Crypto

Panduan Penting Memahami Seluk Beluk Trading Crypto

Pada zaman yang terus berkembang, bertrading crypto kini bertransformasi menjadi salah satu jenis trading yang digemari banyak orang. Bukan sebuah rahasia lagi jika banyak kalangan yang menggunakan Bitcoin dan mata uang digital lain tersebut karena tawaran keuntungan yang menggiurkan.

Meski aktivitas bertrading kripto ini dicap sebagai salah satu jenis investasi yang memiliki tingkat risiko yang tinggi, namun bukan berarti trend investasi kripto sepi peminat. Nah, pada artikel kali ini, mari kita membahas tentang panduan penting untuk memahami seluk beluk trading crypto sebelum Anda benar-benar terjun di investasi ini.

Apa itu Trading Crypto?

Dalam pengertian secara sederhana, trading crypto dapat didefinisikan sebagai salah satu cara bagi seorang investor untuk mendapatkan profit dari cryptocurrency. Cryptocurrency sendiri memiliki pengertian yakni sebuah mata uang digital atau virtual yang dijamin oleh cryptography. Dengan adanya cryptography tersebut, maka mata uang digital ini hampir tidak mungkin dipalsukan.

Pada aktivitasnya, kegiatan trading crypto berjalan selama 24 jam dalam seminggu, termasuk pada hari-hari libur. Sesuai namanya, para trader akan memperjual-belikan aset cryptocurrency yang mereka miliki. Sejatinya, jenis trading online ini hampir sama dengan trading saham atau komoditas.

Namun, seperti yang dijelaskan sebelumnya, trading crypto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Strategi utama trading ini adalah untuk membeli aset saat harga sedang rendah dan menjualnya saat harga sedang tinggi.

Di Indonesia, aset crypto termasuk dalam komoditi yang boleh diperdagangkan di bursa berjangka menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011. Meski crypto dilarang digunakan sebagai mata uang atau pembayaran oleh Bank Indonesia, namun aset ini tetap dapat dijadikan alat investasi atau diperjualbelikan.

Panduan Penting Memahami Seluk Beluk Trading Crypto

Panduan Penting Memahami Seluk Beluk Trading Crypto

Jenis Trading Crypto:

1. Proof of Work (POW) / Mining

Proof of work ini adalah cara mendapatkan aset crypto dengan cara menambang dan Bitcoin adalah salah satu crypto yang didapatkan dengan cara ini disamping juga Ethereum dan Litecoin. Dalam prosesnya, PoW adalah algoritma yang digunakan sebagai sistem keamanan sebagian besar cryptocurrency.

Algoritma ini pada awalnya bertujuan untuk mencegah email spam dan serangan hacker, yang kemudian digunakan oleh Hal Finney di tahun 2004 untuk mengamankan uang digital dengan menggunakan Secure Hashing Algorithm-256 (SHA-256). Beberapa tahun kemudian, algoritma ini dipakai oleh Satoshi Nakamoto dalam blockchain Bitcoin, yang kemudian diikuti oleh banyak Altcoin lain.

2. Proof of Stake (POS)

Proof of Stake (PoS) adalah konsep di dalam investasi aset kripto yang menyatakan bahwa seseorang dapat menambang atau memvalidasi transaksi aset kripto sesuai dengan jumlah koin yang ia pegang. Artinya, semakin banyak Bitcoin atau Altcoin yang dimiliki penambang, maka mereka punya daya tawar yang tinggi dalam menambang aset kripto.

Proof of Stake adalah alternatif dari sistem Proof of Work. Yakni, sistem di dalam investasi aset kripto di mana seluruh algoritma di sistem blockchain harus mencapai kata sepakat sebelum mengonfirmasi transaksi aset kripto yang akan dicatat ke dalam blockchain.

3. Stablecoin dan Unstablecoin

Seperti yang diartikan secara harfiah yaitu ‘koin stabil’, Stablecoin adalah aset digital dengan harga yang stabil. Koin digital ini dipatok terhadap aset yang dipesan seperti USD, emas, atau komoditas aset digital lain yang diperdagangkan.

Sementara Unstablecoin dapat diartikan sebagai aset crypto yang bergerak fluktuatif atau diluar Stablecoin seperti Bitcoin, Ethereum, dan sebagainya.

4. Coin dan Token

Coin adalah aset digital yang berjalan di blockchain-nya sendiri, misalnya Bitcoin yang bekerja di blockchain Bitcoin atau Ether yang bekerja di blockchain Ethereum. Coin dibuat melalui proses mining atau penambangan dengan mekanisme proof of work atau proof of stake.

Sementara Token pada kripto adalah aset digital yang dibangun di atas jaringan blockchain milik pihak lain. Token biasanya bertujuan sebagai alat tukar untuk menjalankan sebuah layanan dari project yang menyediakan token. Token juga bisa berfungsi sebagai aset digital hingga mempresentasikan suatu kepemilikan.

Kelebihan trading crypto:

1. Kemudahan dalam akses dan transaksi
2. Transparansi data
3. Transaksi yang berlangsung 24 jam

Kekurangan trading crypto:

1. Risiko yang sangat tinggi
2. Tidak ada fundamental yang dapat dianalisis
3. Rentan penipuan

Tips bertrading crypto:

1. Pelajari lebih dulu terkait risiko dari crypto
2. Jangan libatkan emosi
3, Hindari FOMO
4. Pastikan keamanan data dan aset
5. Pilih platform yang terpercaya

Nah, itulah panduan penting dalam memahami seluk beluk tentang trading crypto. Seperti yang diketahui, semua investasi memiliki risiko. Namun pada intinya adalah, semua risiko dapat diminimalkan tergantung dari cara Anda dalam mengambil keputusan.

Salam sukses!

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top