Crypto

Curi Listrik Hingga Miliaran, Tambang Bitcoin Kembali Digrebek

Jika melansir data dari Coinmarket pada perdagangan hari Selasa (4/1/2022), Bitcoin mengalami penurunan. Mata uang digital paling populer itu berada di level US$ 46.384,51. Artinya, dalam waktu 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 1,80 persen.

Sementara jika melihat pada data selama 7 hari perdagangan harga Bitcoin menurun sebesar 7,84 persen. Untuk informasi, penurunan tidak hanya terjadi pada Bitcoin saja, tetapi juga pada Ethreum, Binance Coin, Tether, Solona dan juga Dogecoin.

Sementara itu, terkait dengan kabar mengenai Bitcoin, Kepolisian Distrik Manjung, Perak, Malaysia menyita sebanyak 1.720 mesin penambang Bitcoin dengan harga masing-masing perangkat senilai 2.000 Ringgit (atau sekitar Rp 6,8 juta). Jumlah tersebut jika dikalkulasi, total angka dari semua mesin yang disita diketahui mencapai sekitar Rp 11,7 miliar. Penyitaan tersebut merupakan tindak lanjut dari penggrebekan markas penambang Bitcoin ilegal.

Kepala kepolisian setempat mengatakan, saat ini pihak berwajib masih menyelidiki sosok di balik aktivitas ilegal berskala besar tersebut, berikut berapa lama mereka telah beroperasi. Para pelaku penambang kripto ilegal ini diperkirakan menguras listrik dan merugikan negara sebesar 2 juta ringgit Malaysia, atau setara Rp 6,8 milyar.

Curi Listrik Hingga Miliaran, Tambang Bitcoin Kembali Digrebek

Curi Listrik Hingga Miliaran, Tambang Bitcoin Kembali Digrebek

Salah satu pelaku yang sudah diamankan kini dituduh atas tindak pencurian dan penggelapan. Pertambangan kripto memang diizinkan di Malaysia, namun pencurian listrik untuk pertambangan kripto jelas ilegal. Berdasarkan UU Pasokan Listrik Malaysia, pihak yang mengganggu saluran listrik dapat dikenakan denda hingga US$ 23.700 dan hukuman penjara lima tahun.

Menurut Cambridge Centre for Alternative Finance, Malaysia menyumbang lebih dari 4,5 persen dari kekuatan pertambangan kripto global.

Pihak kepolisian Malaysia saat ini tengah rajin melakukan penindakan terhadap para penambang mata uang kripto (cryptocurrency) yang menggunakan listrik secara ilegal. Kepala Polisi Perak, Datuk Mior Faridalathrash Wahid, mengatakan bahwa penggrebekan tersebut menargetkan 75 tempat yang dianggap menjadi markas dari penambangan Bitcoin ilegal di wilayah Perak.

Tidak hanya itu saja, Datuk juga mengimbau masyarakat untuk melapor ke polisi jika ada jejak aktivitas penambangan Bitcoin ilegal, terutama yang menggunakan pasokan listrik secara ilegal. Untuk informasi, kasus ini bukan kali pertama terjadi di Malaysia, pada Juli 2021 lalu, pihak berwajib mengamankan lebih dari 400 rig penambangan Bitcoin di empat lokasi di George Town, Penang.

Lita Alisyahbana
Latest posts by Lita Alisyahbana (see all)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top