Saham

Kenapa Membeli Saham yang Sama Tapi Hasilnya Bisa Berbeda?

Investasi dalam bentuk saham kini mulai menjadi populer di banyak kalangan. Semakin menjadi populer itu artinya akan ada banyak orang yang tertarik menjadi investor. Membeli saham sebagai investasi bisa saja dilakukan dengan saling menyontek. Sebagai contoh, investor A dan B membeli saham yang sama, tapi kemudian yang terjadi adalah, kedua investor tersebut bisa mendapatkan keuntungan dengan angka yang berbeda.

Kenapa Membeli Saham yang Sama Tapi Hasilnya Bisa Berbeda?

Kenapa Membeli Saham yang Sama Tapi Hasilnya Bisa Berbeda?

Ellen May -Praktisi Saham dari May Institute- mengatakan, bahwa kejadian ini (nilai keuntungan yang berbeda dari jenis yang sama) sering terjadi di pasar modal. Bahkan ini kadang memunculkan sifat curiga antar investor yang saling menyontek itu.

Ia menjelaskan, bahwa positioning sizing adalah sangat penting. Sebagai contoh dua investor memiliki modal yang sama dengan membeli saham yang sama di harga yang sama dan posisi jual yang sama dalam periode beli yang sama. Tapi keduanya bisa berbeda saat menentukan besaran jumlah saham yang dibeli. Misalnya investor A konsisten membeli saham tersebut, sementara investor B membeli saham yang sama tapi dalam jumlah yang berbeda-beda.

Untuk diketahui, setiap saham tentu mempunyai pola pergerakan yang berbeda-beda. Bisa saja investor B membeli saham yang sama tetapi dengan jumlah yang sedikit dan ternyata kenaikannya saat itu cukup tinggi, atau juga sebaliknya.

Ellen menambahkan, bahwa cara menambah atau mengurangi porsi belinya tidak boleh menggunakan perasaan. Harus tetap menggunakan rasio single, half, quater. Ia mencontohkan, porsi single per saham misal Rp 10.000.000, maka porsi beli half artinya berada di Rp 5.000.000 dan porsi beli quarter di Rp 2.500.000. Membeli saham dengan nominal yang sama memang memudahkan untuk penghitungan untung rugi setiap transaksi, tanpa harus menggunakan alat hitung-hitungan semacam kalkulator.

Yang menjadi pemenang dalam trading saham bukanlah yang paling cepat mendapatkan untung besar di awal, tetapi adalah mereka yang paling konsisten dalam pertumbuhan portofolionya. Rasa nyaman, tenang, dan percaya diri dalam porsi yang tepat, akan mendorong menjadi seorang trader yang lebih berani dari hari ke hari, dan berhasil secara konsisten.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top