Forex

Inilah 5 Indikator Forex Paling Akurat Menurut Para Ahli

Inilah 5 Indikator Forex Paling Akurat Menurut Para Ahli

Inilah 5 Indikator Forex Paling Akurat Menurut Para Ahli

Ketika Anda terjun ke dalam dunia trading forex, untuk memprediksi arah tren bukanlah hanya dengan menebak-nebak atau berspekulasi tanpa dasar yang jelas. Pada prakteknya, seorang trader harus dapat memprediksi pergerakan harga. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan indikator forex.

Banyak trader forex yang kerap kali untuk mengambil keputusan adalah berdasarkan berita ekonomi dan politik yang terjadi di seluruh dunia. Pasalnya, antara berita ekonomi dan politik adalah termasuk dalam faktor fundamental. Namun, trading forex bukanlah analisa fundamental semata. Seorang trader juga diharuskan melihat tren pasar berdasarkan analisa teknikal yang dapat terlihat dari berbagai macam indikator.

Dalam pengertiannya, indikator forex sendiri dijelaskan sebagai sebuat alat atau tools yang memberikan data dari hasil perhitungan rumus tertentu. Dimana fungsinya adalah untuk mengukur dan menilai kondisi pasar sehingga trader bisa memprediksi arah market selanjutnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Bill Williams, Si Pencipta Berbagai Indikator Forex

Pada fungsinya, indikator forex dapat membantu para trader untuk memberikan sinyal beli atau jual. Tanpa indikator, mungkin Anda akan kesulitan menentukan apakah pasar sedang bearish atau bullish. Dan posisi apa yang harus Anda buka, atau kapan harus membuka posisi.

Dengan menggunakan indikator, Anda akan dapat melihat tren apa yang sedang berlangsung dengan lebih mudah. Sehingga Anda dapat menentukan harus buka posisi buy atau sell. Anda juga dapat mendeteksi kekuatan tren tersebut, apakah masih akan berlanjut panjang atau akan segera jenuh. Lantas, apa saja 5 indikator forex yang dirasa paling akurat menurut para ahli? Untuk mengetahuinya, Anda dapat membaca penjelasannya secara lengkap pada ulasan berikut ini!

Indikator Forex Moving Average (MA)

Dalam dunia trading forex, salah satu indikator yang paling populer untuk membantu trader meraih peluang profit dengan lebih mudah adalah Moving Average. Secara umum, Moving Average (MA) merupakan teknik yang dapat para trader gunakan dalam trading untuk memperhalus perubahan harga di pasar forex dalam kurun waktu tertentu. Dengan teknik ini, proses transaksi jual beli mata uang yang trader lakukan akan lebih mudah dan lancar.

MA adalah salah satu indikator teknikal dalam forex yang dibuat dari perhitungan harga yang lampau, sehingga terbentuk garis rata-rata pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Indikator ini dapat digunakan untuk menentukan area support dan resistance dinamis, yaitu support dan resistance yang terus bergerak sesuai pergerakan harga.

Pada garis besarnya, MA menjadi indikator teknis yang mengikuti harga dengan lag, artinya MA menghasilkan sinyal setelah tren berubah. Moving Average memperhalus harga tertinggi dan terendah, membuatnya lebih mudah bagi trader untuk melihat tren secara keseluruhan. Dengan menggunakan Moving Average, pergerakan harga pada chart akan diperhalus sehingga Anda dapat menemukan sinyal buka posisi buy atau sell dengan lebih mudah.

Relative Strength Index (RSI)

Dalam penjelasannya, Relative Strength Index (RSI), adalah indikator momentum yang sangat populer yang telah ditampilkan dalam sejumlah artikel, wawancara, dan buku selama bertahun-tahun. RSI sendiri merupakan indikator yang dirancang oleh seorang analis teknikal bernama J. Welles Wilder dalam bukunya yang berjudul ‘New Concepts in Technical Trading Systems’.

Baca Juga: Pentingnya Indikator Trading Forex Dalam Analisa Trading

Indikator RSI memiliki kegunaan hampir sama dengan indikator Stochastic yaitu menunjukkan kondisi pasar yang sedang overbought atau oversold. Dan RSI memiliki satu garis yang membantu untuk menentukan kekuatan dari tren yang sedang berlangsung pada suatu instrument trading (sekuritas) dan juga kemungkinan titik reversal-nya.

