Forex

Bagaimana Cara Bertrading Dalam Volatilitas Forex Yang Rendah?

Bagaimana Cara Bertrading Dalam Volatilitas Forex Yang Rendah?

Bagaimana Cara Bertrading Dalam Volatilitas Forex Yang Rendah?

Volatilitas forex menjadi hal yang tidak boleh Anda anggap sepele begitu saja. Karena sebagaimana yang telah diketahui, pasar forex menjadi pasar keuangan terbesar di dunia. Selain itu, pasar forex juga menjadi pasar keuangan yang paling ramai. Dan jika membahas mengenai pasar dunia trading forex, maka itu artinya akan membahas tentang istilah volatilitas.

Seringkali banyak trader memilih bertrading dalam volatilitas yang tinggi. Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana cara bertrading dalam volatilitas yang rendah? Artikel ini akan membahas secara lengkap terkait dengan hal tersebut. Secara lebih dalam, artikel ini akan mengulas tentang cara bertrading dalam volatilitas rendah sekaligus masih dapat meraih profit. Untuk itu, silahkan menyimak artikel ini hingga tuntas!

Pengertian Volatilitas Forex

Dalam pengertiannya, volatilitas forex dijelaskan sebagai ukuran tentang seberapa cepat perubahan harga pasar. Volatilitas harga pada trading forex berasal dari pengaruh besar likuiditas pasar. Tingkat volatilitas pasar memengaruhi likuiditasnya, dan pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan harga yang drastis.

Baca Juga: Memahami Pentingnya Likuditas dan Volatilitas pada Forex

Pada pengertian secara jelasnya, istilah volatilitas forex adalah menandakan fluktuasi pergerakan harga. Jika harga suatu produk cenderung stabil, maka volatilitasnya rendah. Sebaliknya, kalau harganya naik turun dengan cepat atau drastis, maka produk tersebut bersifat volatil.

Volatilitas pada trading forex dapat ditunjukan dalam jumlah pips tertentu, atau angka absolut, maupun persentase perubahan dari harga valas di awal periode. Ini artinya bahwa volatilitas pada forex dapat merefleksikan dari besarnya risiko ketika trading pada suatu pasangan mata uang. Semakin tinggi volatilitas-nya, maka semakin besar keuntungan yang dapat diperoleh trader.

Sebagai catatan pengingat, bahwa tidak semua pasangan mata uang likuid di pasar forex akan selalu bergerak dengan volatilitas tinggi. Demikian juga pasangan mata uang yang kurang likuid kadang-kadang bisa bergerak dengan volatilitas yang sangat tinggi. Seringkali volatilitas dipandang negatif karena mengekspresikan ketidakpastian dan risiko. Namun, volatilitas yang tinggi membuat trading forex lebih menarik karena kemungkinan profit yang diperoleh.

Pentingnya Memahami Volatilitas Forex

Memiliki kemampuan yang baik dalam memahami tentang volatilitas dalam pasar forex dapat menambah wawasan Anda tentang kondisi pasar. Hal ini menyangkut tentang kapan kondisi pasar yang bagus untuk entry, dan kapan kondisi pasar yang kurang menguntungkan untuk trading. Selain itu, hal ini dapat diartikan, bahwa volatilitas memiliki peran yang penting dalam potensi profit dan loss pada aktivitas trading forex yang Anda lakukan.

Meski volatilitas tetap memiliki kekurangan, bukan berarti hal tersebut dapat dilupakan. Pada prakteknya, volatilitas tetap dapat memberi Anda keuntungan yang cepat dan tinggi. Meski begitu, Anda tidak boleh terlena, pastikan bahwa Anda selalu memperhatikan tentang risiko loss. Seperti yang diketahui, bahwa semakin tinggi profit maka biasanya diikuti oleh risiko loss yang tinggi pula.

Baca Juga: 3 Tips Jitu Hadapi Ketidakpastian pada Market Forex

Dan sebaliknya, saat volatilitas rendah biasanya nilai tukar tidak banyak berfluktuasi dan perubahan yang terjadipun juga sangat kecil dari waktu ke waktu. Dan kerap kali, banyak trader memilih untuk tidak trading karena pergerakannya yang lambat dan takut akan resiko kerugian yang dialami. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa trading dan mendapatkan keuntungan saat volatilitas rendah.

Cara Bertrading Dalam Volatilitas Yang Rendah

Ada beberapa cara trading yang dapat Anda terapkan ketika menghadapi volatilitas forex yang rendah. Berikut diantaranya:

Hindari Menggunakan Ukuran Lot yang Terlalu Besar

Ketika terjadi volatilitas rendah, maka kondisi pasar akan ranging. Di saat itu pergerakan pasar juga akan melambat. Hal ini berakibat pada waktu anda untuk mencapai level support dan resistance pun juga akan semakin lama. Jika Anda bertrading dengan ukuran lot yang kecil, maka Anda bisa santai dan lebih tenang dalam menghadapi pergerakan harga. Tidak hanya itu saja, bahkan Anda juga dapat entry lagi untuk pasangan mata uang yang lainnya.

Gunakan Strategi yang Sesuai dengan Kondisi Market

Jika Anda tertantang untuk bertrading dalam volatilitas yang rendah, Anda harus benar-benar memperhatikan kondisi pasar saat entry. Seperti yang diketahui, bahwa setiap strategi memang tidak akan bisa diterapkan pada dua keadaan pasar trending dan ranging sekaligus. Ini artinya, wajib bagi Anda untuk mengenali volatilitas pasar yang sedang terjadi.

Jika Anda Ragu, Jangan Entry

Jika Anda ragu, maka jangan entry. Pilihan ini mungkin akan terlihat sangat sepele, namun hasilnya akan sangat berdampak. Penting untuk Anda pahami, bahwa cara yang baik saat bertrading dalam kondisi volatilitas rendah adalah dengan tidak membuka posisi apapun. Anda harus tetap mengamati sekaligus mempelajari arah pasar hingga Anda merasa ada kesempatan untuk beraksi. Jika Anda memaksakan diri meski ragu, itu artinya Anda akan menghadapi risiko yang besar bahkan ancaman kerugian.

Perlebar Titik Stop Loss

Sesuai fungsinya, fitur stop loss dalam forex memang sangat membantu. Terutama dalam meminimalisir kerugian jika nilai tukar mata uang yang dipilih melewati batas harga terendah. Ketika bertrading dalam volatilitas rendah, Anda harus tetap memastikan bahwa Anda tidak terlalu dekat dalam memasang stop loss. Pada intinya, stop loss yang terlalu dekat dengan level entry akan memperbesar resiko kerugian Anda.

Baca Juga: 3 Cara Membatasi Kerugian Trading Forex. Apa Saja?

Kesimpulan

Itulah ulasan lengkap mengenai cara bertrading dalam volatilitas forex yang rendah. Meski banyak trader memilih untuk tidak trading karena pergerakannya yang lambat dan takut akan resiko kerugian yang bisa dialami. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa trading dan mendapatkan keuntungan saat volatilitas rendah. Tips di atas dapat Anda gunakan ketika ingin bertrading dalam kondisi volatilitas rendah.

Semoga artikel ini bermanfaat…

Lita Alisyahbana
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Identifikasi Overbought dan Oversold Dengan Indikator RSI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top