Bisnis

Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Virus Corona, Harga Minyak Jatuh

Pada perdagangan di awal pekan ini (15/6/2020) waktu Asia pada pukul 08.30, terlihat bahwa harga minyak mentah anjlok melebihi level 2,5 persen. Harga minyak Brent turun sekitar 2,61 persen ke US$ 37,72 per barel. Sementara untuk harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dalam yakni sebesar 3,53 persen ke US$ 34,98 per barel.

Kondisi mengenai harga minyak mentah yang terkoreksi ini dipengaruhi oleh ketakutan akan terjadinya gelombang kedua virus corona yang masih melanda di beberapa negara di dunia.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) alami lonjakan kasus baru virus Covid-19 yang juga membuat pasar energi kembali alami guncangan. Situasi ini mempengaruhi harga minyak mentah pada perdagangan hari Jumat (12/6/2020) yang lalu. Di mana harga minyak alami penurunan hingga di bawah US$ 40 per barel. Saat itu harga untuk WTI ambles hingga 3,55 persen ke US$ 33,05 per barel, sementara harga Brent anjlok hingga 2,7 persen ke US$ 37,51 per barel.

Mengutip dari Reuters, Alabama melaporkan bahwa rekor jumlah kasus baru untuk hari keempat berturut-turut hingga hari Minggu. Alaska, Arizona, California, Florida, Arkansas, Oklahoma, North Carolina dan South Carolina memiliki jumlah kasus baru dalam tiga hari terakhir. Secara nasional, AS mencatat bahwa pada hari Sabtu, ada lebih dari 25.000 kasus baru yang dilaporkan. Angka ini adalah jumlah tertinggi yang tercatat sejak 2 Mei.

Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Virus Corona, Harga Minyak Jatuh

Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Virus Corona, Harga Minyak Jatuh

Seperti yang diketahui, untuk saat ini AS memang tidak ada rencana untuk kembali terapkan pembatasan. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan, “Kita tak mungkin menutup ekonomi lagi”.

China yang dianggap sebagai asal muasal wabah penyakit ini, sebelumnya juga menyatakan diri bahwa telah berhasil menekan jumlah kasus. Kini dari berita yang paling baru, negara itu kembali melaporkan belasan kasus baru yang terindentifikasi berasal dari klaster pasar makanan Xinfadi.

Sementara itu, sebuah panel pemantauan yang dipimpin Opec akan bertemu untuk membahas apakah negara-negara anggota telah mematuhi kesepakatan pemangkasan output sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) hingga akhir bulan Juli sesuai dengan kuota masing-masing. Pertemuan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis.

Dari laporan Reuters, Kepala strategi pasar global di AxiCorp, Stephen Innes, mengatakan, “Kekhawatiran tentang kenaikan infeksi Covid-19 baru-baru ini di AS dan ancaman gelombang kedua membebani (harga) minyak saat ini”.

Lita Alisyahbana
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Harga Minyak Jatuh di Tengah Proyeksi Penurunan Konsumsi BBM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top