Finansial

PSBB Jakarta Berubah-ubah, Pengusaha Diliputi Ketidakpastian

Seperti yang diketahui, DKI Jakarta telah kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi setelah PSBB ketat diberlakukan.

Kebijakan mengenai PSBB yang terus menerus berubah-ubah ini, dinilai menyebabkan dunia usaha diliputi ketidakpastian.

Pada hari Senin (12/10/2020) ini, Sarman Simanjorang -Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta- menjelaskan, “Ada ketidakpastian bagi pengusaha, ketidakpastian namanya bukan membingungkan. Ketidakpastian bagi dunia usaha karena pertama bahwa PSBB ini kan sudah berlangsung cukup lama”.

Artinya bahwa setiap kali ada perubahan mengenai kebijakan tentang PSBB membuat dunia usaha harus melakukan penyesuaian. Persoalan kebijakan pembatasan sosial ini terus berubah-ubah.

Untuk informasi, PSBB Jakarta mulai diberlakukan sejak bulan April lalu. Kemudian mulai bulan Juni, diberlakukan PSBB transisi hingga akhirnya diperketat pada bulan September. Lalu sejak hari Senin (12/10/2020) ini, DKI Jakarta kembali terapkan PSBB transisi.

Sarman menambahkan, “Kita menyadari ketika Pak Gubernur DKI Jakarta menetapkan kembali PSBB yang diperketat bulan yang lalu, kita dari pengusaha juga mengerti posisi beliau ini bahwa ini adalah keputusan yang teramat berat”.

PSBB Jakarta Berubah-ubah, Pengusaha Diliputi Ketidakpastian

PSBB Jakarta Berubah-ubah, Pengusaha Diliputi Ketidakpastian

Namun Sarman juga berharap bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan kembali memperketat PSBB supaya perekonomian bisa terus tumbuh.

Ia menuturkan, “Nah bagi kita dari dunia usaha ya tentu dengan adanya PSBB transisi saat ini kita harapkan tidak lagi kita kembali kepada PSBB yang lebih ketat lagi, supaya gairah ekonomi yang saat ini sudah mulai bergerak karena mulai hari ini kan bergerak, kita harapkan ini pergerakannya semakin maksimal ke depan”.

Seperti yang telah diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akhirnya mencabut rem darurat dan kembali menerapkan PSBB transisi.

Keputusan ini diumumkan lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, hari Minggu (11/10/2020). Pemprov DKI menyatakan adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan Covid-19.

PSBB transisi DKI Jakarta diberlakukan mulai 12 Oktober-25 Oktober 2020. Jika tidak ada peningkatan kasus corona secara signifikan, PSBB transisi dapat diperpanjang.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top