Forex

Mengenal Indikator Average True Range (ATR) pada Forex

Para trader seringkali mengalami kesulitan ketika menentukan batas di mana seharusnya ia menempatkan titik Stop Loss. Tak dapat dipungkiri, hal ini ditemui oleh banyak trader pemula. Namun, para trader yang sudah beberapa bulan aktif bermain trading pun tak luput dari kesulitan tersebut.

Seperti yang diketahui, ada banyak cara untuk menempatkan Stop Loss, diantaranya dengan menggunakan perhitungan Pivot Fibonacci Retracement atau bisa juga dengan cara yang klasik yaitu dengan menempatkan Stop Loss menggunakan level di garis Support dan Resistance.

Di dalam menentukan Stop Loss dengan Support dan Resistance ini juga ada banyak macamnya, salah satunya mungkin dengan menggunakan indikator yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan Stop Loss seperti Average True Range atau yang biasa disingkat sebagai ATR. Apa itu ATR? Dan apa fungsi indikator ini? Simak ulasannya pada artikel berikut!

Definisi:

Indikator ATR atau Average True Range adalah salah satu indikator yang dibuat oleh Whelles Wilder dan sering digunakan untuk mengukur volatilitas pasar. Indikator ini diperkenalkan pada tahun 1978 yang awalnya dibuat untuk analisa volatilitas pada pasar komoditas. Seiring dengan berjalannya waktu, ATR bisa juga dimanfaatkan di pasar forex.

Dalam bahasan singkatnya, ATR adalah sebagai indikator untuk melihat ramai atau tidaknya pasar. Hanya itu, ATR tidak memberikan Anda signal untuk mengambil posisi cenderung buy maupun cenderung sell. ATR hanya memberikan Anda informasi tentang tingkat volatilitas sebuah instrument.

Pada dasarnya ATR sendiri adalah perkembangan dari True Range. Jadi Anda sebagai trader tidak akan dapat menghitung ATR tanpa menghitung True Range terlebih dahulu. Sang pencipta, Welles Wilder memperkenalkan ATR dengan menggunakan perhitungan ATR 14 hari. Itu artinya, Anda cukup memasukkan indikator ATR ini pada chart daily dengan angka periode 14.

Mengenal Indikator Average True Range (ATR) pada Forex

Mengenal Indikator Average True Range (ATR) pada Forex

Perhitungan:

Untuk perhitungannya, sebagai pengembangan dari True Range, maka perhitungan Average True Range memerlukan perhitungan True Range terlebih dahulu.

True Range dianggap sebagai Range sebenarnya dari sebuah pair dengan rumus sebagai berikut:

ATR 1: Current High – Current Low
ATR 2: Current High – previous Close
ATR 3: Current Low – previous Close

Rumus True Range: Max[(High-Low), (High-Previous Close), (Low- Previous Close)

Sementara itu, untuk rumus Average True Range dengan periode 14 hari:

ATR [(ATRx13) + Current TR] / 14

Fungsi:

Fungsi dasar indikator ATR sering digunakan untuk mengukur volatilitas pasar. Maka nilai ATR yang rendah menunjukkan volatilitas pasar yang rendah, juga sebaliknya jika nilai ATR tinggi menunjukkan volatilitas pasar sedang tinggi. Saat volatilitas pasar sedang tinggi, ATR bergerak ke arah atas dan saat volatilitas sedang menurun ATS bergerak ke arah bawah.

ATR adalah indikator Lagging atau yang terjadi setelah pergerakan harga, sehingga tidak bisa digunakan untuk memprediksi pergerakan harga yang akan datang. Trader sering menggunakan ATR untuk menentukan level Stop Loss berdasarkan tinggi rendahnya volatilitas ketika masuk pasar.

Kelemahan:

1. ATR tidak memiliki nilai tunggal yang memberikan kepastian trend. Sebaliknya, pembacaan ATR harus senantiasa membandingkan dengan pembacaan terdahulu guna mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan trend.

2. ATR tidak dapat memberikan informasi terkait arah harga aset, indikator ini hanya mampu memberi informasi mengenai volatilitas saja

Sebagai kesimpulan, menentukan Stop Loss dengan ATR sangat logis dan mudah dimengerti. Dengan volatilitas pasar yang sedang tinggi trader tentu tidak akan menentukan Stop Loss yang ketat, hal ini juga berlaku sebaliknya ketika volatilitas pasar sedang rendah Stop Loss tentu tidak akan terlalu lebar.

Indikator ATR dipergunakan sebagai komponen dari beberapa indikator lain dan sistem trading. ATR seringkali dapat mencapai nilai yang tinggi di saat harga sedang berada di bawah setelah terjadinya penurunan yang tajam pasca Panic Selling.

Indikator ini secara konstan memperlihatkan nilai yang rendah pada pasar yang berada dalam keadaan sideway, ATR selalu memperlihatkan kenaikan yang signifikan dan itu merupakan pertanda bahwa volatilitas akan semakin tinggi.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top