Finansial

Tinggal Menghitung Waktu, Akankah Emas Bakal Kembali Cetak Rekor?

Harga logam mulia terus melonjak naik ke level tertinggi dalam hampir 8 tahun terakhir. Meningkatnya kembali tentang kekhawatiran akan gelombang kedua virus corona membuat banyak investor berjamaah beralih ke aset safe haven. Hal ini membuat emas kembali tunjukkan kilaunya dan merangkak naik.

Perkembangan mengenai pandemi wabah penyakit tersebut yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus infeksi di berbagai negara masih terus dipantau. Kini sudah ada lebih dari 10,3 juta orang di dunia dinyatakan positif terinfeksi virus yang menyerang pernafasan tersebut. Sementara untuk jumlah kematian yang diakibatkan oleh virus tersebut, terdapat angka lebih dari 500 ribu nyawa di dunia.

Di perdagangan hari Selasa (30/6/2020) kemarin, harga emas melonjak 0,5 persen menjadi US$ 1,779.44/ons. Harga emas sempat menyentuh titik tertingginya senilai US$ 1,785.46, tertinggi sejak Oktober 2012. Emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 1,1% menjadi US$ 1,800.5/ons.

Kekhawatiran bahwa penerapan opsi lockdown akan kembali diterapkan dan ekonomi menjadi semakin terpuruk, membuat minat terhadap logam mulia emas menjadi semakin tinggi. Di hari Rabu (1/7/2020) ini, pada 07.45 WIB, harga emas masih mampu menguat meski tipis 0,05% ke US$ 1.781,59/troy ons.

Tinggal Menghitung Waktu, Akankah Emas Bakal Kembali Cetak Rekor?

Tinggal Menghitung Waktu, Akankah Emas Bakal Kembali Cetak Rekor?

Mengutip dari Reuters, Jim Wyckoof -Analis Senior Kitco Metals- mengatakan, “Fundamental bullish yang mendasari pasar emas tetap dan termasuk Covid-19 yang masih mendorong permintaan safe haven, stimulus bank sentral yang telah menetapkan rekor dan dapat menyebabkan inflasi di masa depan”.

Dari sumber yang sama, komentar lain datang dari kepala trading derivatif logam dasar dan logam mulia BMO yang mengatakan, “Lonjakan harga (emas) disambut dengan ceria dan hampir pasti akan menjadi penutupan yang kuat yang menjadi dasar untuk mendorong harga ke US$ 1.800 dalam waktu singkat”.

Sebelumnya, prediksi mengenai harga emas yang lebih ekstrim muncul dari pendiri Myrmikan Capital, Dan Oliver. Ia bahkan meramal bahwa emas diprediksi akan melonjak drastis dan mencapai angka US$ 10.000/oz.

Namun yang menarik dari prediksi Dan Oliver adalah, ia tidak menyebutkan dalam rentang waktu berapa lama logam mulia tersebut akan mencapai level spektakuler yang dimaksud.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top