Forex

Semua Hal yang Harus Diketahui dari Indikator DEMA

Pada bertrading forex, seringkali para trader menganggap bahwa Moving Average (MA) adalah indikator yang dipercaya memiliki kemampuan dan kesederhanaan. Indikator MA sendiri merupakan salah satu tools analisa forex dengan metode teknikal yang paling populer digunakan oleh trader di seluruh dunia.

Secara umum, Moving Average merupakan teknik yang dapat Anda gunakan dalam trading untuk memperhalus perubahan harga di pasar forex dalam kurun waktu tertentu. Dengan teknik ini, proses transaksi jual beli mata uang yang Anda lakukan akan lebih mudah dan lancar.

Jika membahas indikator Moving Average, seringkali trader hanya mengetahui 2 jenis saja, yakni: SMA dan EMA. Namun, tahukah Anda bahwa Moving Average juga memiliki jenis DEMA? Berikut ulasannya!

Apa itu DEMA?

DEMA merupakan singkatan dari Double Exponential Moving Average. Indikator ini dikembangkan oleh Patrick Mulloy dan diperkenalkan pertama kali pada Februari tahun 1994 melalui majalah bulanan “Technical Analysis of Stocks and Commodities“. DEMA adalah Moving Average yang cepat dan khusus dirancang untuk mengurangi jeda reaksi dan lebih responsif daripada Moving Average tradisional.

Meskipun Moving Average sangat diandalkan oleh trader untuk membantu menentukan pembukaan perdagangan dengan probabilitas tinggi dan penutupan yang menguntungkan selama bertahun-tahun, namun masalah yang sering terjadi pada Moving Average adalah kelambatan yang ada pada sebagian besar tipe Moving Average. DEMA memberikan solusi dengan menghitung metodologi rata-rata yang lebih cepat.

Patrick Mulloy membangun indikator DEMA untuk menemukan studi trading dengan Moving Average yang bisa mengurangi karakter lagging MA dan menemukan lebih banyak peluang entry.

Semua Hal yang Harus Diketahui dari Indikator DEMA

Semua Hal yang Harus Diketahui dari Indikator DEMA

DEMA bereaksi lebih cepat daripada MA tradisional, yang berarti indikator ini lebih mungkin digunakan oleh day trader dan swing trader. Investor juga dapat menggunakannya, tetapi karena banyak investor jangka panjang lebih memilih untuk tidak terlalu aktif dalam aset yang mereka miliki, MA tradisional dapat bekerja lebih baik.

Rumus menghitung DEMA:

EMA1 = EMA dari pergerakan harga saat ini

EMA2 = EMA dari EMA1

DEMA = (2 x EMA1) – EMA2

Keuntungan DEMA adalah menghilangkan sinyal palsu selama pergerakan harga berombak dan karenanya menyaring entri untuk kemungkinan yang lebih baik selama tren yang kuat. Ini dapat digunakan baik sebagai indikator yang langsung dapat berdiri sendiri pada grafik atau Anda dapat memasukkannya ke dalam indikator teknis lainnya untuk melapisi nilainya.

Indikator DEMA digunakan dengan cara yang sama seperti MA tradisional. DEMA juga dapat digunakan untuk menganalisis kekuatan trend naik atau trend turn harga. Trader dapat mengamati harga untuk melintasi DEMA, atau DEMA untuk saling silang jika menggunakan beberapa DEMA (dengan periode lookback yang berbeda). DEMA juga dapat memberikan support atau resistance.

DEMA paling baik digunakan bersama dengan bentuk analisis lain, seperti analisis price action, analisis fundamental, dan indikator teknis lainnya. Seperti yang diketahui, dalam dunia trading, pastinya seorang trader akan selalu menggunakan strategi untuk dapat menganalisa suatu pergerakan harga.

Bagaimana, berani mencoba indikator DEMA ini?

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top