
3 Pilihan Indikator Forex Untuk Trading Divergence
Trading divergence pada dasarnya sangat berguna bagi trader untuk bisa mengidentifikasi kapan saat sebuah trend akan berlangsung terus. Atau kapan sebuah trend mulai melambat dan cenderung berbalik arah. Kemampuan untuk mengidentifikasi apakah trend masih akan lanjut atau akan berbalik pastinya sangat trader perlukan.
Artikel berikut akan membahas lebih lengkap tentang 3 pilihan indikator forex untuk trading divergence pada forex. Untuk memahaminya secara lebih lanjut, kami sarankan bagi Anda untuk membaca artikel ini hingga tuntas. Kami harap, setelah membaca tuntas, wawasan Anda terkait dunia trading forex akan semakin bertambah. Berikut penjelasannya!
Apa yang Dimaksud dengan Trading Divergence?
Istilah trading divergence diartikan sebagai strategi forex untuk penanda awal perubahan pasar yang menunjukkan kapan pasar kehilangan kekuatan. Selagi pasar sedang bergerak ke satu arah, kekuatan sesungguhnya sedang bersiap-siap berbalik atau reversal. Dan trading divergence adalah trading menggunakan patokan perbedaan antara pergerakan harga dengan pergerakan indikator Oscillator.
Umumnya para trader menggunakan divergence sebagai indikasi awal terjadinya perubahan arah sebuah trend. Meskipun divergence adalah sinyal sederhana, banyak orang yang bingung dengan divergence trading forex. Hal itu terjadi karena terdapat banyak jenis dan klasifikasi divergence. Namun, terdapat 2 jenis divergence yang dikenal secara umum yaitu regular divergence dan hidden divergence.
Regular divergence berfungsi sebagai tanda kepada trader terkait indikasi awal perubahan trend. Sedangkan hidden divergence memberikan informasi kepada trader akan kelanjutan trend saat terjadi koreksi.
Dan divergence pada trading forex, adalah sangat berguna bagi trader untuk bisa mengidentifikasi kapan saat sebuah trend akan berlangsung terus. Atau mengenai kapan dari sebuah trend mulai melambat dan cenderung berbalik arah. Kemampuan untuk mengidentifikasi apakah trend masih akan lanjut atau akan berbalik tentunya merupakan satu hal yang sangat trader perlukan.
Baca Juga: Apa Beda Konvergen dan Divergence pada Trading Forex?
Indikator Forex Untuk Trading Divergence
Setidaknya terdapat 3 pilihan indikator forex untuk strategi trading divergence. Berikut diantaranya:
Moving Average Convergence Divergence
Moving Average Convergence Divergence atau yang disingkat MACD adalah alat analisis teknis kuno yang terus digunakan hingga saat ini. Prinsipnya adalah bahwa tren berpotongan dari dua garis “cepat” dan “lambat” dan panjang Osilator memberikan sinyal masuk. Sekadar informasi, indikator MACD ini dibuat oleh Gerald Appel pada tahun 1970.
Dan indikator ini digunakan untuk mengonfirmasi kekuatan dan arah trend, serta untuk menentukan titik pembalikan (reversal). Selain itu, MACD juga bisa memberikan informasi apakah tren yang berlangsung cukup kuat atau tidak. Untuk diketahui, indikator ini cukup mudah untuk diinterpretasi dan dikonfirmasi. Sehingga indikator tersebut cocok digunakan oleh siapapun, baik itu pemula maupun berpengalaman. Itulah sebabnya, banyak trader yang menganggap MACD sebagai indikator teknis yang paling efisien dan dapat diandalkan.
Cara membaca indikator MACD divergence dalam hal ini tidak jauh berbeda dengan strategi divergence pada umumnya. Ketika harga cenderung naik (membentuk higher high) tapi area MACD justru menurun (menciptakan formasi lower high). Maka uptrend tak lama lagi akan berbalik menurun. Hal ini karena kenaikan harga tidak didukung oleh penguatan momentum.
