Finansial

Benarkah Ada Kartu Prakerja Gelombang 11? Ini Penjelasan Pemerintah

Seperti yang telah diketahui, pendaftaran untuk peserta Kartu Prakerja gelombang 10 sudah dibuka. Pendaftaran tersebut telah dimulai sejak hari Sabtu (26/9/2020) yang lalu.

Pendaftaran Kartu Prakerja di gelombang yang baru ini ditaksir akan menyerap sebanyak 116.261 peserta.

Dalam penyerapan membuat kuota Kartu Prakerja tahun 2020 yang sebesar 5,59 juta peserta terpenuhi 100 persen. Tetapi terdapat peserta sebanyak 189.463 orang yang dicabut kepesertaannya karena tidak mengikuti pelatihan pertama dalam 30 hari.

Rencananya, Komite Cipta Kerja akan mengalokasikan dana dan kuota untuk peserta lainnya.

Dan, apakah akan ada Prakerja gelombang 11?

Louisa Tuhatu -Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja- mengatakan, bahwa ada atau tidaknya pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 11 nantinya akan bergantung dari keputusan Komite.

Benarkah Ada Kartu Prakerja Gelombang 11? Ini Penjelasan Pemerintah

Benarkah Ada Kartu Prakerja Gelombang 11? Ini Penjelasan Pemerintah

Pada hari Minggu (27/9/2020) kemarin, Louisa mengatakan, “Gelombang 10 ini menuntaskan kuota tahun 2020. Apakah akan ada gelombang tambahan itu tergantung keputusan KCK”.

Ia menyarankan bagi peserta yang sudah lolos untuk segera menyelesaikan pelatihan pertama dalam waktu 30 hari kerja. Hal ini bertujuan agar kepesertaan Kartu Prakerja yang sudah lolos tidak dicabut.

Program Kartu Prakerja yang secara resmi mulai menerima pendaftaran pada 11 April 2020 saat ini telah menyerap 98 persen dari total target penerima Kartu Prakerja tahun 2020.

Sementara dari total penerima Kartu Prakerja setelah ditutupnya pendaftaran gelombang 9 pada 21 September lalu, telah mencapai 5.480.918 dari total kuota tahun 2020 yang sebesar 5.597.183 orang.

Sebagai tambahan informasi, peserta Kartu Prakerja mendapat insentif sebesar Rp 3,55 juta dari bantuan pemerintah.

Jumlah tersebut terbagi dalam rincian, bahwa peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca-pelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50.000 untuk tiga kali.

Dalam program ini, secara keseluruhan pemerintah telah mengalokasikan dana senilai Rp 20 triliun.

Sebelumnya, ada beberapa pihak yang mengkritik program Kartu Prakerja tersebut.

Rencana awal untuk program ini pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 10 triliun, seiring waktu kemudian jumlah anggaran ini meningkat dua kali lipat menjadi Rp 20 triliun. Penambahan jumlah tersebut karena program Kartu Pra Kerja kini berubah haluan dari jaring pengaman untuk pencari kerja menjadi bantuan sosial untuk pihak-pihak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top