Saham

Memahami Reverse Stock pada Investasi Saham

Pada artikel sebelumnya, kami sempat membahas mengenai istilah stock split yang terdapat pada dunia investasi saham. Dimana istilah tersebut, diartikan sebagai aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan yang telah go public dengan memecah harga saham dalam rasio tertentu. Sehingga, jumlah saham yang ada di pasar meningkat dan harga per lembar pun menjadi turun atau lebih murah.

Terkait dengan stock split, hal tersebut dapat memberi manfaat kepada perusahaan juga investor, diantaranya adalah harga saham yang kian terjangkau, nilai saham yang lebih liquid, juga menjaga tingkat likuiditas. Untuk informasi, stock split dapat dilakukan lebih dari sekali oleh perusahaan yang bersangkutan.

Setelah Anda membaca artikel kami mengenai stock split, kali ini kami akan membahas mengenai kebalikan dari stock split, yakni reverse stock. Apa itu reverse stock, dan apa manfaatnya pada dunia investasi saham? Penting bagi Anda untuk menyimak artikel ini hingga tuntas agar wawasan Anda mengenai dunia investasi saham semakin bertambah.

Apa itu Reverse Stock?

Istilah reverse stock jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kata tersebut memiliki pengertian yakni “pemampatan saham“. Dalam pengertiannya secara luas, istilah reverse stock yang ada pada investasi saham, dapat diartikan sebagai penggabungan saham terkait dengan pemecahan nominal saham atau stock split dalam memastikan pemenuhan hak pemegang saham dan perlindungan pada investor.

Hal ini ditujukan untuk penyelamatan perusahaan emiten agar tetap memenuhi persyaratan untuk tetap menjaga status listing dalam perdagangan pasar modal. Secara singkatnya, reverse stock diartikan sebagai penggabungan saham. Untuk informasi, reverse stock dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan ketentuan perundang-undangan yang berhubungan dengan penambahan modal perusahaan tercatat.

Beberapa investor menganggap, jika reverse stock terjadi, maka hal ini merupakan sinyal bahwa perusahaan sedang mengalami masalah keuangan sehingga aksinya menjadi hal yang jarang terjadi. Cara kerja reverse stock adalah dengan menurunkan sejumlah saham yang ada di pasar untuk mencapai peningkatan harga saham. Reverse stock adalah antisipasi yang biasanya disarankan oleh manajemen perusahaan dengan mendapat persetujuan melalui hak suara pemegang saham.

Memahami Reverse Stock pada Investasi Saham

Memahami Reverse Stock pada Investasi Saham

Mengapa Perusahaan Melakukan Reverse Stock pada Sahamnya?

Sama seperti stock split, perusahaan tentunya memiliki sejumlah alasan terhadap keputusannya terkait reverse stock. Jika stock split dilakukan dengan harapan transaksi saham bisa kembali ramai. Maka berikut alasannya mengapa sebuah perusahaan melakukan reverse stock:

1. Menghindari harga dibawah minimum yang disyaratkan bursa
2. Agar saham tetap dilirik oleh investor besar
3. Perusahaan ingin go private
4. Perusahaan berencana melakukan spin off.

Contoh Reverse Stock pada Saham:

Contoh emiten yang pernah melakukan reverse stock adalah PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) pada tahun 2012. FREN pernah melakukan reverse stock dengan rasio 20:1. FREN melakukan reverse stock dengan harga awal saham sebesar Rp 100 per lot menjadi Rp 2.000 per lot saham pada saat itu.

Contoh lain dari aksi reverse stock adalah PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) yang melakukan reverse stock pada 2017. Kala itu, UNSP mengambil langkah reverse stock dengan rasio 10:1. Dengan begitu, harga saham perseroan mencapai Rp 50 per saham naik menjadi Rp 500 per saham.

Setelah aksi reverse stock, harga saham UNSP sempat naik menjadi Rp 750 per saham, tetapi setelahnya harga saham langsung melorot, bahkan sempat anjlok dan kembali menjadi Rp 50 per saham. Sampai penutupan perdagangan 24 September 2020, harga saham UNSP ditutup senilai Rp 80 per saham.

Apa Manfaat reverse stock pada saham?

Setiap perusahaan yang melakukan reverse stock tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai. Biasanya, tujuan yang dituju oleh perusahaan diantaranya adalah:

1. Mengembalikan sekaligus menstabilkan harga saham
2. Agar memperoleh posisi aman di pasar modal
3. Meminimalisir jumlah pemegang saham

Itulah pembahasan mengenai istilah reverse stock yang terdapat pada dunia saham. Setelah membaca keseluruhan dari point-point yang dijabarkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa reverse stock tidak saja memberi manfaat kepada perusahan, melainkan juga terhadap para investor.

Salam sukses!

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top