Sebaliknya, ketika posisi downtrend bisa berbalik ke atas apabila area MACD di zona negatif justru semakin meningkat (membentuk higher low). Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun seller masih berkuasa, momentum bullish terus menguat. Pada akhirnya, downtrend harga akan berubah menjadi uptrend ketika area MACD benar-benar menyebrang ke zona positif
Relative Strength Index
Relative Strength Index yang sering disebut RSI adalah indikator momentum yang sangat populer yang telah ditampilkan dalam sejumlah artikel, wawancara, dan buku selama bertahun-tahun. RSI sendiri merupakan indikator yang dirancang oleh seorang analis teknikal bernama J. Welles Wilder dalam bukunya yang berjudul ‘New Concepts in Technical Trading Systems’.
Dan indikator RSI memiliki kegunaan hampir sama dengan indikator Stochastic yaitu menunjukkan kondisi pasar yang sedang overbought atau oversold. Diketahui, RSI memiliki satu garis yang membantu untuk menentukan kekuatan dari tren yang sedang berlangsung pada suatu instrument trading (sekuritas) dan juga kemungkinan titik reversal-nya.
Dan RSI membandingkan nilai absolut dari pertumbuhan harga pasangan mata uang yang sedang diperdagangkan selama periode waktu tertentu. Dengan level jatuhnya pada periode waktu yang sama. Pada prakteknya, indikator RSI juga bisa digunakan sebagai indikator divergence RSI. Dan divergence terjadi jika garis RSI tidak tidak sama ‘sejalan’ dengan pergerakan harga yang terjadi di market.
Jika harga cenderung naik, namun garis RSI cenderung menurun maka kedepannya akan mengalami bearish. Dan sebaliknya, jika harga cenderung turun namun garis RSI tidak ikut turun maka kedepannya akan terjadi kenaikan (bullish).
Baca Juga: Penjelasan Mengenai Indikator Accumulation/Distribution pada Forex
Stochastic Oscillator
Secara garis besar, indikator Stochastic Oscillator merupakan penunjuk analisis teknikal yang mencerminkan perubahan dinamik antara harga penutupan bar dan harga ekstrem untuk jangka masa tertentu. Di kalangan trader, Stochastic Oscillator menjadi salah satu indikator yang populer hingga saat ini di kalangan trader termasuk pemula karena mudah dimengerti dan digunakan. Sebagai tambahan informasi, indikator ini dikembangkan oleh George Lane pada tahun 1950 silam.
Dalam fungsinya, indikator Stochastic Oscillator adalah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) pada trading. Melalui level batas atas dan batas bawah sinyal dari indikator Stochastic Oscillator, digunakan untuk melakukan buy saat di level bawah dan sell saat di level atas.
Jika dilihat secara prinsip dasarnya, indikator Stochastic Oscillator adalah bahwa ketika sebuah mata uang berada dalam tren naik, maka harga akan menutup di dekat level harga tertinggi sebelumnya. Dan jika sebuah mata uang berada dalam tren turun, maka harga akan menutup di dekat level harga terendahnya.
Indikator Stochastic sangat sensitif terhadap pergerakan harga di pasar dan lebih sering berayun naik dan turun dibandingkan indikator momentum lainnya. Dan cara penggunaan Stochastic Oscillator mirip dengan indikator-indikator sebelumnya, dan serupa dengan metode trading divergence pada umumnya.
Kesimpulan
Itulah ulasan lengkap mengenai 3 pilihan indikator forex untuk trading divergence pada forex. Mengulang penjelasan di atas, trading divergence merupakan hal yang sangat berguna bagi trader untuk bisa mengidentifikasi kapan saat sebuah trend akan berlangsung terus. Atau mengenai kapan dari sebuah trend mulai melambat dan cenderung berbalik arah.
Dan kemampuan untuk mengidentifikasi apakah trend masih akan lanjut atau akan berbalik tentunya merupakan satu hal yang sangat trader perlukan. Namun, terlepas dari segala metode trading yang Anda gunakan, ada baiknya Anda untuk harus selalu menerapkan stop loss dan take profit.
Semoga artikel ini bermanfaat…
- Strategi Entry Forex di Zona Supply Intraday yang Sering Mengirim Sinyal - Mei 25, 2026
- Bagaimana Cara Menguji Kecepatan Server Broker Forex? - Mei 22, 2026
- Menggunakan Candlestick Forex untuk Analisa Jangka Pendek - Mei 21, 2026




