Crypto

Platform Kripto Holdnaut Tangguhkan Layanan

Platform Kripto Holdnaut Tangguhkan Layanan

Platform Kripto Holdnaut Tangguhkan Layanan

Dalam kabar yang ramai diberitakan, platform kripto Holdnaut diketahui tengah menangguhkan layanan. Untuk diketahui, platform kripto yang berbasis di Singapura tersebut merupakan tempat pemberi pinjaman dan peminjam mata uang digital. Dan kini Holdnaut mengabarkan bahwa pihaknya melakukan menangguhkan layanan penarikan, penukaran dan penyetoran.

Tidak hanya menangguhkan layanan saja, Holdnaut juga memberi pengumuman bahwa pihaknya akan menarik aplikasi untuk mendapatkan lisensi dari Monetary Authory of Singapore (MAS). Benarkah mengenai penangguhan layanan ini merupakan tanda adanya tekanan terhadap industri mata uang digital?

Selain Holdnaut, sebelumnya bursa kripto Zipmex juga sempat menghentikan sementara penarikan dana untuk fiat dan aset. Zipmex mengungkapkan, penghentian ini berhubungan dengan masalah keuangan rekan mereka, termasuk Celsius.

Dari rumor yang beredar, Zipmex juga terimbas dari efek domino dirasakan oleh bursa adalah tidak adanya dana simpanan untuk menghadapi pasar yang terguncang dan gangguan operasional. Beberapa pengamat masih memperkirakan bahwa efek domino kejatuhan kripto dan bangkrutnya beberapa perusahaan kripto cukup besar dan masih sulit diprediksi.

Baca Juga: IMF Peringatkan Potensi Kegagalan Kripto Akan Berlanjut

Indodax Sempat Down

Diberitakan sebelumnya, PT Indodax Nasional Indonesia atau Indodax sempat tidak dapat diakses oleh penggunanya pada hari Selasa (19/7/2022) silam. Dalam penjelasannya, pihak Indodax mengatakan bahwa sedang melakukan pemeliharaan (maintenance).

Terkait dengan maintenance, hal tersebut juga diungkapkan platform Indodax melalui laman akun Twitter resmi perusahaan. Dalam keterangan Twiter-nya, Indodax mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan proses perbaikan sistem atau maintenance yang akan selesai pada pukul 16.00 WIB.

Menanggapi hal ini, pihak manajemen perusahaan mengungkapkan informasi mengenai long maintenance Indodax yang sedang terjadi. Perusahaan mengatakan bahwa ada beberapa poin yang perlu disampaikan dari proses maintenance tersebut.

Mengutip dari Liputan6.com, pihak Indodax mengatakan, “Indodax mengadakan long maintenance untuk pembaruan trade engine di sistem kami. Dengan adanya pembaruan ini, Indodax akan memiliki sistem yang jauh lebih optimal untuk melayani jual beli kripto untuk para member kami”.

Meskipun begitu, pihak perusahaan menuturkan agar para pengguna tidak merasa takut karena semua aset investor dipastikan aman.

Baca Juga: Pasar Sedang Lesu, Penambang Kripto Jual Aset

Efek Berantai Sasar Platform Kripto

Sekadar informasi, Voyager Digital dan Celsius sudah terlebih dahulu mengalami kebangkrutan. Hal yang sama juga terjadi ke beberapa perusahaan penerbit kripto yang terancam bangkrut akibat pasar kripto yang tak kunjung bangkit.

Voyager Digital menyerah pada volatilitas pasar yakni pada hari Rabu (6/7/2022) lalu. Pada pengumuman itu, pihak Voyager mengatakan terkait pengajuan kebangkrutan. Dan pihak Voyager telah mengajukan kebangkrutan Bab 11, hanya empat hari setelah menangguhkan semua operasi. Perusahaan yang berbasis di Toronto itu mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada hari Selasa (5/7/2022) di New York.

Sementara itu, platform kripto Celsius juga menghentikan semua jenis transaksi pada hari Senin (13/6/2022) lalu. Hal ini konon imbas dari pasar mata uang digital yang tengah mengalami crypto crash.

Celsius sendiri merupakan salah satu pemain terbesar di ruang pinjaman kripto. Celsius bahkan diketahui telah memiliki lebih dari USD 8 miliar atau sekitar Rp 117,5 triliun yang dipinjamkan kepada klien dan hampir USD 12 miliar aset yang dikelola pada Mei.

Tidak berhenti di situ saja, sebelumnya perusahaan kripto asal Amerika Serikat, Three Arrows Capital (3AC) juga umumkan resmi bangkrut. Sebelumnya CEO Su Zhu mendadak hilang dari media sosial dan menghapus sejumlah informasi aset kripto di akun miliknya.

3AC sendiri merupakan salah satu perusahaan hedge fund kripto terbesar yang mengelola dana sekitar US$ 10 milyar saat usaha mereka memimpin lini kripto. Perusahaan ini juga memiliki portofolio di sejumlah proyek kripto diantaranya Aave, Avalanche, Polkadot, Solana, Terra dan lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Crypto Winter?

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top