Forex

Panduan Strategi Trading dengan Pola Gartley

Dalam dunia trading, para trader memiliki banyak pilihan terkait teknik mana yang cocok dengan karakter dari diri trader tersebut. Tentunya setiap trader akan berbeda-beda dalam pandangannya terkait strategi menganalisa pasar. Seperti yang diketahui, salah dalam memilih strategi, akan berpengaruh terhadap besarnya profit yang akan dihasilkan.

Pada kesempatan kali ini, mari kita membahas strategi trading forex dengan pola Gartley.

Dalam definisinya, pola Gartley adalah salah satu varian dari berbagai pola chart yang terdapat pada pergerakan harga di pasar saham, forex, komoditi ataupun futures. Sedangkan pola chart Gartley adalah formasi pergerakan harga yang bisa berulang, seperti formasi segitiga, formasi double top atau double bottom, head and shoulders dsb.

Pola ini dapat diaplikasikan pada semua time frame, sehingga trader dapat menggunakan pola ini dalam jangka waktu yang panjang (long term), baik trader harian dan juga para scalper. Sedangkan untuk metode dalam pola chart Gartley ini terjadi pergerakan harga yang sedang naik (Bullish Gartley) dan harga sedang turun (Bearish Gartley).

Pola Gartley didasarkan pada titik balik utama atau fraktal di pasaran. Pola ini bermain pada trend reversal exhaustion dan bisa diaplikasikan pada time frame yang Anda pilih. Kunci lain yang membuat pola ini unik adalah Fibonacci Retracements yang sangat penting dan datang bersamaan untuk melengkapi trading plan ini.

Pola Gartley sendiri diambil dari nama seorang smart trader terkenal yaitu Harold McKinley Gartley yang pada tahun 1935 berhasil menemukan metode ini dan dituangkan dalam bukunya yang diberi judul Profit in the Stock Market.

Panduan Strategi Trading dengan Pola Gartley

Panduan Strategi Trading dengan Pola Gartley

Pola Gartley biasanya terbentuk ketika sedang berlangsung sebuah koreksi dari pergerakan suatu tren harga. Sekilas, pola tersebut akan terlihat seperti huruf ‘M’ (atau ‘W’ untuk pola bearish). Pola ini digunakan untuk membantu para trader dalam menemukan di mana waktu titik level harga terbaik untuk masuk pasar (OP).

Alat penting saat menggunakan strategi Gartley:

1. Fraktal
2. Retracements Fibonacci
3. Penambahan garis (opsional)

Dari pola Gartley ini, dapat diturunkan menjadi beberapa indikator penting lainnya, yakni:

1. Crab Pattern (Kepiting)

Pola ini mempunyai Reward to Risk Rasio yang sangat tinggi sehingga trader harus ketat dalam menerapkan manajemen risiko berupa stop loss.

2. Bat Pattern (Kelelawar)

Scot Carney pada tahun 2001 silam menemukan pola harmonik (pola fibonaci) lain yakni Bat Pattern. Kata Bat yang artinya kelelawar memang menunjukkan bahwa pola ini membentuk pola kelelawar.

3. Butterfly Pattern (Kupu-kupu)

Butterfly pattern yang terbentuk secara sempurna diindikasikan dengan adanya garis koreksi atau retracement. Indikator ini diciptakan oleh Bryce Gilmore.

Itulah penjelasan singkat mengenai strategi trading dengan pola Gartley. Semua trader pastinya selalu menggunakan indikator untuk dapat menganalisa suatu pergerakan harga. Dalam hal ini dianjurkan bagi trader untuk lebih menguasai tentang indikator yang ingin digunakan.

Bila Anda merasa nyaman dengan menggunakan retracemen Fibonacci untuk mendapatkan support dan resistance, Anda akan menemukan diri Anda mencari poin untuk melengkapi pola Gartley.

Namun, tidak semua trader menyukai teknik trading dengan menggunakan pola Gartley ini karena terlihat rumit. Meski demikian, semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam menambah wawasan mengenai trading forex.

Selamat mencoba!

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top