Crypto

Nasib Bitcoin di Kepungan Investasi Saham yang Ambyar

Seperti yang diketahui, Paul Tudor Jones -investor kakap Wall Street- telah mengalihkan 2 persen aset yang dikelolanya ke Bitcoin. Langkah ini didukung dengan alasan bahwa bitcoin atau emas digital adalah merupakan instrumen spekulasi yang baik.

Seperti komentar Oscar Darmawan –CEO Indodax-, dalam berbagai krisis yang pernah terjadi Bitcoin selalu menunjukkan performa yang bagus. Mulai dari krisis Cyprus hingga Ketegangan Semenanjung Korea.

Di kalangan penggemarnya, Bitcoin dianggap memiliki kesamaan yang sama dengan emas. Kedua investasi itu merupakan instrumen save haven atau instrumen yang relatif aman ketika terjadi goncangan ekonomi.

Oscar menjelaskan, “Fenomena ini (investor saham pindah ke Bitcoin) sepertinya sudah terjadi setiap kali terjadi krisis ekonomi. Investasi saham adalah investasi yang paling terdampak karena corona maupun krisis ekonomi seperti ini. Karena pergerakan saham sangat bergantung dengan kebijakan fiskal masing-masing negara dan kebijakan ekonomi global. Oleh karena itu banyak terjadi saat krisis ekonomi begini investor mengalihkan aset mereka ke safe haven aset class seperti Bitcoin maupun emas”.

Nasib Bitcoin di Kepungan Investasi Saham yang Ambyar

Nasib Bitcoin di Kepungan Investasi Saham yang Ambyar

Ketika dunia ekonomi dilanda wabah virus corona, investor Bitcoin justru sudah untung Rp 42 juta sejak di awal tahun. Ditambah lagi pada 12 Mei yang lalu, Bitcoin merayakan halving day. Di mana biaya penambangan diturunkan sehingga mata uang digital tersebut menjadi efisien dalam biaya, dan pasokan dikurangi di tengah permintaan yang tinggi sehingga menjamin adanya kenaikan harga dalam jangka panjang.

Jika mengacu perdagangan Bitcoin di empat hari menjelang halving day, harga mata uang digital tersebut menunjukan kenaikan yang tajam. Harga Bitcoin ketika itu tembus US$ 10.000 per koin. Jika dihitung dengan mata uang rupiah, itu berarti akan ditemukan jumlah sekira Rp 150 juta.

Oscar juga menambahkan, hal menarik dari kripto seperti bitcoin adalah harganya selalu naik turun menjadi kesempatan untuk untung selalu ada di sepanjang hari dan sepanjang tahun karena jenis kripto juga banyak. Kenaikan harga Bitcoin sendiri dari sejarah selalu terjadi secara bertahap. Ada saatnya ketika terjadi penurunan hingga harga menjadi murah, atau terjadi kenaikan yang tajam sehingga harga menjadi mahal.

“Sudah terbukti beberapa kali Bitcoin sebagai safe haven aset class membantu banyak masyarakat seluruh dunia mengamankan asetnya pada saat terjadi krisis ekonomi seperti sekarang. Kondisi ini biasanya terus berlanjut hingga nanti ekonomi seluruh dunia stabil kembali dan uang kembali memasuki pasar saham kembali”

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top