoin, Etherum, dan koin Binance, dalam hal total kapitalisasi pasar.

Bukan menjadi rahasia lagi, jika dari segi market cap, XRP merupakan salah satu yang terbesar. Namun, XRP justru dinilai punya prospek yang kurang menarik dan tidak direkomendasikan untuk investasi aset jangka panjang. Benarkah demikian? Lantas, apa itu kripto Ripple? Untuk mengetahuinya secara lebih lengkap, silahkan Anda membaca ulasannya pada artikel berikut ini!

Pengertian Kripto Ripple

Dikutip dari berbagai sumber, diterangkan bahwa Ripple merupakan mata uang digital berbentuk token yang dikeluarkan oleh Ripple Labs. Pada awal diciptakan, Ripple difungsikan untuk industri keuangan, terutama perbankan yang sering kali mengalami masalah penundaan pengiriman dana. Kehadiran Ripple diharapkan mampu meminimalisir biaya dan waktu transaksi. Di masa depan, Ripple dengan XRP miliknya bahkan diprediksi akan menguasai transaksi internasional.

Baca Juga: Staking Crypto, Cara Aman dan Tetap Untung di Investasi Kripto

Dalam pengertian lain, Ripple adalah sistem penyelesaian pembayaran dan jaringan pertukaran mata uang yang dapat memproses transaksi di seluruh dunia. Idealnya, Ripple berfungsi sebagai agen tepercaya di antara kedua pihak dalam sebuah transaksi karena jaringan ini dapat dengan cepat mengonfirmasi bahwa pertukaran berjalan dengan benar. Ripple dapat memfasilitasi pertukaran di berbagai mata uang fiat atau cryptocurrency seperti Bitcoin, dan bahkan komoditas lainnya seperti emas.

Sejatinya Ripple merupakan perusahaan Amerika Serikat yang bertujuan untuk menyediakan layanan yang efisien untuk pembayaran lintas batas di industri keuangan. Yakni dengan cara menghilangkan perantara untuk mengurangi biaya dan waktu transaksi. Dalam jaringan tersebut, layanan pembayaran dan fasilitas lainnya menggunakan koin bernama XRP.

Pada umumnya, banyak yang menyebut jika Ripple dan XRP adalah satu kesatuan. Namun secara teknis, Ripple adalah platform pembayaran dan XRP adalah aset digital yang bekerja secara independen terpisah dari Ripple. Jadi, XRP berperan sebagai jembatan antara berbagai mata uang yang ditransfer pada jaringan Ripple. XRP juga bertindak sebagai sumber likuiditas untuk jaringan tersebut.

Sejarah Kripto Ripple

Untuk diketahui, Ripple pertama kali muncul tahun 2004 silam dengan nama ripplePay. Ripple adalah perusahaan Amerika yang mencetuskan ripple protocol. Di mana perusahaan tersebut merupakan perusahaan sistem pembayaran yang menargetkan bank, institusi nonfinansial, dan pertukaran mata uang digital sebagai target pasar perusahaan.

Baca Juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Crypto Lending?

Perusahaan tersebut membangun cryptocurrency ini dengan sejumlah tujuan. Diantaranya adalah untuk menyediakan cara yang lebih efisien untuk pembayaran lintas batas di industri keuangan, khususnya di sektor perbankan. Tujuan tersebut dilakukan dengan cara menghilangkan perantara untuk mengurangi biaya dan waktu transaksi.

Berselang 8 tahun kemudian, sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat bernama RippleLabs mengambil alih RipplePay dan merestrukturisasi protokol. Sistem baru tersebut mencakup fitur sistem kas digital dengan integrasi cryptocurrency baru yang dikenal sebagai XRP.

XRP atau yang juga disebut sebagai Ripple tersebut hadir dalam bentuk token. Token XRP mewakili seluruh nilai transfer yang terjadi di jaringan Ripple. Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang melakukan desentralisasi, XRP menganut paham sentralisasi. Aset digital ini masih membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara.

Cara Kerja

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa tidak seperti mata uang kripto lainnya, Ripple tidak bergantung pada teknologi Blockchain. Koin XRP tidak ditambang, dan tidak ada protokol Proof of Work atau Proof of Stake. Untuk memproses dan memverifikasi transaksi, Ripple telah membuat dan mematenkan teknologi eksklusif yang disebut Algoritma Konsensus Protokol Ripple (RPCA).

Ini berarti bahwa untuk memverifikasi transaksi, semua node di jaringan harus setuju dengan suara bulat. Ini adalah salah satu alasan mengapa transaksi Ripple relatif lebih murah dan menggunakan lebih sedikit daya dibandingkan dengan Bitcoin.

Salah satu cara untuk memastikan transaksi, Ripple mengandalkan media yang disebut Gateway, dimana hal ini bertindak sebagai penghubung kepercayaan bagi masing-masing pihak. Media yang sama juga dapat mengirim dan menerima semua bentuk mata uang ke alamat publik menggunakan RippleNet.

Baca Juga: Vesting Periode Pada Crypto: Pengertian dan Keuntungannya

Baik badan bisnis maupun individu dapat mendaftar dan memulai Gateway untuk mengizinkan mereka bertindak sebagai perantara dalam menyelesaikan pertukaran. Koin XRP memainkan peran sebagai mata uang jembatan tanpa bias terhadap mata uang digital atau fiat.

Dan tidak hanya berfungsi sebagai mata uang digital, kripto Ripple juga dapat digunakan untuk transaksi yang bersifat likuid. Mata uang lasiran Ripple ini dapat digunakan sebagai exchanger terhadap mata uang fiat, aset kripto lainnya, serta payment gateway. Kemampuan tersebut membuat Ripple dapat dikategorikan sebagai platform teknologi sekaligus mata uang virtual. Inilah yang membedakan XRP dengan cryptocurrency lainnya.

Keuntungan

Terdapat beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh Ripple, diantaranya adalah:

1. Penyelesaian dengan waktu yang cepat.
2. Biaya yang sangat rendah.
3. Jaringan pertukaran yang serbaguna.
4. Digunakan oleh banyak lembaga keuangan besar.
5. Dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembayaran.

Kesimpulan

Nah, itulah ulasan lengkap terkait kripto Ripple yang dapat menjadi salah satu pilihan investasi mata uang digital yang menguntungkan. Sebagai kesimpulan, kami akan mengingatkan satu pesan penting. Yakni, sebelum berinvestasi cryptocurrency ada baiknya Anda mempelajarinya lebih dulu dengan baik. Juga kenali cara kerjanya, faktor yang mempengaruhinya, dan kondisi pasar aset tersebut agar terhindar dari kerugian.

Mengenai seluk beluk investasi, Anda dapat mempelajarinya dengan membaca artikel-artikel yang terdapat pada situs tradinguang.com ini. Diharapkan dengan membaca artikel-artikel yang telah kami sajikan, Anda dapat menjadikannya sebagai bahan refrensi belajar tentang dunia investasi.

Salam sukses!

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trading Saham di EXNESS
To Top