Kemudian RSI membandingkan nilai absolut dari pertumbuhan harga pasangan mata uang yang sedang diperdagangkan selama periode waktu tertentu dengan level jatuhnya pada periode waktu yang sama.

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Moving Average Convergence Divergence atau yang disingkat MACD, menjadi satu diantara indikator yang paling populer dan banyak diandalkan trader pada trading forex. Meski pada awalnya indikator ini dikembangkan untuk digunakan dalam saham, namun pada seiring waktu berjalan, MACD menjadi alat yang umum digunakan di banyak pasar termasuk perdagangan forex.

MACD adalah alat analisis teknis kuno yang terus digunakan hingga saat ini. Prinsipnya adalah bahwa tren berpotongan dari dua garis “cepat” dan “lambat” dan panjang Osilator memberikan sinyal masuk. Indikator ini digunakan untuk mengonfirmasi kekuatan dan arah trend, serta untuk menentukan titik pembalikan (reversal). Selain itu, MACD juga bisa memberikan informasi apakah tren yang berlangsung cukup kuat atau tidak.

Indikator ini cukup mudah untuk diinterpretasi dan dikonfirmasi, sehingga indikator tersebut cocok digunakan oleh siapapun, baik itu pemula maupun berpengalaman. Itulah sebabnya, banyak trader yang menganggap MACD sebagai indikator teknis yang paling efisien dan dapat diandalkan.

Stochastic Oscillator (OS)

Secara garis besar, indikator Stochastic Oscillator merupakan penunjuk analisis teknikal yang mencerminkan perubahan dinamik antara harga penutupan bar dan harga ekstrem untuk jangka masa tertentu. Di kalangan trader, Stochastic Oscillator menjadi salah satu indikator yang populer hingga saat ini termasuk trader pemula karena mudah dimengerti dan digunakan. Sebagai tambahan informasi, indikator ini dikembangkan oleh George Lane pada tahun 1950 silam.

Dalam fungsinya, indikator Stochastic Oscillator adalah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) pada trading. Melalui level batas atas dan batas bawah sinyal dari indikator Stochastic Oscillator, digunakan untuk melakukan buy saat di level bawah dan sel saat di level atas.

Jika dilihat secara prinsip dasarnya, indikator Stochastic Oscillator adalah bahwa ketika sebuah mata uang berada dalam tren naik, maka harga akan menutup di dekat level harga tertinggi sebelumnya. Dan jika sebuah mata uang berada dalam tren turun, maka harga akan menutup di dekat level harga terendahnya. Indikator Stochastic sangat sensitif terhadap pergerakan harga di pasar dan lebih sering berayun naik dan turun dibandingkan indikator momentum lainnya.

Baca Juga: 5 Strategi Trading Forex yang Paling Banyak Dipakai di Dunia, Apa Saja?

Indikator Forex Bollinger Bands (BB)

Bahwa Bollinger Bands merupakan salah satu indikator untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend. Indikator ini sangat populer digunakan dalam berbagai jenis pasar termasuk pasar forex. Selain arah trend, indikator ini dapat juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara ke 2 ‘band’.

Indikator Bollinger Bands meliputi sebuah Simple Moving Average (SMA) dengan 2 ‘band’ atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. Band pada bagian atas disebut Upper Bollinger Band dan band pada bagian bawah disebut Lower Bollinger Band. Upper dan Lower band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standard deviasi.

Standard deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value). Dengan ukuran volatilitas, ke 2 band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Parameter default SMA : 20 periode, dan standard deviasi : 2.

Secara garis besar, indikator Bollingger Bands ini bergerak dengan mengikuti arah harga dan menunjukkan perubahan volatilitas. Bahkan hingga sejauh mana harga bergerak dari nilai yang sebenarnya.

Itulah ulasan mengenai 5 indikator forex paling akurat menurut para ahli. Sebagai kesimpulan, kami akan menulis bahwa informasi dari indikator forex sangat penting bagi trader untuk melakukan analisis pasar. Analisis pasar ini dibutuhkan agar para trader tidak salah mengambil langkah yang justru membuatnya mengalami loss atau rugi besar.

Dan seperti yang telah dijelaskan di awal, ketika Anda terjun ke dalam dunia trading forex, untuk memprediksi arah tren bukanlah hanya dengan menebak-nebak atau berspekulasi tanpa dasar yang jelas. Pada prakteknya, seorang trader harus dapat memprediksi pergerakan harga. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan indikator forex.

Benny Faizal
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 3 Indikator Teknikal Forex yang Harus Pemula Pahami

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top